Satu hari di Melaka

,

Nikmati pesona kota Melaka yang menawan dengan beberapa panduan berikut. Dibagi oleh Najwa Abdullah.

[Not a valid template]

Kota Melaka merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin menghabiskan liburan singkat dengan biaya pas-pasan. Di kota kecil di semenanjung Malaka ini, Anda bisa menelusuri jejak sejarah kolonial Malaysia serta budaya lokalnya yang mempesona.

Kota Melaka cukup dekat dan mudah dijangkau dari Kuala Lumpur (KL). Hanya dengan biaya sekitar 9 – 12 Ringgit Malaysia (RM), Anda bisa menaiki bus langsung menuju kota Melaka dari Terminal Bersepadu Selatan. Anda juga bisa langsung menuju ke Melaka dari bandara Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan dari KL, Anda akan sampai di Melaka Sentral, terminal bus utama di kota Melaka. Dari terminal ini ada berbagai bus dalam kota dengan biaya murah yang bisa Anda naiki untuk menjelajahi kota Melaka yang cantik.

Melaka memiliki beberapa kawasan wisata yang menarik, mulai dari situs wisata sejarah hingga wisata belanja. Tempat pertama yang wajib Anda kunjungi di pusat kota Melaka tentu saja Dutch Square, atau biasa dikenal oleh masyarakat lokal dengan nama Bangunan Merah atau Menara Jam Besar yang merupakan ikon dari kota tua Melaka. Tiba di Dutch Square, Anda akan disambut bangunan gereja tua dan menara jam tinggi yang semuanya berwarna merah. Di tengah-tengah taman terdapat air mancur antik bernama Queen Victoria Fountain yang dibangun pada tahun 1901.

Di sekitar area ini terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual pernak-pernik dan suvenir khas Malaka, mulai dari kerajinan tangan lokal, sandal motif etnik, topi jerami hingga kaos bergambar kota Melaka dengan harga cukup terjangkau. Di area ini juga terdapat becak hias berwarna kuning yang siap mengantar Anda berkeliling kota Melaka. Biaya becak hias ini agak mahal, yaitu sekitar 20 RM. Jangan ragu untuk menawar!

Dutch Square merupakan bagian dari Malacca Dutch Heritage Trail, yang merupakan salah satu warisan dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Dari Dutch Square, Anda bisa beranjak ke situs bersejarah lainnya, seperti Porta de Santiago dan Gereja St. Paul yang terletak di atas bukit kecil. Anda bisa melihat kota Melaka dari atas di sini. Di kawasan ini, wajib rasanya berfoto-foto karena Anda akan disuguhi dengan indahnya arsitektur bangunan peninggalan kolonial yang bernilai seni tinggi.

Setelah puas mengagumi situs bersejarah, kini saatnya berwisata belanja. Di depan komplek Malacca Dutch Heritage Trail, terdapat sungai Melaka. Di seberangnya, terdapat Jonker Walk, sebuah jalan yang di sepanjang sisi kiri-kanannya berderet toko yang menjual barang-barang antik dan suvenir khas Melayu, Tiongkok dan India. Bangunan di sepanjang Jonker Walk sendiri juga sebagian besarnya merupakan bangunan tua yang unik dan terawat berhiaskan ornamen oriental.

Di dalam toko-toko tersebut, Anda akan menemukan berbagai pajangan, ornamen, serta replika yang unik. Bagi Anda pecinta aksesoris etnik, di sini merupakan surganya! Banyak sekali toko-toko yang menjual aksesoris seperti gelang dan kalung yang terbuat dari batok kelapa serta elemen tradisional lainnya. Untuk para penggemar fesyen, Anda dapat menemukan berbagai macam celana harem motif batik dan rok lebar bercorak khas India di sini.

Menariknya lagi, Jonker Walk di malam hari juga menyuguhi berbagai macam kuliner khas Melaka yang didominasi makanan laut. Namun, hati-hatilah dalam memilih makanan karena ada beberapa ragam makanan yang status halalnya agak meragukan.

Selain mengunjungi Jonker Walk, Anda juga bisa menelusuri sungai Melaka dan befoto di kincir raksasa dan beberapa reruntuhan bangunan kolonial. Di sudut lain kota Melaka, Anda juga bisa mengunjungi kapal tua yang dijadikan monumen kota, meskipun cukup jauh untuk dijangkau dengan berjalan kaki dari pusat kota.

Setelah puas menjelajahi kota Melaka seharian, Anda bisa kembali ke KL dari Melaka Sentral. Namun jangan sampai tiba terlambat, karena bus terakhir menuju KL hanya ada sampai jam 11 malam. Untuk makan malam, jika Anda rindu masakan Indonesia, banyak restoran di Melaka Sentral yang menyediakan masakan Indonesia, mulai dari nasi goreng hingga ayam penyet, lho!

Semoga perjalanan Anda ke Melaka menyenangkan!

Leave a Reply
Aquila Klasik