Modest Style

Tips menjelajahi daratan Amerika bagi Muslim

,

Meski bepergian melalui darat di AS biasanya bebas hambatan, tips berikut dapat membuat perjalanan lebih mudah lagi jika Anda seorang Muslim. Oleh Theresa Corbin.

1502-WP-Road-by-Theresa-Fotolia-sm
Gambar: Fotolia

Seumur hidup, saya selalu berada di jalanan. Bukannya karena saya seorang gipsi yang berpindah-pindah dari kota ke kota. Saya tumbuh besar di dalam keluarga dengan orangtua yang meyakini bahwa bepergiann adalah pengalaman baik untuk anak; bahwa pandangan yang lebih luas terhadap dunia adalah pendidikan yang amat baik. Maka kami mengalami banyak pengalaman bepergian setiap libur sekolah.

Meski begitu, dengan enam anak, kami dibatasi oleh biaya. Dapat Anda bayangkan, sulit bepergian dengan ongkos perjalanan udara yang mahal dengan pengeluaran yang dikali delapan (enam anak dan dua orangtua). Maka, kami pun melakukan perjalanan darat dengan van biru kami yang besar. Dan meski kami tidak bepergian keluar Amerika Utara, kami melihat banyak tempat dan orang aneh, dan memang kami jadi belajar banyak.

Yang menyenangkan dari bepergian di dalam AS adalah karena ukurannya yang membentang luas, mudah saja merasakan iklim, kebiasaan, dan makanan yang berbeda-beda. Perjalanan dari Seattle, Washington ke Miami, Florida berjarak lebih jauh daripada perjalanan dari Istanbul ke London. Dan karena setiap orang diizinkan bepergian dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya di dalam AS tanpa pos pemeriksaan maupun paspor, perjalanan darat umumnya bebas hambatan.

Pengalaman membuat saya terus menyukai perjalanan darat. Namun dalam perjalanan baru-baru ini ke Austin, Texas saya menyadari bahwa banyak hal telah berubah dalam kebiasaan perjalanan darat saya sejak menjadi mualaf. Dan saya menyadari banyaknya trik yang saya masukkan ke dalam kebiasaan tersebut yang membuat perjalanan darat sebagai seorang Muslim di AS menjadi lebih mudah.

1502-WP-Road-by-Theresa-sm
Bergaya lucu dalam perjalanan bersama suami dan kumis palsu yang kami dapatkan di pom bensin

1. Bawa air lebih

Air itu penting. Terutama saat Anda sedang dalam perjalanan di Amerika sebagai Muslim. Di manapun Anda berkendara, kemungkinan besar Anda harus berhenti untuk berwudhu dan shalat. Namun bisa jadi Anda justru sedang berkendara di jalan bebas hambatan panjang tanpa tempat perhentian.

Meski kita diperbolehkan bertayamum jika tidak ada air (An-Nisaa:43Al-Maidah:6), saya tidak suka menjalankan hal ini, bukan karena alasan spiritual, namun karena debu menyebabkan iritasi pada kulit saya. Dengan hanya membawa serta beberapa botol air untuk keperluan ini, Anda dapat memastikan selalu memiliki air untuk berwudhu (atau pun berbasuh jika dibutuhkan). Meski terasa sepele, saat Anda sedang tertahan di suatu tempat tanpa air bersih, Anda akan berharap tidak pernah melupakan hal ini.

2. Gunakan sajadah yang dapat dilap

Saat membicarakan sholat dalam perjalanan, Anda perlu memastikan tempat shalat selalu bersih. Berhenti di lapangan parkir, tempat istirahat, atau pinggir jalan untuk shalat bisa jadi berarti harus bersujud di permukaan yang jauh dari bersih. Membawa sajadah tidak benar-benar menyelesaikan masalah ini.

Setelah bepergian dan mengalami shalat di atas berbagai jenis permukaan, saya menyadari sajadah saya mulai lembab, lengket, dan kotor. Karena tidak ingin merusak sajadah lain yang bagus dalam perjalanan berikutnya, saya memutuskan bahwa alas yoga saya akan lebih berguna.

Dan saya tidak salah. Alas yoga tidak berpori dan dapat dilap sehabis shalat. Selain itu, alas yoga biasanya berbusa dan memberikan kenyamanan saat berlutut dan bersujud. Alas yoga dapat digulung dan dibawa ke mana saja dan merupakan jawaban sempurna untuk shalat dalam perjalanan. Jangan lupa membawa tisu basah untuk membersihkan alas yoga/shalat Anda setelah penggunaan.

3. Berhadapan dengan jadwal shalat yang berubah-ubah

Sebagai Muslim, keseharian kita berpusat pada waktu shalat. Dan seringkali kita menganggap sepele pengetahuan soal waktu shalat karena keberadaan teknologi – seperti aplikasi adzan – dan tabel jadwal shalat yang didapat dari masjid.

Namun saat bepergian, saya jadi benar-benar memahami bagaimana hubungan bumi dengan matahari berubah saat Anda pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Hubungan yang berubah ini jadi mengubah waktu shalat. Ini artinya tabel dan aplikasi saya jadi tidak berguna.

Solusi terbaik yang saya temukan adalah Islamicfinder.org. Masukkan nama kota dan negara bagian Anda berada dan situs tersebut akan mengkalkulasi semua waktu shalat, dan membuat shalat dalam perjalanan semakin mudah juga akurat. Tergantung dari jarak perjalanan Anda, Anda juga dapat mempersingkat shalat Anda.

4. Waspada bahaya

Secara umum, orang Amerika itu baik, terbuka, dan murah hati. Meski begitu, merupakan fakta yang menyedihkan namun benar bahwa Islamofobia merupakan fenomena yang berkembang di AS. Untuk amannya, usahakan tidak bepergian atau melalui wilayah di mana pernah terjadi penyerangan masjid atau tindak kejahatan atas dasar kebencian apapun. Dan bersikaplah waspada, santun, dan bersahabat saat berhenti di wilayah yang Anda tidak kenal baik.

Jika Anda adalah seorang hijabi, atau entah bagaimana terlihat jelas sebagai seorang Muslim, penting untuk tidak bersikap naif. Namun jangan bersikap penuh kecurigaan; seringkali sikap curiga akan menimbulkan kecurigaan pada orang lain yang awalnya tidak bersikap buruk. Waspada dengan sekitar Anda, patuhi hukum, dan tersenyumlah agar orang merasa santai (juga untuk mendapat pahala karena tersenyum adalah amal).

5. Gunakan tabir surya

Jika Anda seorang hijabi, Anda mungkin tahu betul garis bekas terbakar setelah mengenakan hijab di bawah matahari. Hijabi yang bepergian harus tahu bahwa tidak hanya sekadar garis hijab, ia juga akan memiliki garis yang dominan di satu sisi wajah karena paparan matahari yang tidak seimbang dari jendela mobil.

Jika Anda tidak menginginkan garis hijab di satu sisi wajah, gunakan tabir surya yang Anda percayai. Jika tidak terbiasa, coba dulu sebelum saat perjalanan. Mendapat iritasi kulit karena tabir surya saat bepergian bisa jadi lebih parah daripada memiliki garis hijab bekas terbakar di satu sisi wajah.

6. Berdoa

Perjalanan adalah waktu yang baik untuk berdoa pada Allah, karena Anda akan berada di satu titik tanpa banyak hal yang dapat dilakukan. Menggunakan kesempatan ini untuk berdoa dapat memberi dampak penting dalam hidup Anda sebagaimana Rasulullah SAW diriwayatkan berkata: “Tiga doa yang diijabah, tidak ada keraguan padanya: Doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orangtua terhadap anaknya.”[i]

Berencana melakukan perjalanan udara? Sila tengok tips kami berikut untuk Terbang sebagai Muslim

________________________________________

[i] Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dalam Kitab Al-Adab al-Mufrad, dapat dilihat di sini

Leave a Reply
<Modest Style