Modest Style

Menjelaskan pariwisata halal dalam enam pertanyaan

,
shutterstock-64.03b4e131039.original
Fasilitas hotel yang bisa menarik wisatawan Muslim termasuk ruang shalat atau kolam renang terpisah antara pria dan wanita. ©erwinova

Konferensi Pariwisata Halal (HTC) pertama akan diadakan pada tanggal 22 sampai 23 September di Granada, Spanyol. Pada acara tersebut, profesional perhotelan dan perjalanan akan membahas cara-cara untuk lebih menarik wisatawan Muslim, terutama mereka yang berasal dari kelompok berpendapatan tinggi. Berikut beberapa fakta tentang pariwisata halal.

Apa itu pariwisata halal?
Frasa ini dibuat untuk mengacu pada kebiasaan dan harapan-harapan wisata khusus wisatawan Muslim. Pada dasarnya, muslim menginginkan layanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan mereka, seperti restoran yang menyediakan daging halal dan hotel dengan tempat shalat tersendiri.

Siapa saja wisatawan halal?
Kemungkinan, siapapun yang beragama Islam. Dalam hal kewarganegaraan, permintaan pariwisata jenis ini umumnya berdatangan dari Indonesia (rumah bagi populasi Muslim terbesar dunia), Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Pelancong asal Afrika Utara juga merupakan pasar klien yang cukup besar.

Harapan khusus apa saja yang mereka miliki?
Terlepas dari keragaman populasi Muslim dunia, terdapat beberapa fasilitas dan layanan tertentu yang mungkin diharapkan kebanyakan Muslim di manapun. Secara umum, wisatawan halal mencari restoran yang menyediakan daging halal dan tidak menyediakan alkohol. Mereka juga mungkin berharap menemukan ruang shalat khusus di hotel, atau paling tidak disediakan sajadah untuk digunakan di kamar. Umat Muslim yang lebih konservatif mungkin juga mencari kolam renang atau pantai yang terpisah antara pria dan wanita. Terakhir, mereka mungkin cenderung lebih tertarik pada kegiatan dan tamasya dengan tema agama dan budaya Islam.

Mana saja tujuan wisata terpopuler?
Berdasarkan Indeks Wisata Muslim Eropa HTC, pelancong Muslim paling sering memilih Perancis (30%) sebagai pilihan tujuan di benua tersebut. Inggris dan Italia mengikuti di posisi kedua (28%), dilanjutkan oleh Jerman dan Turki di posisi ketiga (26%). Meski begitu, tentu saja terdapat ketersediaan lebih tinggi layanan untuk pelancong halal di negara-negara di mana Islam lebih tersebar, seperti Turki, Dubai, dan Qatar.

Perusahaan apa yang mengkhususkan pada pariwisata halal?
Agen perjalanan yang melayani klien Muslim telah bermunculan di internet dalam tahun-tahun belakangan. Ada Halal Booking, Muslim Tripper, Halal Trip, dan Sun Sea & Halal, juga lain sebagainya. Semua perusahaan ini memiliki satu kesamaan: mereka menjual paket liburan yang dijamin sejalan dengan prinsip-prinsip keagamaan Islam. Yang juga perlu diperhatikan adalah Crescentrating, otoritas dan konsultan pariwisata halal.

Seberapa besar industrinya?
Tahun lalu, pasar pariwisata halal dunia bernilai sekira $140 miliar (Rp1.676 triliun), juga berdasarkan data dari penyelenggara HTC. Ini mewakili sekitar 13 persen total pengeluaran wisatawan dunia. Pada 2020, pendapatan dari sektor ini diharapkan mencapai $192 miliar (Rp2.298 triliun).

Leave a Reply
<Modest Style