Modest Style

Satu juta Muslim akan mengunjungi Jepang pada 2020

,
JAPAN-TOURISM-RELIGION-ISLAM
Wisatawan Muslim Thailand menikmati sajian bersertifikasi halal di sebuah restoran barbekiu di Tokyo. Pengunjung Muslim ke Jepang diperkirakan akan mencapai satu juta per tahun pada tahun 2020. ©AFP PHOTO / Yoshikazu TSUNO

Pengunjung Muslim ke Jepang diperkirakan mencapai satu juta per tahun pada tahun 2020, tiga kali lipat angka tahun 2013, dengan semakin terbukanya Jepang terhadap wisatawan, ungkap sebuah agen wisata ahli.

CrescentRating yang berpusat di Singapura, yang menjajakan wisata “halal” atau Islami, menyebutkan bahwa Asia Tenggara akan menjadi sumber utama wisatawan Muslim setelah Tokyo mempermudah persyaratan visa.

Pengunjung Muslim yang tiba di Jepang tumbuh rata-rata 7,2 persen dari 2004-2014 dan angka ini kemungkinan mengalami peningkatan hingga rata-rata 18,7 persen dalam tujuh tahun mendatang, ujar perusahaan tersebut sebelum konferensi wisata halal yang diselenggarakan di Tokyo sejak hari Senin.

“Pendorong utamanya adalah penghapusan persyaratan visa untuk negara-negara ASEAN dan peningkatan kesadaran atas potensi pasar wisata halal pada industri wisata Jepang,” ujar kepala eksekutif CrescentRating Fazal Bahardeen, yang berbicara pada konferensi tersebut.

Pada bulan Juni, Jepang mengumumkan bebas visa masuk untuk 15 hari bagi warga Indonesia dan persyaratan yang longgar untuk warga Malaysia serta Thailand. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia dan Malaysia memiliki populasi Muslim yang dominan.

Menurut Fazal, pada tahun 2013, tiga pasar wisatawan Muslim ke Jepang terbesar adalah Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menetapkan perkembangan pariwisata sebagai bagian penting pemerintahannya.

Karun Budhraja, wakil presiden pemasaran dan komunikasi perusahaan di sebuah perusahaan teknologi dan pemesanan wisata Amadeus Asia Pacific, menyatakan bahwa pariwisata juga akan mengalami peningkatan dengan diadakannya Olimpiade 2020 di Jepang.

“Langkah positif yang dilakukan Jepang tahun lalu adalah dengan memperkenalkan pembebasan visa bagi sekitar 66 negara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia, yang semuanya memiliki populasi Muslim,” ujar Sudhraja pada AFP.

Fazal menyebutkan bahwa masih banyak yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pariwisata Muslim di Jepang, namun Jepang “harus terus memastikan bahwa pertumbuhan jasa dan fasilitas yang stabil terus dilakukan untuk wisatawan Muslim”.

Jepang merupakan negara homogen yang besar dengan hanya sekitar 100.000 warga menjalankan ibadah sebagai Muslim. Sementara umat Muslim memiliki kebutuhan khusus saat bepergian, termasuk restoran yang menyajikan makanan halal dan ruang shalat di bandara, pusat perbelanjaan, dan hotel.

Fazal mengatakan bahwa pengeluaran wisatawan Muslim sedunia diperkirakan mencapai $200 miliar pada tahun 2020, atau sekitar 13,5 persen dari total dunia, naik dari angka $140 miliar pada 2013.

Leave a Reply
<Modest Style