Modest Style

Berwisata ke Venesia

,

Dikenal juga sebagai kota cinta, kota Italia romantis ini amat memikat untuk dikunjungi. Oleh Sahar Deshmukh.

[Not a valid template]

Entah makanan, bahasa, keindahan panorama, atau budaya, segala sesuatu tentang Italia selalu menggugah minat saya. Tidak aneh saya dan suami memilih Venesia sebagai tujuan berlibur kami baru-baru ini. Saya selalu merasa penasaran dengan kota indah ini yang dikelilingi oleh air, dan disebut-sebut sebagai tempat yang romantis.

Berjarak sekira dua setengah jam dari Inggris, penerbangan kami cukup singkat dan menyenangkan. Kami tiba di Italia menjelang sore di Bandara Marco Polo. Dengan menumpang bis selama 20 menit dari luar bandara, kami tiba di Piazzale Roma dan dari sana menumpang taksi air menuju hotel.

Pada pagi pertama, kami menuju Pulau Murano untuk mengunjungi pabrik kaca. Kaca Murano dalam bentuk lampu gantung, perhiasan, maupun benda seni lain terkenal di seluruh dunia. Kami ditawari naik perahu cepat dengan gratis ke pulau tersebut, yang kami terima dengan penuh skeptisisme, karena berpikiran akan dipaksa membayar di tujuan. Yang melegakan, kami hanya diharuskan membayar masing-masing Rp 80.000 untuk menyaksikan demo pembuatan kaca – jauh lebih baik daripada berbagai cerita horor yang kami baca di internet. Kemudian kami diarahkan ke museum oleh pemandu untuk melihat seluruh karya kaca Murano yang dipamerkan, yang semuanya sangat indah.

Selanjutnya, kami menuju Pulau Burano, yang penuh dengan bangunan berwarna terang. Kekhasan Burano adalah kain dan renda mereka, jadi jika Anda mencari oleh-oleh manis seperti scarf atau payung berenda, di sinilah tempatnya. Sepanjang sisa hari, kami menjelajahi pasar di dekat Jembatan Rialto. Di tempat inilah Anda dapat menemukan oleh-oleh, perhiasan Murano, dan berbagai cemilan manis dan asin setempat berharga murah. Anda akan banyak berjalan-jalan di sini, maka Anda perlu sepatu yang nyaman.

Jika Anda lebih tertarik pada bangunan bersejarah, maka Anda akan menikmati kunjungan ke Istana Doge. Terletak di Lapangan Santo Markus, istana yang dialihfungsikan sebagai museum ini merupakan mahakarya arsitektur Gotik. Dulunya merupakan pusat politik Venisia, namun kini merupakan salah satu atraksi utama di Venesia. Ikuti tur mengelilingi Istana Doge untuk melihat berbagai ruangan yang digunakan untuk keperluan administratif, dan nikmati lukisan minyak besar yang menghiasi langit-langit dan tembok serta bangunan yang rumit.

Tidak jauh dari Istana Doge, Anda akan menemukan Basilika Santo Markus, sebuah monumen unik dengan interior megah yang penuh dengan mosaik yang menggambarkan kisah Perjanjian Lama dan Baru dari Injil, juga kisah tentang San Marco. Meski jalan masuk menuju Basilika bebas biaya, Anda dapat membayar biaya tambahan untuk dapat melihat pemandangan Lapangan Santo Markus dari teras.

Kami menginginkan sesuatu yang berbeda dari museum dan galeri seni, maka kami berjalan-jalan menuju Lido, yang berjarak beberapa halte bis dari Lapangan Santo Markus. Lido merupakan daya tarik utama dari perjalanan ini. Dikelilingi rumah-rumah indah, Lido merupakan tempat yang harus dikunjungi jika Anda ingin menjauh dari keramaian. Bersepedalah di sekitar wilayah tersebut atau berjalanlah menuju pantai untuk bersantai, atau bersantaplah di salah satu dari banyak restoran di wilayah tersebut untuk mengakhiri perjalanan Anda.

Makanan di Venesia sangat nikmat. Segala sesuatu mulai dari pasta, pizza hingga roti isi sederhana merupakan kenikmatan bersantap. Cobalah makanan penutup, cokelat, serta jangan lupakan gelato khas Italia. Dengan rasa-rasa seperti keju mascarpone, kopi, dan mangga, selalu ada rasa untuk setiap selera. Namun yang melengkapi perjalanan saya adalah tiramisu bebas alkohol… sebuah kenikmatan sempurna!

Leave a Reply
<Modest Style