Modest Style

Wisata Santai, Wisata Bahagia

,

Terlalu terburu-buru mengunjungi semua atraksi wisata dapat merampas aspek santai liburan Anda, tulis Klaudia Khan.

0102-WP-Travel-by-Klaudia-SXC-sm
Foto: SXC

Apakah Anda pernah merasa bahwa liburan anda terlalu… melelahkan? Ada begitu banyak yang harus dilakukan dan begitu banyak untuk dilihat, sehingga tak tersisa satu menit pun untuk meninggalkan jadwal liburan untuk sekedar beristirahat dan bersantai. Padahal bukankah hari libur seharusnya hanya untuk bersantai ?

Tahun lalu, saat bepergian dengan keluarga saya di antara rumah kami di Inggris dan Pakistan, kami memutuskan untuk singgah di Istanbul. Kami memberikan diri kami tiga hari untuk dihabiskan di kota ini dan kami benar-benar ingin melihat segalanya. Ada begitu banyak untuk dilihat dan dilakukan di Istanbul: istana Ottoman dan masjid-masjid, sisa-sisa artefak Bizantium di museum, pasar-pasar yang indah, pemandian Turki, tempat minum kopi dan laut… daftar ini terus berlanjut. Mengunjungi semuanya tidaklah mungkin, jadi kami hanya memilih melihat-lihat atraksi yang terletak di kota.

Tapi tetap saja, jadwal kami begitu penuh sehingga kami terus memeriksa jam tangan kami ketika menjelajahi Hagia Sophia atau melihat-lihat kios-kios di Grand Bazaar untuk memastikan bahwa kami tidak tertinggal di belakang rencana kami. Alih-alih menikmati liburan, kami malah stres dan berharap kami bisa pulang untuk beristirahat .

Anak-anak kami tidak terlalu menikmati diburu-buru dari satu obyek wisata ke obyek yang lain, padahal sebagian besar dari tempat-tempat ini tidak memiliki signifikansi apapun bagi mereka. Jadi untuk menghentikan rengekan mereka, kami membiarkan mereka bermain sejenak di halaman rumput Istana Topkapi sementara kami duduk dan sedikit beristirahat. Pengalaman ini ternyata menjadi salah satu kenangan terbaik kami dari perjalanan ini. Putri saya menemukan biji pinus di rumput dan biji ini menjadi suvenir Turki favorit saya dibandingkan lampu Turki, kaligrafi, perhiasan atau bahkan foto-foto yang kami ambil selama perjalanan.

Liburan tak terencana, yang kami pikir kami tidak ada waktu melakukannya, ternyata baik bagi kami semua: kami menikmati hanya duduk-duduk di atas rumput dan melupakan ketegangan mencentang kotak pada daftar rencana liburan kami, sementara anak-anak bisa berjalan-jalan di sekeliling kami dan bermain.

Ketika merencanakan liburan ke tempat-tempat baru, saya sering membuat kesalahan dengan menjadwalkan hari saya begitu padat dengan acara wisata sehingga tersisa sedikit waktu untuk istirahat. Saya yakin saya bukan satu-satunya orang yang membuat kesalahan semacam itu. Adik ipar saya misalnya, berkata kepada saya bahwa pergi berlibur sebenarnya membuatnya lebih lelah karena keluarganya akan bangun pagi-pagi untuk memulai satu hari penuh tamasya. Mereka hanya akan datang kembali ke hotel sore hari untuk beristirahat sebelum memulai hari lain yang penuh aktifitas kembali. Jika dihabiskan dengan cara ini, liburan terasa lebih seperti lomba lari dibandingkan aktivitas bersantai.

Saya telah belajar bahwa liburan bukanlah tentang melihat semua bangunan kuno yang ada dan pergi ke semua tempat wisata yang direkomendasikan dalam panduan perjalanan. Untuk menikmati liburan sepenuhnya, lebih baik untuk memilih beberapa kegiatan yang bisa memberi kita cita rasa terbaik dari tempat yang kita kunjungi, dan jadwalkan sepenggal waktu santai hanya untuk jalan-jalan santai, mencicipi masakan lokal tanpa terburu-buru, menonton matahari terbenam, mengobrol dengan orang-orang yang kita temui dan bermain dengan anak-anak kita .

Selain itu seringkali, bukanlah tempat wisata utama yang kita temukan paling menarik selama perjalanan kita, melainkan tempat-tempat lain yang kita temukan secara kebetulan. Kadang-kadang, membiarkan diri tersesat di tempat baru bisa jadi cara terbaik untuk menjelajahinya. Perjalanan yang lebih lambat bisa jadi tidak hanya lebih menyenangkan, tetapi juga dapat memungkinkan kita untuk lebih menyerap pengalaman. Melihat dan merasakan juga akan memudahkan kita memasuki suasana liburan yang tepat. Pada akhirnya, bukan tujuan yang paling penting, tapi bagaimana kita bisa menghabiskan waktu kita dengan cara yang santai namun produktif.

Filsuf Cina terkenal Lao Tzu pernah berkata: “Seorang pelancong yang baik tidak memiliki rencana tetap dan tidak berencana untuk tiba.” Jadi lain kali Anda pergi ke suatu tempat, cobalah untuk sekedar mengeksplorasi dan menemukan hal yang tidak Anda ketahui sebelumnya. Rencanakanlah liburan yang tak terencana dan nikmatilah perjalanan Anda!

Leave a Reply
<Modest Style