Modest Style

Terungkap Sudah Rahasia Sarang Lebah

,
Sarang madu lebah liar yang dibangun di serasah desa Spala, Polandia. AFP Photo / Wojek Radwanski
Sarang madu lebah liar yang dibangun di serasah desa Spala, Polandia. AFP Photo / Wojek Radwanski

PARIS, 16 Juli 2013 (AFP)—Selama ribuan tahun, para ilmuwan mengagumi kehebatan teknik pembuatan sarang lebah.

Setiap sel lilin di dalamnya merupakan heksagon sempurna, di mana keenam seginya yang sangat tipis tidak hanya menyediakan kekuatan pada struktur sarang tapi juga merupakan cara paling cerdas untuk menyimpan madu.

‘Berdasarkan pertimbangan geometris tertentu, (lebah) tahu bahwa heksagon (segi enam) lebih hebat dari segi empat dan segitiga serta dapat memuat lebih banyak madu per jumlah lilin yang diperlukan untuk membuat sarang,’ tulis ahli geometri Yunani abad ke-4, Pappus dari Alexandria.

Bagi Charles Darwin, sarang lebah ‘benar-benar sempurna dalam menghemat tenaga kerja dan pemakaian lilin.’

Tapi bagaimana cara lebah membangun sarangnya?

Jawabannya adalah, menurut sebuah penelitian baru, sel-sel tersebut pada awalnya tidak langsung berbentuk segi enam melainkan lingkaran.

Sedikit demi sedikit sel-sel itu membentuk heksagon aikbat aliran pelan lilin, yang berubah menjadi semicair oleh panas yang berasal dari lebah pekerja golongan khusus.

Jawaban ini dikemukakan oleh kelompok tiga ilmuwan di Inggris dan Cina yang dipimpin oleh Bhushan Karihaloo dari Cardiff University.

Mereka mengamati apa yang terjadi setelah serpihan lilin ditarik dari tubuh lebah pencari makan oleh lebah ahli yang bertugas membangun sarang.

Dengan giat, lebah-lebah ini bekerja bahu-membahu dalam tabung-tabung melingkar yang letaknya bersebelahan dan berseberangan, yang dibangun di sekeliling mereka.

Mereka meremas serpihan lilin dan memadatkannya ke tempatnya di dekat pertemuan tiga lempeng silinder-silinder mungil berukuran enam milimeter.

Panas yang berasal dari para lebah pekerja serta sifat fisik lilin lalu melanjutkan proses yang diperlukan.

Pada suhu sekitar 45 derajat Celcius, lilin mulai mengalir perlahan sebagai cairan yang kental dan elastis.

Di pertemuan tiga lempeng, tegangan permukaan menyebabkan lilin meregang seperti gulali. Lilin ini akhirnya meletus ke atas dan membentuk titik kecil yang menjadi ‘sudut’ heksagon.

Selama proses tersebut, dinding-dinding sel terus meregang. Pada akhirnya, dinding-dinding sel yang bersebelahan itu pun melebur dan melurus, membentuk heksagon yang sempurna.

Meskipun teka-teki pembuatan sarang lebah telah dipecahkan melalui kombinasi fisika dan matematika, para ilmuwan masih terpesona mengakui kehebatan serangga yang membangunnya.

‘Kita tidak bisa mengabaikan atau tidak mengagumi peran yang dimainkan lebah dalam proses memanaskan, meremas dan menipiskan lilin persis di tempat yang diperlukan,’ ujar penelitian yang dipublikasikan pada Journal of the Royal Society Interface di Inggris itu.

Baca juga: Madu: Obat Bertuah yang Sedap di Lidah

 

Leave a Reply
<Modest Style