Percobaan “telepati” berhasil mengirim pesan dari India ke Perancis

,
WP-Telepathy-Pixabay
“Apakah kita memikirkan hal yang sama?” (Gambar: Pixabay)

WASHINGTON (AFP) – Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengirimkan pesan sederhana dari satu orang ke orang lainnya tanpa kontak antara keduanya, yang terpisah ribuan mil dari satu sama lain.

Penelitian yang dipimpin oleh para ahli di Harvard University memperlihatkan teknologi bisa digunakan untuk memindahkan informasi dari otak seseorang ke otak orang lainnya meski, seperti dalam kasus ini, jika mereka terpisah ribuan mil jauhnya.

“Ini semacam realisasi teknologis dari telepati mimpi, namun ini sama sekali tidak ajaib,” Giulio Ruffini, seorang ahli fisika teoritis dan rekan penulis penelitian ini, menyebutkan pada AFP melalui sambungan telepon dari Barcelona.

“Kami menggunakan teknologi untuk berinteraksi secara elektromagnetis dengan otak.”

Untuk percobaan ini, satu orang yang mengenakan elektroensefalogram atau EEG nirkabel yang terhubung ke internet akan memikirkan sapaan sederhana, seperti “hola,” atau “ciao.”

Sebuah komputer menerjemahkan kata-kata tersebut ke dalam kode biner digital, yang berbentuk rangkaian angka 1 dan o.

Kemudian, pesan ini dikirimkan dengan surel dari India ke Perancis, dan disampaikan melalui robot ke penerima, yang melalui stimulasi otak non-invasif bisa melihat kelip cahaya di penglihatan tepi mereka.

Para subjek yang menerima pesan ini tidak mendengar atau melihat kata-kata tersebut, namun mampu menyampaikan kelipan cahaya yang sesuai dengan pesannya.

“Kami ini mencari tahu apakah kita bisa berkomunikasi langsung antara dua orang dengan membaca aktivitas otak dari satu orang dan memasukkan aktivitas tersebut ke orang kedua, dan melakukannya menyeberangi jarak fisik yang jauh dengan menggunakan jalur-jalur komunikasi yang ada,” ujar rekan penulis Alvaro Pascual-Leone, profesor neurologi di Sekolah Kedokteran Harvard.

“Salah satu jalur yang ada, jelas, adalah internet, jadi pertanyaan kami menjadi, “Dapatkah kami mengembangkan sebuah percobaan yang akan melampaui bagian berbicara atau menulis di internet dan mendirikan komunikasi langsung otak-ke-otak antara para subyek yang berlokasi jauh dari satu sama lain di India dan Perancis?”

Ruffini menambahkan bahwa ketelitian ekstra dilakukan untuk memastikan tidak ada informasi sensoris yang terbawa yang bisa mempengaruhi penerjemahan pesan.

Para peneliti telah berupaya mengirimkan pesan dari satu orang ke orang lainnya selama sekira sepuluh tahun, dan bukti prinsip yang dilaporkan dalam jurnal PLOS ONE masih belum sempurna, ia memberitahu AFP.

“Kami harap dalam jangka waktu yang lebih panjang hal ini bisa mengubah cara kita berkomunikasi dengan satu sama lain secara radikal,” said Ruffini.

Leave a Reply
Aquila Klasik