Modest Style

Pasaraya luncurkan pusat busana muslim Al Madina

,

Pusat perbelanjaan di bilangan Blok M, Jakarta Selatan ini menghadirkan sebuah concept store busana Muslim yang menghadirkan koleksi terbaru para perancang tersohor Indonesia. Selengkapnya oleh Najwa Abdullah.

[Not a valid template]

Seiring perkembangan industri busana muslim di Indonesia, makin banyak pusat perbelanjaan yang menjual aneka variasi busana muslimah. Namun, hingga saat ini sepertinya hanya concept store satu ini yang menampilkan berbagai koleksi teranyar desainer papan atas secara lengkap.

Hadir di Pasaraya Blok M, Al Madina merupakan Muslim specialty store yang dirancang khusus untuk menghadirkan ragam karya busana muslim sejumlah desainer terkemuka tanah Al Madina baru-baru ini secara resmi diperkenalkan kepada publik yang menyuguhkan parade fashion show dari koleksi 60 desainer terdepan Indonesia.

Dalam jumpa pers dan peluncuran yang digelar tanggal 10 Juni lalu, Medina Latief Harjani, Presiden Direktur Pasaraya menyampaikan, “Berkembangnya berbagai tren fesyen busana Muslim yang semakin variatif, unik, berani dalam pilihan bahan, warna dan corak menjadi inspirasi utama bagi Pasaraya untuk menghadirkan pusat fesyen busana muslim Al Madina dengan koleksi dan pilihan terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.”

Dengan konsep pusat belanja busana muslim yang bergengsi dan selektif, diharapkan Al Madina dapat menjadi sebuah ajang untuk memamerkan karya fesyen Indonesia.

Dalam pagelaran busana meriah yang digelar, hadir beberapa desainer dan tokoh wanita Muslim terkemuka seperti Dewi Motik dan Ida Royani.

Sebagai pelopor busana Muslim kontemporer Indonesia di tahun 70-an, Ida Royani mengatakan bahwa ia sangat senang dengan kemajuan fantastis industri fesyen Muslim saat ini, terlebih dengan adanya Al Madina.

“Dulu masih sulit untuk menenukan busana Muslim di pasaran dan saya harus merancang sendiri baju-baju Muslim yang fashionable untuk saya saat itu, karena memang masih jarang perempuan yang berhijab,” jelas Ida.

Berangkat dari pengalaman berhijabnya yang dilatarbelakangi oleh pendalaman agama melalui Al-Qur’an dan Hadits, Ida menceritakan bagaimana ia membuat konsep dan rancangan busana Muslim kontemporer.

“Pertama kali, saya memperkenalkan kaftan, hoodie, dan gamis modern kepada wanita Indonesia lewat rancangan saya. Walaupun pada awalnya saya banyak mendapatkan kritik karena memakai warna dan desain mencolok, saya tetap konsisten untuk berkarya.”

Dengan pengalamannya berkecimpung selama puluhan tahun di industri fesyen Muslim, Ida Royani menjelaskan bahwa desain-desain yang bermunculan saat ini sebenarnya pengulangan dan modifikasi dari desain yang sejak dulu ada. Hanya saja saat itu publikasinya masih belum semeriah media massa sekarang yang semakin menyorot industri fesyen Muslim.

Di peluncuran Al Madina, Ida Royani memperkenalkan koleksi hijab terbarunya untuk bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Di ajang fashion show tersebut juga hadir koleksi busana muslim dari 60 desainer ternama, antara lain Arzetty Bilbina, Anne Rufaidah, Ade Listiani, Ahmad Zaki, Boyonz Ilyas, Corrie Kastubi, Dian Pelangi, Dimas Mahendra, Etty Bachir, Irna Mutiara, Malik Moestaram, Monika Jufry, Nuniek Mawardi dan Stephanus Hamy.

Dalam mempertahankan kiprahnya di dunia fesyen Muslim yang semakin disarati desainer muda, Ida Royani mantap mengatakan bahwa rancangannya memiliki tempat tersendiri di hati konsumen karena karakternya yang kuat serta kualitas dan komitmen tinggi terhadap pakem-pakem agama Islam.

“Mungkin hal yang perlu diperbaiki para desainer muda saat ini adalah [menjaga] kesesuaian pakaian dengan norma agama Islam. Saya masih sering melihat rancangan yang terlalu ketat dan tipis. Sebaiknya hal ini dihindari,” tuturnya di akhir acara.

Leave a Reply
<Modest Style