Modest Style

Aljazair bantah puasa penyebab kekalahan Piala Dunia

,
aljazair
Kiper Rais M’Bolhi menegaskan bahwa Aljazair tidak kalah karena pemainnya menjalani puasa Ramadhan. AFP Photo / Kirill Kudryavtsev

PORTO ALEGRE, 1 Juli 2014 (AFP) – Kiper Aljazair Rais M’Bolhi menegaskan bahwa kekalahan 2-1 dengan perpanjangan waktu yang diderita timnya dalam pertandingan menghadapi Jerman tidak disebabkan oleh rekan timnya yang menjalani puasa Ramadhan saat Serigala Gurun tersebut pergi meninggalkan Piala Dunia.

Permainan terbaik yang diperlihatkan M’Bolhi berulang kali menggagalkan serangan tajam Jerman dalam waktu normal sebelum Andre Schuerrle dan Mesut Ozil mencetak skor dalam gol perpanjangan waktu yang menentukan hasil babak 16 besar tersebut.

Aljazair memberikan balasan yang pantas di Porto Alegre tepat sebelum peluit final yang memberi harapan singkat melalui pemain pengganti Abdelmoumene Djabou.

Setelah melawan Jerman dengan determinasi kuat selama 90 menit tanpa gol, Aljazair mengalami kelelahan pada perpanjangan waktu, namun M’Bolhi menyatakan bahwa Ramadhan bukan penyebabnya.

Mayoritas anggota tim dikabarkan menjalani puasa Ramadhan, yang dimulai pada hari Sabtu, dan hanya memiliki kesempatan minum air di akhir babak pertama.

“Tidak, saya rasa bukan itu penyebabnya, kami siap bermain selama yang dibutuhkan, tidak ada yang percaya kami dapat memberikan penampilan seperti itu,” tegas M’Bolhi.

“Bukan masalah fisik, semuanya sehat dan siap bermain, kami hanya kebobolan dua gol terlambat.

“Ini merupakan pertanyaan pribadi, hal ini adalah antara kami dan Tuhan, saya rasa saya tidak perlu memberikan jawaban, Ramadhan adalah urusan pribadi.”

Kebanyakan perbincangan pra pertandingan adalah menyangkut balas dendam Aljazair lebih dari tiga decade setelah ‘Aib Gijon’ saat kemenangan seimbang 1-0 Jerman atas Austria menyebabkan kepulangan Aljazair pada Piala Dunia 1982.

Namun Jerman terus maju hingga babak berikutnya menghadapi Perancis yang memulangkan negara Afrika Utara ini, yang mencapai babak 16 Piala Dunia untuk pertama kalinya.

“Kami sangat kecewa, karena ada sesuatu yang seharusnya bisa kami dapatkan dari pertandingan ini,” ujar M’Bolhi.

“Kami adalah bagian dari sejarah sepakbola Aljazair. Tidak ada tim lain yang mencapai sejauh ini sebelumnya dan kami memperlihatkan bahwa kami dapat bermain seimbang pada level tertinggi.

“Kami sangat ingin mengembangkan ini dan terus maju.”

Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic tidak dapat menghadiri konferensi pers pasca pertandingan di tengah rumor yang menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri setelah Piala Dunia.

“Memang ada rumor yang beredar, namun kami harus berterima kasih padanya atas segala yang telah ia lakukan,” ujar bek veteran Madjid Bouguerra.

“Ia menerima tim ini saat tim sedang lemah-lemahnya dan telah memberikan kepercayaan diri pada kami, kami semua akhirnya mengecupnya dan jika ia memang pergi, ia harus mendapat penghargaan.

“Ya, kami kecewa, namun kami bangga atas pencapaian kami di Piala Dunia ini.”

Leave a Reply
<Modest Style