Modest Style

Model Kulit Hitam Memprotes Rasisme di Fesyen Brazil

,
Anggota dari organisasi Educafro memprotes untuk menuntut peningkatan jumlah model fashion berkulit hitam selama Rio Fashion Week pada 7November 2013 di Rio de Janeiro, Brasil. AFP Photo/Antonio Scorza
Anggota dari organisasi Educafro memprotes untuk menuntut peningkatan jumlah model fashion berkulit hitam selama Rio Fashion Week pada 7November 2013 di Rio de Janeiro, Brasil. AFP Photo/Antonio Scorza

RIO DE JANEIRO, 7 November 2013 (AFP) – Sekitar 40 model kulit hitam, kebanyakan dari mereka perempuan, telah melakukan protes telanjang dada di Rio de Janeiro menentang rendahnya kehadiran etnis Afro-Brasil di pentas peraga fashion.

“Apa yang mengejutkan Anda, rasisme Anda atau saya?” tulis salah seorang demonstran perempuan di dadanya selama protes Rabu bertepatan dengan Rio Fashion Week.

Demonstrasi itu juga bertepatan dengan penandatanganan kesepakatan antara penyelenggara Pekan Fashion dan kantor ombudsman Rio yang menetapkan kuota 10 persen untuk model berkulit hitam dalam peragaan busana, situs berita G1 melaporkan.

“Perjanjian ini menjadi puncak sebuah prakarsa bersama yang dapat membuka ruang yang belum ada,” kata Moises Alcuna, juru bicara Educafro, sebuah kelompok hak-hak sipil yang memperjuangkan hak-hak buruh dan pendidikan bagi orang kulit hitam dan orang-orang pribumi.

Lebih dari setengah dari 200 juta populasi Brasil adalah orang keturunan Afrika, penduduk kulit hitam terbesar kedua di dunia setelah Nigeria.

Tapi kalangan etnis Afro-Brasil mengeluhkan diskriminasi rasial yang meluas.

“Jika kita membeli pakaian, mengapa tidak bisa kita berparade di peragaan (busana),” tanya model 15 tahun yang ambil bagian dalam protes tersebut. “Apakah itu berarti bahwa hanya perempuan kulit putih yang dapat menjual dan sisanya dari kita hanya bisa membeli?”

“Mengaku menampilkan fashion Brasil tanpa kehadiran orang Brasil betulan menunjukkan fashion Brasil (hanya) dengan model kulit putih,”kata Jose Flores, mantan model berusia 25 tahun yang sekarang bekerja di bidang periklanan.

Setelah 13 tahun perdebatan, Presiden Dilma Rousseff tahun lalu menandatangani undang-undang kontroversial yang memberikan hak setengah dari kursi di perguruan tinggi federal untuk siswa sekolah umum, dengan prioritas diberikan kepada etnis Afro-Brasil dan masyarakat adat.

Pada bulan Juni 2009, Sao Paulo Fashion Week (SPFW) – ajang mode utama di Amerika Latin – untuk pertama kalinya menetapkan kuota persyaratan setidaknya 10 persen dari model berkulit hitam atau pribumi.

Sebelumnya, hanya segelintir model hitam tampil di antara sekitar 350 model yang lalu lalang di pentas peraga – biasanya kurang dari tiga persen.

Namun pada tahun 2010, kuota 10 persen telah dihapus, setelah jaksa konservatif menganggap hal ini tidak konstitusional.

Leave a Reply
<Modest Style