Modest Style

Minim Model Kulit Gelap, Perhelatan Fashion Week Dituding Rasis

,
Kedua foto ini menampilkan model Inggris Naomi Campbell (kiri) dan model kelahiran Somalia, Iman. AFP Photo / Martin Bureau
Kedua foto ini menampilkan model Inggris Naomi Campbell (kiri) dan model kelahiran Somalia, Iman. AFP Photo / Martin Bureau

PARIS, 22 September 2013. Oleh Helen ROWE, Caroline TAIX (AFP) – Paris Fashion Week 2013 akan dimulai Selasa (24/9), menyusul kritik keras Iman dan Naomi Campbell terhadap industri fashion dunia perihal minimnya keberadaan model berkulit gelap di atas panggung.

Bekerja sama dengan mantan model yang kini menjadi aktivis, Bethann Hardison, Iman dan Campbell, dua dari sosok paling terkenal di dunia fashion, telah meluncurkan kampanye mereka awal bulan ini.

Ketiganya mengutuk beberapa rumah mode yang hanya memakai ‘satu atau tidak sama sekali model dengan kulit berwarna’ dalam peragaan busana mereka, menuding hasilnya adalah ‘rasisme’, walaupun tidak disengaja.

Iman, Campbell dan Hardison pun menyebutkan puluhan label yang mereka anggap paling rasis, di antaranya Calvin Klein, Donna Karan dan Marc Jacobs.

‘Perhatian kami tertuju pada industri ini, yang musim demi musim hanya menyaksikan rumah-rumah mode konsisten memakai satu atau tidak sama sekali model dengan kulit berwarna,’ ujar mereka dalam surat terbuka yang ditujukan kepada para penyelenggara perhelatan akbar fashion week di New York, Paris, London dan Milan.

‘Apa pun maksudnya, hasilnya adalah rasisme. Tidak menerima model lain berdasarkan warna kulit mereka jelas melanggar estetika…’ tulis ketiganya.

‘Hal ini tidak lagi dapat diterima, atau disamaratakan dengan penggunaan model Asia,’ tambah mereka, merujuk pada keprihatinan bahwa langkanya keberadaan model berkulit gelap di atas panggung kerap luput dari perhatian karena kehadiran model-model berkulit pucat dari Asia.

Sebelum fashion week berlangsung di New York, ketiganya sempat muncul di sejumlah acara TV Amerika Serikat untuk menyuarakan keprihatinan mereka. Model kelahiran Somalia, Iman (58), mengingatkan bahwa semakin lama masalah ini bukannya membaik, malah semakin parah.

‘Ada lebih banyak model berkulit gelap yang bekerja pada saat itu (sekitar era 1970-an) daripada tahun 2013,’ ujarnya dalam acara Good Morning America.

‘Ada saat di mana diam sama sekali bukan jawaban. Apabila pembicaraan tidak bisa dilakukan secara terbuka, maka otomatis ada yang salah dengan industri ini,’ tambahnya.

Tuduhan ketiganya menjadi isu yang dicurigai telah gagal untuk diselesaikan, dan karenanya merupakan pukulan telak bagi industri fashion.

Ketiga wanita tersebut menegaskan mereka akan memantau pekan mode tahun ini untuk melihat tanda-tanda perbaikan.

Peragaan busana Calvin Klein pada New York Fashion Week, yang berakhir 12 September lalu, pada akhirnya menyertakan lima model berkulit gelap dalam ke-35 koleksi yang dipamerkan. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan dengan peragaan musim lalu yang hanya menyertakan satu, atau bahkan tidak sama sekali, model berkulit gelap.

Namun, Didier Grumbach, ketua Federasi Busana-Siap-Pakai dan Haute Couture Perancis, mengatakan dia merasa tuduhan tersebut tidak tepat.

‘Kami menyelenggarakan 100 peragaan busana yang mewakili 22 kebangsaan yang berbeda. Saya tidak melihat adanya alasan untuk menuduh kami melakukan rasisme,’ tutur Grumbach kepada AFP sebelum pekan mode di Paris berlangsung.

Menurut para desainer dan agen model, memang ada sejumlah kecil model berkulit gelap yang sering diminta dan karenanya sulit untuk didapatkan.

Sementara itu, koleksi busana siap pakai untuk spring/summer 2014 yang paling ditunggu-tunggu minggu ini akan menyertakan peragaan-kedua bintang fashion week di New York, Alexander Wang, untuk Balenciaga menyusul koleksinya yang mendapat sambutan hangat, Februari lalu.

Selain itu, semua mata akan tertuju pada koleksi terbaru desainer Perancis Hedi Slimane setelah desainnya yang didominasi gaya grunge dari koleksi busana siap pakai wanitanya yang terakhir untuk Saint Laurent.

Bagi para kritikus, karyanya merupakan perwujudan dari seleranya yang buruk atau hanya sekadar ‘tidak mencerminkan ciri khas Yves Saint Laurent’, perancang mode terkenal yang tutup usia pada 2008.

Akan tetapi, bagi kalangan non-kritikus, Slimane, yang terkenal berkat rancangannya yang ketat dan berkesan sempit, tetap dianggap sebagai visioner.

Dengan antusias, para pengamat industri pun menantikan beberapa debut minggu ini seperti peragaan perdana oleh label Perancis Zadig & Voltaire.

Label ini didirikan pada 1997 oleh Thierry Gillier, cucu dari salah seorang pendiri Lacoste, Andre Gillier.

Desainer asal Belanda, Iris Van Herpen, yang telah menampilkan kolesi haute couture pada 2011, juga akan menggelar peragaan busana ready-to-wear-nya yang pertama.

Perancang 29 tahun itu telah berkolaborasi dengan sejumlah ilmuwan dan arsitek demi menciptakan gaya inovatif yang merefleksikan pahatan dan seni kontemporer.

Peragaan busana siap pakai Paris Fashion Week untuk spring/summer 2014 akan dimulai Selasa (24/9). Pekan mode ini akan diramaikan dengan sejumlah desainer yang baru pertama kali memamerkan rancangan mereka di atas catwalk, di antaranya Christine Phung, Cedric Charlier, Julien David dan Moon Young Hee.

Leave a Reply
<Modest Style