Modest Style

Makanan Lebih Nikmat Jika Diyakini Organik

,

Manusia merasa makanan lebih lezat jika mereka mengira makanan tersebut organik, demikian menurut temuan studi terbaru.

Seduhan organik memiliki cita rasa terbaik? Sebuah studi mengungkapkan bahwa saat disampaikan kepada orang awam bahwa kopi mereka adalah organik, mereka beranggapan rasanya lebih nikmat. ©discpicture/shutterstock.com
Seduhan organik memiliki cita rasa terbaik? Sebuah studi mengungkapkan bahwa saat disampaikan kepada orang awam bahwa kopi mereka adalah organik, mereka beranggapan rasanya lebih nikmat. ©discpicture/shutterstock.com

Para peneliti dari University of Gävle di Swedia menyajikan dua cangkir kopi yang tampak serupa kepada 44 partisipan, dan mengatakan bahwa salah satunya adalah organik. Ketika ditanyakan yang mana yang terasa lebih nikmat, kebanyakan subjek penelitian menunjuk kopi yang dianggap adalah versi organik.

“Kini makin banyak produk diberi label yang terkait moral – yakni label yang dikaitkan dengan tanggung jawab lingkungan hidup atau sosial yang menyentuh hati nurani kita – seperti label yang berisi keterangan bahwa produk ini diproduksi secara organik dan dalam sistem pasar yang adil,” tulis tim peneliti.

“Kami menunjukkan bahwa label ramah-lingkungan itu bukan sekadar memicu kesediaan untuk membayar lebih untuk produk tersebut, namun kelihatannya juga memperbaiki persepsi terhadap rasa produk itu. Siapa yang membutuhkan krim dan gula jika ada label ramah-lingkungan?”

Peneliti Patrik Sorqvist menambahkan: “Dalam kasus produk-produk tanaman pangan, seperti kopi, konsumen dapat cukup mudah membayangkan perbedaan proses produksi yang dapat mempengaruhi cita rasa, seperti penyemprotan pada tanaman.”

Studi terbaru ini, dipublikasikan online di jurnal PloS, yang dilandasi oleh hasil penelitian tim sebelumnya, menemukan bahwa orang awam percaya bahwa produk-produk organik lebih sehat dan mengandung lebih sedikit kalori.

Tahun lalu, studi berskala besar dari Stanford University di California memicu perdebatan selepas pernyataan yang menyebutkan bahwa dalam hal nutrisi, makanan dan produk organik, seperti daging, olahan susu, bisa jadi tak sebanding dengan harganya yang mahal. Ketika semua yang berlabel organik dianggap barang premium, para peneliti mengungkapkan bahwa tidak selamanya produk organik lebih sehat dan belum pasti lebih aman dibanding makanan dan produk konvensional yang dibudidayakan dengan pestisida.

Makanan organik dapat dihargai tiga kali lipat dibanding pilihan konvensional. Para konsumen rela mengeluarkan dana ekstra karena berharap akan mendapatkan makanan yang lebih sehat dan lebih padat-nutrisi.

Studi terbaru yang berbeda, dipublikasikan tahun lalu, dari Oxford University di Inggris menemukan bahwa peternakan organik kemungkinan tak lebih baik bagi lingkungan. Peneliti mengutip bahwa produk-produk organik seperti susu, sereal, dan daging babi menimbulkan emisi gas rumah-kaca yang lebih tinggi dibanding produk-produk non-organik. Meski begitu, daging sapi organik menghasilkan emisi gas yang lebih rendah.

Leave a Reply
<Modest Style