Modest Style

Selalu Lapar? Tambahkan Minyak Zaitun ke Diet Anda

,

 

Menurut penelitian terbaru, minyak zaitun yang menyehatkan jantung membuat kita merasa kenyang lebih lama daripada jenis lemak lain. ©shutterstock/Margit/shutterstock.com
Menurut penelitian terbaru, minyak zaitun yang menyehatkan jantung membuat kita merasa kenyang lebih lama daripada jenis lemak lain. ©shutterstock/Margit/shutterstock.com

Minyak zaitun sudah terkenal sebagai komponen yang menyehatkan jantung dari Diet Mediterania. Tetapi kini penelitian terbaru menemukan minyak ini mungkin memiliki manfaat di luar dugaan. Tidak seperti produk-produk makanan rendah lemak dan lemak alami lain, minyak zaitun membantu mengatur sensasi perasaan kenyang setelah makan, yang dapat menghindarkan Anda dari keinginan ngemil di antara waktu makan.

Para peneliti dari Technische Universität München (TUM) dan University of Vienna mempelajari empat jenis minyak dan lemak yang dapat dimakan: lemak babi (lard), lemak susu (butterfat), minyak kanola (rapeseed oil) dan minyak zaitun (olive oil).

Selama rentang waktu tiga bulan, setiap hari para responden penelitian menyantap 500 gram yoghurt rendah lemak yang diperkaya dengan salah satu dari empat lemak atau minyak tersebut—sebagai suplemen untuk diet normal mereka.

“Minyak zaitun mempunyai efek kenyang terbesar,” kata ketua penelitian Peter Schieberle dari TUM. “Kelompok minyak zaitun menunjukkan konsentrasi hormon serotonin (hormon kenyang) yang lebih tinggi dalam darah mereka. Secara subjektif, para responden juga melaporkan mereka merasa yoghurt minyak zaitun sangat mengenyangkan.”

Selama masa penelitian, tidak ada anggota kelompok responden yang mencatat kenaikan persentase lemak tubuh atau berat badan.

Temuan dalam penelitian ini juga mengungkapkan aroma minyak zaitun berperan untuk membuat orang merasa kenyang. Para peneliti menggunakan minyak zaitun dari Spanyol, Yunani, Italia dan Australia untuk studi mereka dan menemukan minyak asal Italia mengandung jumlah yang lebih besar dari dua senyawa aroma, heksanal dan E2-heksanal.

“Temuan kami menunjukkan aroma mampu mengatur rasa kenyang” tambah Schieberle. “Kami berharap penelitian ini akan membuka jalan bagi pengembangan produk makanan rendah lemak yang lebih efektif namun tetap mengenyangkan.”

Leave a Reply
<Modest Style