Modest Style

Mengenakan sepatu hak tinggi tanpa derita

,

Ada banyak keluhan kesehatan yang dikaitkan dengan sepatu hak tinggi. Bagaimana menghindarinya? Faizah Abdullah berbagi beberapa tips.

WP sepatu hak tinggi (Fotolia)
Gambar: Fotolia

Ketika seorang wanita menggunakan sepatu hak tinggi, ia seolah-olah merasa berubah dari seorang “upik abu” menjadi Cinderella. Kepercayaan diri pun meningkat drastis ketika berkaca dan mendapati postur tubuh yang lebih tinggi serta lebih indah. Tak heran bagi sebagian perempuan, sepatu hak tinggi merupakan salah satu hal yang paling dicintai dalam hidup.

Namun tidak jarang sepulang dari pesta atau beraktifitas seharian, perasaan cinta pun berubah menjadi benci ketika bagian pinggang terasa pegal, kaki lecet atau lutut nyeri akibat mengenakan sepatu hak tinggi terlalu lama.

Keluhan-keluhan ini memang memiliki hubungan yang kuat dengan pemakaian sepatu hak tinggi, karena saat kita berdiri tanpa alas kaki, tubuh kita membentuk sudut 90 derajat terhadap lantai. Ketika seseorang menggenakan sepatu dengan hak 2 inci, yang terjadi adalah tubuh menjadi cenderung condong ke arah depan dan membentuk sudut 70 derajat. Sehingga, untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, sebaran syaraf yang tersebar pada tubuh kita akan memberi pesan ke otak untuk melakukan penyesuaian posisi tubuh: tubuh bagian atas, yaitu bahu dan dada, ditarik ke belakang oleh tubuh. Di sisi lain, tubuh bagian bawah, yaitu panggul dan lutut, cenderung menyesuaikan posisi ini dengan menekuk ke arah depan.

Jika dilihat dari samping, memang bentuk tubuh terlihat jadi lebih indah. Tapi, yang terjadi sebenarnya adalah otot-otot pada tubuh akan bekerja lebih keras untuk menopang berat badan, sehingga terjadi penekanan pada sendi-sendi tubuh, khususnya pada tulang belakang dan lutut.

Lalu, apakah hal ini berarti bahwa kita harus putus hubungan saja dengan hak tinggi? Tidak mesti, karena ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan Anda dengan sepatu kesayangan.

1. Waktu yang tepat

Berbelanja sepatu sebaiknya dilakukan pada sore hari. Setelah seharian beraktifitas, pada sore hari kaki cenderung berada pada ukuran maksimalnya. Hal ini akan mencegah Anda membeli sepatu terlalu sempit yang biasanya akan menyebabkan Anda lebih mudah merasa kesakitan akibat lecet.

2. Sepatu yang tepat

Belilah sepatu yang nyaman, jangan terpancing membeli hanya karena ada diskon besar-besaran. Cobalah berjalan menggunakan sepatu yang Anda taksir untuk menentukan apakah ukuran sepatu sudah tepat dan apakah Anda nyaman menggunakannya.

3. Tinggi yang tepat

Penggunaan sepatu hak tinggi diatas 1 inci setiap hari akan berdampak pada kesehatan tulang belakang dan lutut. Sebaiknya, gunakanlah sepatu dengan tinggi hak tidak lebih dari 1 inci dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

4. Kenali bentuk kaki

Setiap orang terlahir dengan bentuk kaki berbeda-beda. Memilih sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki tentunya akan memberikan kenyamanan yang lebih bagi kaki Anda.

Bagi Anda yang memiliki bentuk kaki datar (flat foot) belilah sepatu yang memiliki lengkungan atau bantalan dalam sepatu. Untuk mencegah penekanan pada jari-jari kaki, hindarilah membeli sepatu berujung runcing bagi Anda yang memiliki jenis kaki lebar.

5. Manjakan kaki

Gunakan sepatu hak tinggi hanya pada acara-acara tertentu, dan gunakanlah bergantian dengan jenis sepatu lainnya. Untuk menjaga kaki tetap sehat, rendamlah kaki di air hangat setelah seharian beraktifitas dan lakukan pemijatan untuk merilekskan kembali otot-otot kaki yang tegang.

Faizah Abdullah adalah seorang fisioterapis dan dosen di Universitas Indonesia.

Leave a Reply
<Modest Style