Modest Style

Ditemukan kandungan babi pada cokelat “halal” Cadbury di Malaysia

,
Kelompok Muslim di negara tersebut menyatakan akan “segera” melaporkan Cadbury ke pihak kepolisian. AFP Photo / Leon Neal
Kelompok Muslim di negara tersebut menyatakan akan “segera” melaporkan Cadbury ke pihak kepolisian. AFP Photo / Leon Neal

KUALA LUMPUR, 27 Mei 2014 (AFP) – Produsen cokelat Cadbury menarik peredaran dua produk di Malaysia pasca ditemukannya kandungan DNA babi pada inspeksi rutin kandungan non-halal, ungkap Menteri Kesehatan S. Subramaniam kemarin. “Cadbury telah secara sukarela menarik dua produknya dari peredaran,” ujarnya pada AFP.

Pengujian dilakukan oleh pihak kementerian yang pada akhir pekan mengumumkan bahwa dua produk Cadbury memiliki kandungan babi.

Produk cokelat laku keras di Malaysia dan dapat ditemukan di hampir semua toko di seluruh negeri. Babi dan produk turunannya, alkohol serta hewan yang tidak disembelih dengan cara Islami dianggap tidak halal dan karenanya terlarang bagi Muslim.

Cadbury Malaysia, bagian dari perusahaan multinasional Inggris milik Mondelez International, menyampaikan bahwa mereka menarik produk Cadbury Dairy Milk hazelnut dan Cadbury Dairy Milk roast almond dari peredaran. “Memastikan kehalalan seluruh produk kami di Malaysia adalah hal yang kami anggap sangat penting,” tertulis dalam sebuah posting Facebook.

Sementara itu, kemarahan umat Muslim semakin memuncak, bahkan seorang pejabat keagamaan senior meminta adanya denda berat atau penutupan pabrik Malaysia. Syekh Ismail Muhammad, imam besar masjid nasional di Kuala Lumpur, sebagaimana dikutip oleh kantor berita Bernama mengatakan tindakan keras akan memberi pelajaran bagi produsen makanan lain untuk memastikan kehalalan produk mereka.

Subramaniam menyatakan Cadbury bekerja dengan otoritas keagamaan Islam dengan mengirimkan sampel untuk pengujian kandungan non-halal. “Kami ingin mencari tahu bagaimana produknya dapat terkontaminasi DNA babi. Kementerian kesehatan juga akan melakukan uji tambahan,” ujarnya.

Malay Mail Online melaporkan bahwa lebih dari 20 kelompok Muslim Melayu telah mendorong aksi boikot nasional terhadap seluruh produk Cadbury, dan menyatakan bahwa harus dilakukan perang suci terhadap raksasa permen tersebut karena berusaha “melemahkan” umat Muslim di Malaysia.

Dalam sebuah konferensi pers, kelompok-kelompok tersebut, termasuk di antaranya Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia (PPIM), Perkasa Organisasi Kesejahteraan Darul Islah Malaysia (Perkid), Ikatan Muslimin Malaysia (Isma), dan Asosiasi Pengusaha Muslim Halal (Puhm), menyatakan bahwa Cadbury “berlaku keterlaluan” dengan menjual cokelat yang tercemar babi, dan perlunya diadakan tindakan tegas.

“Mereka telah mengkhianati kita, umat Muslim, dengan memasukkan kandungan ‘haram’ melalui makanan yang kita konsumsi ke dalam tubuh kita, untuk melemahkan kita, umat Muslim. Karena itulah umat Muslim lemah, terpecah,” ketua Perkasa Selangor Abu Bakar Yahya menyampaikan pada para wartawan.

Presiden Perkid Ustadz Masridzi Sat mengatakan kebanyakan kasus penyakit sosial dan kemurtadan di negara tersebut yang melibatkan Muslim bermula dengan pelaku mengkonsumsi makanan yang tidak halal.

“Karena orang tersebut memakan babi, jadi sulit membimbingnya ke jalan yang benar. Saat hari kiamat tiba, orang tersebut akan berwajah babi karena apa yang telah mereka makan. Kita harus bersatu, kita harus menyerukan jihad!” ujar Masridzi yang disambut teriakan “Allahuakbar” oleh para hadirin.

Presiden PPIM Datuk Nadzim Johan mangatakan bahwa mereka telah mulai berdiskusi dengan Jaringan Melayu Malaysia (JMM) dan LSM Malaysia lainnya mengenai tindakan hukum yang dapat dilakukan.

“Namun bahkan kompensasi sejumlah RM1 miliar tidak akan cukup. Kami minta pabrik-pabrik Cadbury segera ditutup, seluruh Muslim di negara ini harus memboikot produk mereka, kita memiliki kekuatan untuk mengalahkan raksasa ini,” ujarnya.

“Akankah Cadbury mencuci darah kotor di dalam nadi kami? Saya ingin mencuci darah kotor anak-anak saya yang telah mengkonsumsi cokelat mereka… bagaimana mungkin uang dapat membayar itu?” seorang wanita Melayu yang hadir di sana berteriak histeris.

Kelompok Muslim tersebut juga menyatakan akan “segera” melaporkan Cadbury ke pihak kepolisian, dan mendorong seluruh Muslim di negara tersebut untuk bersatu dalam upaya menutup pabrik mereka di Malaysia. “Biarkan produk mereka terbuang sia-sia, biarkan agar tidak laku, biarkan mereka mati,” ujar Nadzim.

Departemen Perkembangan Islam Malaysia (Jakim) telah menangguhkan sertifikasi halal dua produk cokelat Cadbury yang tercemar babi. Rumor mengenai pencemaran kandungan babi pertama kali muncul di situs-situs media sosial pekan lalu, mendorong Kementerian Kesehatan melaksanakan pengujian.

Leave a Reply
<Modest Style