Resep bebas penyakit: 5 porsi buah dan sayuran per hari

,
shutterstock_17.3d2fd082508.original-e1407230633335

Ahli nutrisi Inggris pada bulan April lalu mematahkan kepercayaan umum panduan pola makan dengan mengumumkan tujuh porsi harian buah dan sayuran — bukannya lima seperti yang disarankan sebelumnya — merupakan kunci kesehatan.

Namun pendapat lain menyebutkan bahwa rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) perihal lima porsi sehari pada tahun 2003 juga tidak masalah.

Peneliti di Tiongkok dan Amerika Serikat mempelajari 16 hasil investigasi yang diterbitkan atas pola makan dan kesehatan yang melibatkan lebih dari 830.000 partisipan, yang diikuti selama empat setengah tahun hingga 26 tahun.

Seluruh porsi buah dan sayur tambahan setiap harinya mengurangi risiko rata-rata kematian awal diakibatkan semua sebab sebanyak lima persen, berdasarkan temuan peneliti.

Selama masa penelitian, 56.000 partisipan meninggal dunia, ujar peneliti tersebut.

Dalam kasus kematian karena serangan jantung atau stroke, setiap porsi tambahan sayur dan buah mengurangi risiko hingga empat persen.

Namun tidak terdapat bukti lebih berkurangnya risiko setelah lebih dari lima porsi, menurut tinjauan tersebut, yang diterbitkan secara online oleh British Medical Journal (BMJ).

“Kami menemukan angka batas bahwa setelah sekitar lima porsi buah dann sayuran per hari, risiko kematian tidak turun lagi,” ujar peneliti, yang dipimpin oleh Frank Hu dari Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts.

Konsumsi tinggi buah dan sayuran tidak berarti pengurangan signifikan risiko kematian karena kanker, sebagaimana yang juga ditemukan oleh penelitian tersebut.

Sebagai tambahan saran untuk pasien tentang manfaat makanan sehat, para dokter juga menyampaikan pesan mengenai risiko obesitas, ketidak aktifan, merokok, dan minum alkohol berlebih, tulis laporan tersebut.

Pada bulan April, para peneliti di University College London menemukan bahwa memakan tujuh atau lebih porsi harian dapat mengurang risiko kanker hingga 25 persen dan penyakit jantung hingga 32 persen, dibandingkan dengan orang-orang yang memakan kurang dari satu porsi perhari.

Penelitian tersebut didasarkan pada pola makan lebih dari 65.000 orangg di Inggris di antara tahun 2001 hingga 2008.

Peneliti London mengakui terkejut oleh penemuan mereka dan mengingatkan bahwa hasil penelitian mungkin tidak cocok bagi negara lain.

Inggris merupakan salah satu pemilik kasus penyakit jantung terbesar di Eropa, fakta yang, antara lain, dianggap disebabkan oleh pola makan tinggi lemak dan gula.

Panduan WHO didasari pada perbandingan lima porsi sajian 80 gram. Satu porsinya kurang lebih setara dengan apel berukuran sedang, semangkuk salad atau tiga sendok saji sayuran mentah, matang, kalengan, atau beku.

Leave a Reply
Aquila Klasik