Modest Style

3 cara lebih sehat menyantap mie instan

,

Dengan sedikit kreativitas, sajian mie instan bisa lebih bernutrisi. Oleh Miranti Cahyaningtyas.

Noodle soup
Gambar: Fotolia

Ketika bingung memutuskan menu makan malam, ingin sahur tetapi tidak ada makanan tersedia atau akhir bulan sudah tiba sementara gaji telat dan uang saku sudah tak ada, ada teman setia yang selalu tersedia di warung-warung terdekat. Apa lagi kalau bukan mie instan?

Selain karena harganya yang terjangkau, mie instan juga bisa dikembangkan dan dikreasikan menjadi berbagai santapan seperti sosis gulung mie, mie tumis, hingga pizza mie – bahkan rasanya saya pernah menemukan resep wafel mie.

Namun sayangnya, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Harvard University menyatakan bahwa mengkonsumsi mie instan berlebih membahayakan kesehatan wanita. Menyebalkan memang, tetapi jangan bersedih hati dulu. Kita para perempuan masih bisa mengkonsumsi mie instan, asal tidak berlebihan – tidak lebih dari dua porsi per bulan. Selain itu, karena mie instan minim nutrisi penting seperti protein dan sayuran, [i] belum lagi mengandung pengawet yang bisa membahayakan,[ii] ada baiknya kita lebih berhati-hati dan berpikir lebih kreatif untuk menambah kandungan nutrisi mie instan saat ingin menyantapnya.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memperbaiki cara pengolahan mie Anda.

Ketika merebus mie instan, perhatikan warna air rebusan mie Anda: keruh dan agak kental. Di tahap ini, berbagai zat kimiawi yang membuat mie kering tahan lama dan warnanya tetap cerah menjadi luruh. Buanglah air ini, tiriskan mie dan ganti air rebusan dengan air panas bersih dari dispenser. Secara bertahap, ada baiknya pula Anda mengurangi penggunaan bumbu mie hingga setidaknya setengahnya.

Selanjutnya, berikut ini beberapa ide kreasi mie instan untuk membuat sajian ini lebih sehat.

Mie telur kornet (internet)

Ada tambahan nutrisi yang lumayan tinggi dalam kombinasi klasik indomie-telur-kornet. Kalsium? Ada. Protein? Ada. Ganti kornet dengan tumisan daging giling atau tahu cincang dengan bawang putih dan bawang bombay untuk menggantikan kornet kalengan yang kaya pengawet. Sebaiknya tambahkan juga sayur mayur seperti tomat dan jagung manis untuk menambah kandungan serat dan vitamin.

Mie soto

Pilih mie rebus instan rasa soto atau rasa nusantara lain sesuai selera. Rebus tauge, kol dan bunga kol, lalu tambahkan bumbu mie ke dalam kuah. Sajikan bersama perasan jeruk nipis, potongan tomat, taburan bawang goreng, dan suwiran ayam goreng. Sayur-sayuran dalam resep ini selain menambah kesegaran mie, juga menambah kandungan serat dan vitamin.

Mie tumis cakalang madu

Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga terkaramelisasi lalu tambahkan sedikit air. Masukkan bunga kol, abon cakalang sesuai selera, tahu putih potong dadu dan matangkan sesuai selera. Masukkan mie, aduk rata. Tambahkan lada putih bubuk jika suka. Sajikan bersama siraman sesendok madu.

Kreasi yang satu ini sudah cukup lezat tanpa membutuhkan tambahan bumbu kemasan mie instan, sehingga tentunya lebih sehat.

Apakah Anda memiliki sajian mie instan andalan? Sila bagikan di kolom komentar di bawah agar pembaca yang lain juga bisa mencoba!

________________________________________

[i] Instant ramen has long-term health concerns, study finds. www.post-gazette.com. Diakses pada 11 September 2014. Dapat dilihat di sini.
[ii] Indomie – OK For Indonesia Not OK For Taiwan. www.jakartaupdates.com. Diakses pada 11 September 2014. Dapat dilihat di sini.

Leave a Reply
<Modest Style