3 cara cerdas memanfaatkan sisa makanan

,

Sisa kuah atau kulit buah masih punya banyak manfaat. Miranti Cahyaningtyas berbagi beberapa tips memanfaatkannya.

Gambar: Fotolia
Gambar: Fotolia

Sejak kecil, dalam benak saya tertanam untuk tidak menyia-nyiakan barang apapun. Hingga kini, sebisa mungkin saya tidak membuang suatu barang yang masih baik dan dapat digunakan. Belakangan saya menemukan ayat Qur’an yang bahkan menyebutkan bahwa orang-orang yang suka menyia-nyiakan sesuatu (bertindak mubazir) adalah kawannya setan (17:27).

Ada berbagai hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisasi perbuatan mubazir. Pakaian layak yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan, sementara pakaian yang sudah belel dapat dipakai sebagai lap. Makanan yang tersisa sehabis acara makan besar bersama keluarga bisa dibungkus dengan rapi dan diberikan ke pengemis atau pemulung dengan tambahan sebungkus air minum.

Bicara tentang makanan tentu tidak terlepas dari pembicaraan yang terkait dengan dapur dan meja makan. Menurut saya, dua tempat ini adalah penyumbang sampah terbesar di rumah. Sebenarnya, banyak sampah dari dapur dan meja makan masih bisa digunakan ulang. Contohnya dengan beberapa cara berikut:

Mendaur ulang kuah sisa

Umumnya jika kita memasak sajian berkuah pekat seperti kare atau gulai, isi sajian tersebut akan habis terlebih dulu hingga menyisakan kuah yang cukup berlimpah. Jangan buru-buru membuang kuah ini ke tempat cuci piring. Sebaliknya, panaskan kuah hingga mendidih, biarkan suhu kuah menurun lalu pindahkan kuah ke wadah dan bekukan di kulkas.

Jika suatu saat Anda harus buru-buru memasak, Anda tinggal memanaskan kuah tersebut dan menambahkan potongan-potongan kecil daging dan sayur mayur. Tambahkan sedikit bumbu dasar seperti bawang putih jika suka. Hidangkan dengan pasta, mie atau nasi sesuai selera.

Kuah sisa yang dibekukan di freezer dapat bertahan selama kurang lebih dua minggu.

Menyimpan kelebihan bumbu dapur

Terkadang ketika harga bumbu masak sedang turun, sesampainya di rumah saya sadar telah tergoda membeli terlalu banyak. Tapi tidak usah menyesal! Sebelum bumbu membusuk, siapkan pelumat makanan, wadah penyimpanan serta wajan. Bersihkan bumbu-bumbu, hancurkan bumbu satu persatu sesuai jenisnya, tumis atau sangrai bumbu lumat sekadarnya, tuang bumbu ke wadah, lalu simpan di kulkas untuk digunakan belakangan.

Anda bisa lakukan hal yang sama untuk cabai yang terlanjur mengering. Hasilnya dapat digunakan untuk memasak atau ditabur langsung pada makanan matang.

Selalu bersihkan pelumat dan wajan setiap kali selesai menghancurkan bumbu untuk memastikan rasa dan aroma bumbu tidak tercampur aduk. Karena beberapa orang merasa bumbu tumbukan cobek menghasilkan masakan yang lebih nikmat, Anda juga bisa menggunakan cobek untuk menghaluskan bumbu.

Memanfaatkan sisa buah

Jangan buang sisa lemon setelah diperas sarinya. Campur dan remas-remas sisa lemon bersama cairan pencuci piring untuk tambahan aroma kesegaran dan daya bersih ekstra.

Cara lain untuk memanfaatkan sisa lemon adalah dengan menggosok bagian dalamnya ke peralatan baja, misalnya kepala shower dan keran, untuk menghilangkan bekas air mongering dan kotoran.

Rebus biji blewah dengan air dan gula serta daun pandan(jika suka) untuk membuat sirup sederhana beraroma blewah yang dapat digunakan membuat es blewah.

Gosokkan bagian dalam kulit pisang ke permukaan sepatu kulit atau furnitur kayu pernis untuk mengembalikan kilaunya.

Perasan terakhir kelapa tua Anda yang super encer bisa digunakan untuk mengilapkan permukaan dedaunan tanaman hias.

Semua ide di atas telah teruji dan dipraktekkan secara pribadi. Untuk lebih banyak ide memanfaatkan sisa makanan, baca juga 9 cara pintar memanfaatkan sisa makanan.

Selamat mencoba!

Leave a Reply
Aquila Klasik