Modest Style

Makanan Halal, Paling Utama bagi Pelancong Muslim

,
Perjalanan internasional oleh para pelancong muslim diperkirakan mencapai 14 persen pada tahun 2020. ©erwinova
Perjalanan internasional oleh para pelancong muslim diperkirakan mencapai 14 persen pada tahun 2020. ©erwinova

Menjelang 2020, 14 persen dari seluruh perjalanan internasional dilakukan oleh umat Muslim, melampaui rata-rata persentase pertumbuhan wisata global.

Dan mengingat bahwa 67 persen dari responden sebuah survei yang melibatkan hampir 1.000 Muslim ini menyatakan bahwa ketersediaan makanan halal adalah hal terpenting yang dipertimbangkan saat menyiapkan liburan mereka, maka operator tur dan kantor-kantor wisata sebaiknya dapat lebih meningkatkan layanan yang ramah-muslim, demikian anjuran dalam penulis dalam laporan mereka.

Menurut DinarStandard, perusahaan yang mengkhususkan diri pada pertumbuhan pasar muslim, industri wisata sudah selayaknya merespons dengan baik kebutuhan perjalanan umat muslim mengingat bahwa menjelang tahun 2020, pertumbuhan segmen ini akan mencapai hampir lima persen dibanding angka keseluruhan yang hanya 3,8 persen.

Setengah dari responden yang disurvei adalah dari Asia, 22 persen dari Timur Tengah dan Asia, 15 persen dari Amerika.

Setelah makanan dan masakan halal, hal berikutnya yang menjadi faktor paling penting bagi wisatawan muslim adalah harga, diikuti oleh faktor lingkungan yang ‘ramah-muslim’.

Hal ini bisa berarti semua hal mulai dari ruangan shalat hingga layanan spesial untuk bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

Survei juga menunjukkan bahwa tujuan yang lebih disukai oleh para wisatawan muslim adalah Malaysia, Turki dan Uni Emirat Arab.

Hasil tersebut selaras dengan laporan yang diterbitkan lebih awal tahun ini oleh grup konsultan travel muslim yang berbasis di Singapura, Crescentrating, yang dalam daftarnya menyebutkan Malaysia, Mesir, Turki, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi sebagai tujuan wisata ramah-muslim yang teratas.

Leave a Reply
<Modest Style