Modest Style

Lebah Ternyata Lebih Bermanfaat daripada yang Diduga

,

 

Seekor lebah hinggap di bunga timi di sebuah balkon di Paris, 3 September 2013. AFP Photo/Eric Feferberg
Seekor lebah hinggap di bunga timi di sebuah balkon di Paris, 3 September 2013. AFP Photo/Eric Feferberg

PARIS, 4 Desember 2013 (AFP) – Lebah ternyata memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih besar daripada yang selama ini sudah banyak diketahui,demikian menurut penyelidikan ilmiah mengenai budidaya stroberi yang diterbitkan pada hari Rabu.

Stroberi yang diserbuki lebah memiliki nilai komersial yang jauh lebih tinggi daripada buah yang menyerbuk sendiri atau penyerbukannya oleh angin.

Stroberi yang diserbuki lebah lebih berat, lebih kencang kulitnya, lebih merah, dan dapat bertahan lebih lama di rak penjualan, para peneliti di Jerman menemukan.

Lebah berada di bawah ancaman sarang “runtuh”​​, gangguan yang oleh beberapa pihak dikaitkan dengan pestisida dan polusi.

Menurut laporan Program Lingkungan PBB (UNEP) tahun 2011, penyerbukan oleh lebah dan serangga lainnya memberikan kontribusi sekitar 153 miliar euro ($204 miliar) atau 9,5 persen dari nilai global total produksi pangan.

Tapi perkiraan tersebut bisa jauh di bawah angka yang sebenarnya, kata penelitian baru ini.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Bjoern Klatt di Departemen Ilmu Tanaman di Universitas Goettingen di Jerman menanam sembilan varietas stroberi yang biasa diperdagangkan dalam lahan eksperimental.

Tanaman-tanaman itu ada yang ditutupi dengan kantong kain kasa khusus untuk memungkinkan penyerbukan oleh angin atau bagian lain dari tanaman, dan ada pula yang dibiarkan terbuka untuk dikunjungi oleh lebah.

Buah-buahan yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan dinilai sesuai dengan kriteria standar komersial untuk daya tarik.

Stroberi-stroberi itu kemudian menjalani serangkaian tes laboratorium untuk penilaian objektif atas warna, kekencangan kulit, dan ketahanan terhadap kelembekan prematur atau penyebaran jamur.

Dalam tujuh dari 10 varietas, buah hasil penyerbukan lebah lebih nyata merahnya daripada stroberi lain yang diserbuki sendiri dan oleh angin.

Mereka juga 11 persen lebih berat daripada yang diserbuki angin dan 30,3 persen lebih berat daripada buah yang menyerbuk sendiri.

Kulit mereka juga lebih kencang, yang berarti masa tahan mereka di rak sekitar 12 jam lebih lama dari stroberi yang diserbuki angin dan lebih dari 26 jam lebih lama dari yang menyerbuk sendiri.

Dari sudut pandang komersial, ini adalah nilai yang besar, kata penelitian tersebut.

Lebih dari 90 persen stroberi bisa menjadi tak layak jual setelah hanya empat hari dalam penyimpanan. Daging buah stroberi yang lembek meningkatkan peluang terjadinya kerusakan kulit dan infeksi jamur.

Dalam 1,5 juta ton pasar stroberi Eropa, penyerbukan oleh lebah mengurangi limbah sebesar 11 persen, atau $320 juta, setiap tahunnya, menurut penelitian.

Ditambahkan dengan manfaat-manfaat lain, maka penyerbukan lebah menyumbang sekitar $1,44  miliar dari nilai pasar sebesar $2,9 miliar, kata studi tersebut .

Rahasianya mungkin terletak pada biji stroberi

Manfaat lebah mungkin sebagian dapat dijelaskan oleh efek achene, biji-biji kecil yang menciptakan lekukan-lekukan di bagian luar stroberi itu.

Stroberi yang diserbuki lebah memiliki achene yang jauh lebih fertil dibandingkan buah lainnya karena serangga, dengan ketekunan khas mereka, menyerbuki semua tanaman, bukan hanya sebagian.

Achene penting karena mereka mengontrol kadar hormon tanaman yang disebut auksin, yang pada gilirannya mempengaruhi hormon kedua yang disebut asam giberelat.

Tingginya tingkat kedua hormon ini menunda protein pelunakan buah yang disebut ekspansins.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penyerbukan tanaman merupakan faktor ekonomi yang lebih penting daripada yang diperkirakan sampai sekarang,” kata ulasan tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Inggris Proceedings of the Royal Society B.

“Temuan kami yang komprehensif harus diterapkan ke berbagai tanaman dan menunjukkan penyerbukan lebah yang sampai sekarang diremehkan tapi menjadi penentu penting dan nilai ekonomis dari kualitas buah.”

Dengan mengurangi limbah makanan, lebah juga bisa membantu untuk menyelesaikan masalah: bagaimana memberi makan penduduk bumi yang berkembang pesat namun juga melestarikan lingkungannya yang menyusut.

“Peningkatan kualitas tanaman dapat sangat mempengaruhi pemasaran dan berkontribusi untuk mengurangi kerugian dan pembuangan makan. Di negara-negara industri, antara 30 dan 50 persen dari semua hasil panen dibuang pada tingkat ritel dan konsumen,” kata penelitian tersebut.

Leave a Reply
<Modest Style