Modest Style

Karya Indonesia, pengakuan internasional

,

Enam label asal Indonesia yang telah mendunia, dipilih oleh Beta Nisa.

Adanya slogan “cintai produk dalam negeri” bukan tanpa tujuan. Saat ini saja, Indonesia sudah memiliki sederet produk berkualitas tinggi yang telah berhasil menembus pasar internasional dan digemari di berbagai penjuru dunia, termasuk di Amerika dan Eropa. Beberapa produk buatan Indonesia ini juga berhasil mencuri perhatian para selebriti di Hollywood dan figur publik ternama lainnya. Apa saja produk lokal tersebut? Berikut adalah segelintir karya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan global :

1. Magno

Kredit: Magno
Kredit: Magno

Dari Temanggung hingga London, itulah kisah perjalanan Singgih Kartono. Desainer dan pembuat Magno Wooden Radio, sebuah radio berbahan dasar kayu ini telah berhasil menyabet berbagai penghargaan internasional, termasuk Brit Insurance Design of the Year 2009 yang merupakan penghargaan paling bergengsi di London dalam bidang desain produk.

Di bengkel miliknya yang terletak di Kandangan, Temanggung, Singgih menyulap kayu sengon seharga belasan ribu rupiah menjadi sebuah radio berdesain unik yang bernilai tinggi.

Label Magno bukan hanya bicara mengenai produk berkualitas, tetapi juga mengenai sebuah proyek berkelanjutan di mana Singgih turut memberdayakan para penduduk lokal dan membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kandangan.

Singgih juga berpegang pada prinsip “cut less, plant more”. Dalam setahun, Singgih hanya menebang 100 pohon sebagai bahan baku radio Magno. Sebagai gantinya, ia membagikan 8000 bibit gratis kepada masyarakat sekitar sehingga proses pembuatan radionya melibatkan sebuah proses pelestarian yang berkelanjutan.

Singgih memproduksi empat jenis radio Magno dengan rentang harga $150-$300 yang ia ekspor ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.

2. Juara

Kredit: Juara
Kredit: Juara

“Juara” adalah label perawatan kulit buatan warga Indonesia yang sedang naik daun di Amerika Serikat. Metta Murdaya adalah warga Indonesia di balik lahirnya produk Juara yang terinspirasi oleh jamu Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan dalam produk Juara mirip dengan yang ada dalam pembuatan jamu – seperti asam jawa, kunyit dan kopi – sehingga dapat dipastikan kandungan produk Juara 100 % alami dan aman bagi kulit.

Di Amerika Serikat, label ini telah menerima berbagai ulasan positif dari berbagai beauty blogger ternama hingga pemasarannya pun mencapai Kanada, Korea, dan Jepang. Beberapa ulasan majalah yang membahas isi tas selebriti pun menemukan produk Juara sebagai salah satu produk yang dibawa oleh artis-artis ternama seperti Amy Adams dan Brooke Shield.

3. Bagteria

Kredit: News Fashion Trend
Kredit: News Fashion Trend

Sekilas nama “Bagteria” terdengar seperti “bacteria” (bakteri) dan memang inilah asal muasal nama merk tas tersebut. Nancy Go, yang memulai bisnis tasnya pada tahun 2000, berharap bahwa tas rancangannya dapat “mewabah” seperti bakteri – dan rupanya harapannya ini pun terkabul.

Dengan modal awal Rp 100 juta, kini tas Bagteria telah dipasarkan di lebih dari 30 kota di seluruh dunia – termasuk Milan, Paris, dan New York – dengan harga yang dapat mencapai puluhan juta rupiah per tas.

Tas Bagteria mengusung nuansa klasik dan elegan dengan sentuhan kristal Swarovski yang berhasil memikat hati para pecinta mode, bahkan beberapa para figur publik Hollywood. Bahan baku yang digunakan pun berkualitas tinggi dan tergolong langka, seperti kulit ikan dari Islandia.

Dengan desain yang mewah dan kualitas yang tinggi, tidak heran nama-nama kondang seperti Paris Hilton dan Emma Stone terpikat dengan tas Bagteria. Terhitung lebih dari satu kali Paris Hilton tertangkap kamera menggunakan tas buatan Indonesia tersebut.

Banyak penikmat fesyen menilai bahwa kemewahan Bagteria dinilai sejajar dengan tas ternama lainnya seperti Louis Vuitton dan Chanel. Namun sayangnya, karena masyarakat Indonesia masih cenderung lebih mengapresiasi tas impor dan kurang mengapresiasi produk dalam negeri, Bagteria justru tidak dipasarkan di Indonesia.

4. Niluh Djelantik

Kredit: Niluh Djelantik
Kredit: Niluh Djelantik

Bali tidak hanya memiliki pantai-pantai yang indah, tetapi juga meiliki perancang-perancang sepatu yang berbakat. Salah satunya adalah Niluh Djelantik yang menciptakan label sepatu sama dengan namanya.

Bermula dari kecintaannya pada sepatu, Niluh bertekad untuk membuat sepatu hak tinggi yang tetap nyaman meskipun dikenakan selama berjam-jam. Tekadnya pun membuahkan hasil. Kini sepatu dan sandal Niluh Djelantik sudah berhasil merambah pasar internasional seperti Selandia Baru, Australia dan Eropa.

Keberhasilan Niluh telah membuat produknya dipercaya oleh selebriti papan atas Hollywood, termasuk Julia Roberts saat bermain dalam film “Eat, Pray, Love”. Apa komentar Niluh tentang hal ini?

At the end of the day, semua wanita tersebut (pengguna sepatu Niluh) adalah selebriti bagi saya.”

5. J.Co

Kredit: J.Co
Kredit: J.Co

Siapa yang tidak mengenal J.Co? Gerai donat ini telah tersebar di berbagai mal di seluruh penjuru Indonesia, bahkan hingga ke negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Cina. Siapa sangka donat yang begitu digemari di Asia ini ternyata milik putra Indonesia, yaitu Johnny Andrean yang juga terkenal sebagai pemilik jaringan salon.

Dibutuhkan waktu hingga tiga tahun bagi Johnny untuk memperlajari bisnis donat. Dengan persiapan yang sangat matang, tidak mengherankan jika J.Co berkembang dengan melesat sejak didirikan pada tahun 2005. Bahkan saking digemarinya, muncul berbagai saingan yang mencoba meniru kesuksesan J.Co dengan meniru konsep, logo hingga jenis-jenis donatnya.

6. Bin House

Kredit: Bin House
Kredit: Bin House

Pesona batik memang tidak lekang oleh waktu. Josephine Komara, atau yang biasa disapa Obin, membuktikannya. Obin adalah pemilik dari butik batik Bin House yang tersebar di Jepang, Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Obin telah mengoleksi dan mempelajari kain selama berpuluh-puluh tahun, sehingga mampu mengenali kain berkualitas dan menjadikannya sebuah karya bernilai tinggi. Obin menciptakan sarung dan kerudung bernuansa etnik dan elegan dengan menggunakan kain-kain tradisional dari seluruh Indonesia yang menurutnya memiliki nilai dan ciri khas masing-masing.

Kemampuan Obin dalam memilah dan mengolah kain warisan budaya Indonesia seperti batik membuat nama Bin House melambung, hingga berhasil menarik minat beberapa nama selebriti papan atas seperti Julia Roberts dan penyanyi legendaris Mick Jagger untuk mengoleksi karya-karya Obin.

7. Sabbatha

Kredit: Sabbatha
Kredit: Sabbatha

Rupanya Indonesia memiliki banyak perancang tas yang berbakat. Selain Bagteria, Sabbatha adalah merk tas buatan lokal lainnya yang juga sudah mendapatkan pengakuan internasional. Sabbatha berasal dari nama pemiliknya, yaitu Sabbatha Rahzuardi Maya Dwianto. Keunikan tas Sabbatha terletak pada desainnya yang terkesan eksotis namun tetap elegan.

Menurut Sabbatha, bahan baku yang digunakan untuk pembuatan tas-tas label ini seratus persen berasal dari Indonesia, mulai dari bahan kulit hingga batu-batuannya. Kekayaan alam Indonesia sangat tercermin pada tas-tas buatan Sabbatha.

Dengan rancangannya yang khas dan bahan yang berkualitas tinggi, karya-karya Sabbatha telah berhasil menjangkau pasar internasional seperti Inggris, Korea dan Italia dengan sederet nama pembeli seperti Katie Holmes dan Uma Thurman.

Leave a Reply
<Modest Style