Modest Style

Ini dia superhero wanita Muslim pertama dari Marvel Comics

,

Dapatkah seorang wanita Muslim Amerika yang menemukan kekuatan supernya mengubah cara pandang terhadap wanita Muslim di AS? Oleh Azra Thakur.

ms marvel

Pengetahuan saya akan komik terbatas pada apa yang tersaji di dunia film arus utama. Siapa di antara kita yang belum pernah melihat satu di antara banyak film yang menggambarkan superhero di atas layar? Kisah-kisah kosmik di mana tokoh protagonis (yang umumnya pria, tentunya) menarik bagi sangat banyak orang sebagai bentuk pelarian dari kesialan hidup – kemampuan untuk mengubah keseharian yang membosankan melalui kemampuan spektakuler, membasmi kejahatan, dan pada akhirnya memenangkan hati wanita yang diinginkan.

Belakangan saya merasa tergugah mengetahui bahwa G Willow Wilson (yang memoar The Butterfly Mosque dan novel Alif: The Unseen-nya pernah saya ulas untuk Muslimah Media Watch) adalah seorang penggila komik, dan juga seorang penulis komik (ia menulis Air untuk DC Comics pada 2008-2010) yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan serial Ms Marvel. Saya mengunjungi toko buku komik setempat saat jam makan siang untuk membeli dua edisi pertama.

Ms Marvel mengisahkan tentang seorang wanita Amerika-Pakistan muda, Kamala Khan, yang sedang dalam proses menemukan kekuatan supernya sendiri. Ia berusaha mengenali jati dirinya (secara harfiah) di samping bergulat dengan drama sekolah menengah, dinamika keluarga, dan teman-teman. Ia adalah tokoh pahlawan komik muda klasik yang kebetulan adalah seorang wanita Muslim.

Mari pikirkan sejenak. Tumbuh besar pada tahun 90an di AS, saya tidak pernah menemukan tokoh berkulit cokelat maupun Muslim di buku-buku perpustakaan yang saya pinjam. Belakangan, buku-buku karya Jhumpa Lahiri dan Zadie Smith menjadi sebuah berkah. Di TV, kita baru saja mulai melihat peran protagonis arus utama dimainkan oleh wanita kulit warna (Scandal dan Mindy Project, misalnya).

Dalam film bioskop arus utama… saya tidak dapat menemukan film-film terbaru dengan pemeran utama wanita berkulit warna. Jumlah wanita Muslim dalam peran-peran utama di berbagai bentuk media pada dasarnya tidak ada.

Ketika wanita Muslim digambarkan di karya sastra atau film, mereka seringkali disajikan dengan kesan seakan mereka butuh “diselamatkan”, seringkali minim kemampuan untuk melakukannya sendiri. Bahkan, biasanya ada seorang penyelamat di dekat-dekat sana yang siap menyelematkan mereka (Nicholas Kristof, kami sedang membicarakan Anda).

Kamala merepresentasikan perubahan radikal dari versi ini – selain tidak perlu diselamatkan, ia justru menjadi orang yang melakukan penyelematan di dunia. Ia berada dalam keadaan tidak biasa dengan kekuatan baru yang sedang berusaha dipahaminya (seringkali seorang sendiri). Orang-orang terkasihnya adalah tujuannya dalam mencari pertolongan dan bantuan (setidaknya, begitulah sepertinya kisah ini akan berlanjut). Ia adalah satu-satunya penyelamat yang ada.

Dalam sebuah wawancara untuk Hero Complex, Wilson membicarakan tentang bagaiman ia memilih kekuatan super Kamala – yang antara lain memiliki tubuh yang kuat dan elastis juga kemampuan untuk meniru jati diri orang lain:

“Kumpulan kekuatannya sebenarnya adalah yang paling sulit, menurut saya, untuk dipersempit dalam proses pembuatan tokohnya,” ujar Wilson.

“Saya tidak ingin ia memiliki kumpulan kekuatan yang umumnya feminin – saya tidak ingin ia melayang. Saya tidak ingin ia berkilau. Saya tidak ingin ia dapat membaca pikiran orang lain. Saya rasa kebanyakan kemampuan pasif ini seringkali diberikan pada tokoh perempuan – menjadi tembus pandang, menggunakan medan daya. Saya ingin ia memiliki sesuatu yang menarik secara kasat mata, sesuatu yang kinetis… Gagasan membuatnya menjadi seorang pengubah bentuk sesuai dengan perjalanan pribadinya.

Dalam Ms Marvel, Wilson menggambarkan detil hidup Kamala secara holistik: seiring penerimaannya atas kekuatan supernya, ia juga terlihat bergaul dengan saudaranya yang lebih agamis (yang menyampaikan ajaran Islam kepada keluarganya melalui guyonan), membicarakan dinamika jender di masjid dengan salah satu teman Muslimnya (bersama, mereka kabur dari diskusi masjid karena bagian wanita dibatasi dari bagian pria), diam-diam menghadiri pesta-pesta, dan berusaha memecahkan masalah dengan seorang teman di sekolah.

Wilson tidak malu-malu membahas beberapa isu jender yang dihadapi Kamala sebagai seorang wanita Muslim – yang mudah saja terlupakan, dengan berfokus pada kekuatan superheronya yang baru dan mengorbankan sisi hidupnya yang lain. Kamala muncul sebagai seorang wanita dengan masalah tersendiri yang harus dihadapi, menjadi contoh hebat bagi seluruh perempuan dan wanita Muslim yang, seperti halnya Kamala, berjuang dengan dinamika jender yang aneh di masjidnya.

Saya sangat menantikan lanjutan serial ini, terutama perjalanan ke toko buku setempat. Petugas di sana juga telah membaca serial ini, dan menantikan perkembangan tokoh menemukan jati dirinya.

Kamala adalah sosok wanita muda kutu buku keren yang akan dengan senang hati saya baca di masa tumbuh kembang saya – semoga orang lain (dari usia berapa pun, baik Muslim atau bukan) juga akan menikmatinya. Penokohan Wilson atas Kamala sangat rumit, kisahnya tertaut dalam elemen khas komik, ajaran agama, dinamika keluarga, dan isu jender sekaligus seni yang indah – proses membaca yang menyenangkan.

Ms Marvel dapat dibeli di toko komik setempat di AS dan online di Marvel

Azra Thakur dibesarkan di wilayah Midwest AS dan seorang sarjana S2. Temui ia di Twitter @azratweets.

Leave a Reply
<Modest Style