Plus minus bekerja di rumah

,

Ingin bekerja sambil mengenakan daster atau piyama? Berikut hal-hal yang harus Anda pertimbangkan. Oleh Miranti Cahyaningtyas.

WP bekerja di rumah (Fotolia)
Gambar: Fotolia

Suatu kali saya pernah membaca cuit ulang seseorang yang isinya kira-kira begini, “Coba jelaskan ke orang yang belum pernah berada di posisi Anda bahwa kerja dari rumah itu bisa melelahkan juga. Semoga sukses!”

Cuitan tersebut memancing tawa kecil saya. Sebagai seseorang yang juga bekerja di rumah, saya cukup mengerti maksud orang yang menulis cuit tersebut. Bukan hanya sekali dua saya mendengar komentar, “Jam sekian belum bangun ya? Asyik sekali seharian santai di rumah!” atau “Kamu kan kerja di rumah. Santai dong? Jalan yuk.”

Padahal, istilah “bekerja di rumah” artinya semata-mata adalah seseorang memindahkan ruang kerjanya ke rumah, bukannya bersantai sepanjang hari di rumah.

Apa saja pilihan pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah?

Bekerja di rumah selama ini identik dengan memasarkan produk asuransi, mengelola toko online, atau mengelola bisnis multilevel marketing (MLM) seperti Oriflame Sweden dan IN3. Usaha-usaha ini jika dijalani dengan serius tidak mengizinkan pelakunya berpangku tangan. Kegiatan pengusaha online termasuk mengisi stok, memasarkan produk, mengirim barang, hingga melayani pertanyaan dan keluhan pelanggan (belum lagi kalau calon pelanggannya seperti saya, yang hobi bertanya banyak). Pemasar asuransi dan anggota bisnis MLM juga memiliki target yang harus dikejar setiap bulannya jika ingin mendapat beragam bonus, baik hadiah produk hingga perjalanan umrah dan liburan ke luar negeri.

Namun selain pilihan-pilihan di atas, sebenarnya masih ada banyak pilihan pekerjaan lain yang dapat dilakukan dari rumah.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, situs-situs semacam Freelancer, Elance-oDesk, bahkan Kaskus dan Twitter hanyalah beberapa tempat di mana Anda bisa mendapat informasi tentang pekerjaan rumahan.

Jika Anda mahir dalam berbahasa, jasa penulisan, penerjemahan, atau transkripsi dapat menjadi penawaran Anda. Jika Anda memiliki daya seni yang tinggi, coba pasarkan karya Anda di Etsy. Jika Anda mampu berkreasi dengan bentuk dan warna menggunakan perangkat lunak komputer, mengapa tidak menjual kemampuan desain grafis Anda?

Jika Anda penggila data dan angka serta strategi, coba belajar menjadi tenaga optimasi mesin pencari (search engine optimization, SEO). Jika Anda memiliki pengetahuan dalam bidang teknik, dasar matematika yang kuat dan memiliki rasa penasaran yang tinggi, siapa tahu Anda bisa sukses menjadi desainer teknik 3D. Semua pekerjaan ini bisa dikerjakan di rumah dengan hanya bermodal keberadaan internet.

Dengan pertumbuhan kota dan negara yang masih tidak terarah seperti sekarang ini, bisa bekerja di rumah memiliki satu kelebihan tanpa tandingan: selamat tinggal pada lalu lintas kacau yang semakin tidak tertebak – kecuali jika Anda sangat beruntung mampu tinggal di unit apartemen di atas kantor Anda.

Apa kekurangan bekerja di rumah?

Kekurangan bekerja di rumah terletak pada kenyataan bahwa orang Indonesia seringkali diberi bayaran lebih murah daripada orang asing (baca: bule), meski kemampuan dan kinerja yang diberikan setara. Selain itu, pekerjaan yang Anda dapat sangat mungkin datang di luar jam-jam kerja yang wajar, mengingat adanya perbedaan zona waktu dari pihak pemberi kerja.

Jika bekerja di rumah, Anda juga harus lebih pintar membuat pembukuan dan mengelola keuangan dengan arus masuk keuangan yang tidak tetap. Hubungan baik dengan pihak pemberi kerja wajib selalu dijaga; siapa tahu ia langsung menghubungi Anda saat menggarap proyek tertentu. Selain itu, Anda harus terus menerus mencari kesempatan kerja yang terbuka dan memasarkan diri Anda. Meski tugas yang terakhir ini terkadang membuat jenuh, namun harus selalu dilakukan.

Terkait sosialisasi, bekerja di rumah bisa jadi membuat Anda sangat kesepian. Tapi tidak usah khawatir, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menangkis berbagai kekurangan bekerja di rumah.

Karena harus bekerja secara independen, berdasarkan pengamatan saya, orang-orang yang bekerja di rumah biasanya justru adalah orang-orang yang paling tekun, kreatif, aktif, dan bertanggung jawab. Mana bisa lagi ada alasan, “Aduh, maaf telat. Tadi macet sekali,” atau “Harus pakai software X versi terbaru? Yang lama saja memangnya tidak bisa?”

Jadi, apakah Anda tertarik beralih untuk bekerja di rumah?

Leave a Reply
Aquila Klasik