Persiapan studi S2: Esai, rekomendasi dan beasiswa

,

Serba-serbi persiapan esai, surat rekomendasi dan beasiswa pascasarjana. Dibagikan oleh Najwa Abdullah.

WP beasiswa untuk S2 (Fotolia)
Gambar: Fotolia

Setelah ijazah, transkrip nilai dan tes kemampuan berbahasa dan akademik telah selesai diurus dan memenuhi persyaratan, kebanyakan calon mahasiswa pascasarjana menganggap mereka sudah berada dalam zona aman dan berpeluang cukup besar diterima di universitas tujuan. Padahal, persiapan ini belum cukup. Untuk menerima Anda, rata-rata universitas di luar negeri akan meminta esai dan surat rekomendasi sebagai bahan pertimbangan. Bagaimana cara mempersiapkannya?

1. Personal statement

Saat mengisi formulir aplikasi, calon mahasiswa biasanya sudah pasti diminta membuat esai yang disebut personal statement atau statement of purpose. Esai ini pada dasarnya harus berisikan poin-poin tentang diri Anda, seperti keunggulan pribadi, pengalaman hidup yang relevan dan rencana studi.

Gambaran pribadi Anda dalam personal statement akan menjadi bahan penilaian oleh para profesor yang nantinya akan menerima atau menolak Anda. Ijazah, transkrip nilai dan hasil IELTS/ GRE yang memuaskan akan membuat Anda lolos tahap administrasi, namun personal statement yang mengesankan adalah hal yang akan membuat Anda lolos tahap wawancara dan diterima. Penting, bukan?

Sebelum mulai menulis personal statement, camkan baik-baik bahwa esai tersebut akan dibaca oleh para profesor dan calon dosen Anda di luar negeri, jadi adalah penting untuk mengemas tulisan ini dengan baik. Sangat dianjurkan untuk membuat kerangka karangan terlebih dahulu untuk menentukan tema serta urutan poin-poin yang akan Anda bahas. Biasanya, jumlah kata dalam personal statement dibatasi hingga 1000-1500 kata. Dalam keterbatasan jumlah kata tersebut, Anda harus mendeskripsikan diri serta keunggulan akademik dan sosial Anda secara menyeluruh.

Hal paling utama yang harus diperhatikan saat menulis personal statement adalah tidak berbohong, mengada-ada atau membesar-besarkan. Hindari penggunaan kata-kata yang terlalu bombastis atau justru terlalu generik ketika menggambarkan diri. Gunakan contoh nyata untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki sifat dan kemampuan yang Anda sebutkan. Tulislah gagasan-gagasan atau hal-hal yang menarik minat Anda dan apa yang diharapkan dari menempuh studi pascasarjana di institusi yang Anda pilih.

Tutuplah personal statement dengan sedikit gambaran mengenai rencana penelitian, tesis atau disertasi Anda, jika ada. Untuk studi magister riset dan doktor, biasanya selain diminta membuat personal statement, Anda juga akan diminta untuk membuat proposal riset lengkap.

Usahakan untuk tidak menggunakan gaya prosa dalam menulis personal statement – ingat, walaupun bercerita tentang diri Anda, personal statement bukanlah autobiografi. Pastikan pula bahwa personal statement yang Anda tulis merupakan hasil karya sendiri, bukan ditulis oleh orang lain ataupun menyalin dari personal statement orang lain yang Anda temukan di mesin pencari.

2. Surat Rekomendasi

Pihak kampus luar negeri biasanya mensyaratkan calon mahasiswanya untuk memberikan sedikitnya dua surat rekomendasi akademik. Umumnya, pemberi rekomendasi yang disarankan adalah orang yang mengenal kandidat dengan baik, misalnya pembimbing skripsi, pembimbing akademik semasa kuliah atau atasan tempat Anda bekerja. Kebanyakan universitas di luar negeri biasanya memberikan format baku surat rekomendasi berisi poin-poin yang harus dibahas, jadi hal ini tidak perlu terlalu dipusingkan. Pastikan pemberi surat rekomendasi mengetahui profil universitas tujuan dan rencana studi Anda dengan baik untuk menguatkan aplikasi Anda.

Dalam beberapa kasus, profesor, dosen atau atasan yang diminta untuk menjadi pemberi surat rekomendasi mungkin bersedia untuk merekomendasikan Anda, namun tidak memiliki waktu untuk menulis surat tersebut karena kesibukan mereka. Dalam hal ini, Anda harus menulis sendiri rancangan surat rekomendasi untuk kemudian diedit dan disetujui oleh pemberi rekomendasi. Jika demikian, sama halnya dengan dokumen-dokumen lain, surat rekomendasi hasil tulisan Anda harus merupakan ekspresi kejujuran dan mencerminkan kondisi Anda yang sebenarnya. Penggunaan template surat rekomendasi yang ada di Internet akan dengan mudah terdeteksi dan pada akhirnya bisa menghambat proses aplikasi Anda.

3. Informasi beasiswa

Bagi Anda yang memerlukan dana beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri, ada banyak program beasiswa yang dapat menjadi pertimbangan. Untuk sekolah di Inggris, ada program beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris yang dibuka setiap tahun. Untuk ke Belanda, ada beasiswa Stuned yang tidak hanya menawarkan beasiswa untuk sekolah pascasarjana, namun juga kursus pendek. Bagi yang tertarik untuk belajar di negeri kangguru, ada program beasiswa Australia Awards. Program beasiswa Fullbright hadir untuk mereka yang ingin menuntut ilmu di negeri Paman Sam. Untuk sekolah ke Jerman, tersedia program beasiswa DAAD.

Pemerintah Indonesia sendiri sejak tahun 2013 lalu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra putri bangsa yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai belahan dunia. Kementerian Keuangan RI, contohnya, menawarkan sejumlah program beasiswa lewat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini, sudah lebih dari 2,000 mahasiswa telah dikirimkan ke berbagai negara melalui program ini untuk menempuh studi pascasarjana.

Selamat mendaftar, semoga rencana Anda melanjutkan studi berjalan lancar!

Baca bagian sebelumnya dari persiapan S2 ke luar negeri di sini.

Leave a Reply
Aquila Klasik