Modest Style

Olahraga: Makanan Otak bagi Remaja

,
Para murid sekolah Strasbourg di Perancis timur, Eropa, mendengarkan guru mereka setelah dimulainya tahun ajaran baru, 4 September 2012. AFP PHOTO/FREDERICK FLORIN
Para murid sekolah Strasbourg di Perancis timur, Eropa, mendengarkan guru mereka setelah dimulainya tahun ajaran baru, 4 September 2012. AFP PHOTO/FREDERICK FLORIN

PARIS, 21 Oktober 2013 (AFP) – Olahraga teratur meningkatkan perolehan nilai sekolah para remaja—khususnya membantu para remaja putri dalam mempelajari sains. Demikian menurut sebuah studi di Inggris, Selasa lalu.

Menurut kesimpulan yang dipublikasikan British Journal of Sports Medicine, semakin mereka aktif bergerak, semakin baik prestasi anak-anak di sekolah.

Dan nilai mata pelajaran sains “para murid perempuanlah yang kelihatannya paling diuntungkan.” Demikian bunyi sebuah pernyataan yang dirilis untuk kalangan pers.

Kegiatan fisik sudah lama diduga dapat menambah daya tahan otak, namun hanya sedikit bukti ilmiah yang tersedia hingga sekarang.

Untuk penelitian ini, kelompok ilmuwan dari Inggris, Skotlandia dan Amerika Serikat mengukur tingkat aktivitas fisik di antara hampir 5.000 anak berusia 11 tahun yang mengenakan “akselerometer” pembaca-gerak selama satu minggu.

Prestasi akademik mereka dalam bahasa inggris, matematika dan sains kemudian dinilai pada level usia 11, 13 dan 16.

Anak-anak yang lebih aktif bergerak di umur 11 tahun lebih unggul dalam ketiga fase umur dan ketiga mata pelajaran tersebut.

Pada saat berusia 16 tahun, peningkatan tambahan dalam nilai diperoleh murid laki-laki dari setiap 17 menit berolahraga per hari di usia 11 tahun, dan setiap 12 menit untuk murid perempuan. Demikian kesimpulan penelitian ini.

Efeknya terlihat lebih besar pada para remaja putri di mata pelajaran sains.

“Ini adalah penemuan penting, terutama mengingat kebijakan Komisi Inggris dan Eropa saat ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang menggeluti sains,” tulis tim peneliti.

Yang mengkhawatirkan, para peneliti mengamati bahwa di usia 11 tahun, anak laki-laki rata-rata menghabiskan 29 menit per hari untuk melakukan olahraga level cukup sampai berat, sementara anak-anak perempuan menghabiskan sekitar 18 menit—jauh lebih rendah dibandingkan waktu yang disarankan, yaitu 60 menit.

“Penemuan ini mendorong para peneliti untuk berspekulasi tentang apa yang kemungkinan terjadi pada prestasi akademik mereka jika anak-anak menambah jumlah kegiatan fisik level cukup hingga berat yang mereka lakukan menjadi 60 menit seperti yang disarankan,” ujar kelomok ilmuwan dalam pernyataan.

Responden anak-anak dalam penelitian ini berasal dari proyek berskala besar yang sedang berlangsung, Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC), di sebelah barat daya Inggris.

Para ilmuwan menyesuaikan hasil penelitian untuk beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kesimpulan, seperti berat lahir si anak, apakah ibu mereka merokok selama kehamilan, berat badan dan latar belakang sosial ekonomi.

Para ilmuwan mengungkapkan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami cara kerja olahraga dalam menghasilkan peningkatan nilai.

“Kesimpulan ini memiliki implikasi bagi kesehatan masyarakat dan kebijakan pendidikan dengan menyediakan dukungan penting yang potensial kepada orangtua dan pihak sekolah terhadap peningkatan aktivitas fisik yang bermakna dan berkesinambungan,” tulis mereka.

Leave a Reply
<Modest Style