Mainan yang berbahaya ternyata bukan Rainbow Loom saja

,

Bagaimana cara mengenali mainan yang berbahaya bagi anak? Khairina Nasution punya informasi lengkapnya.

Seseorang menunjukkan gelang "Rainbow Loom" gelang pada tanggal 23 Juli 2014 di Lille, Prancis utara. Gelang "Rainbow Loom", dibuat dengan tenunan kecil karet gelang berwarna, adalah mainan model baru yang diimpor dari Amerika Serikat. AFP PHOTO / PHILIPPE HUGUEN
Seseorang menunjukkan gelang “Rainbow Loom” gelang pada tanggal 23 Juli 2014 di Lille, Prancis utara. Gelang “Rainbow Loom”, dibuat dengan tenunan kecil karet gelang berwarna, adalah mainan model baru yang diimpor dari Amerika Serikat. AFP PHOTO / PHILIPPE HUGUEN

Gelang warna-warni dari karet dengan berbagai aksesoris lucu itu mendadak jadi berita mengagetkan. Charms alias aksesoris pada mainan anak-anak yang dikenal dengan nama Rainbow Loom Band diduga menjadi penyebab kanker karena mengandung 40 persen senyawa phthalates. Kadar ini jauh di atas ambang yang diizinkan Uni Eropa, yakni 0,1 persen.

Phthalates merupakan senyawa yang dipakai di industri sebagai zat pelentur plastik. Pada kadar tertentu, senyawa ini bisa bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Menurut penelitian, phthalate dapat berpindah dari plastik atau resin ke tubuh manusia jika plastik tersebut digunakan tidak pada tempatnya.

Mainan anak-anak yang mengandung phthalate juga berpotensi termigrasi ketubuh anak-anak jika anak-anak menggigit-gigit mainan tersebut. Jika phthalate telah termigrasi ke tubuh manusia, maka ia dapat memicu munculnya penyakit-penyakit seperti kanker (karsinogenik), gangguan sistem syaraf, liver, dan gangguan sistem reproduksi.

Sebenarnya ini bukan pertama kalimainan yang mengandung senyawa beracun ditemukan di pasaran. Pada Maret 2011, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan bahan beracun pada mainan edukasi anak yang dijual di sejumlah mal di Jakarta. Mainan edukasi berbentuk sempoa, kereta, sejumlah puzzle, balok ukur berwarna, balok rumah-rumahan, rumah hitung kayu serta kotak pos, semuanya menggunakan cat pewarna. Dari 21 mainan yang diuji itu ditemukan kadar timbal, merkuri (Hg), krom (Cr), dan kadmium (Cd) yang cukup tinggi.

Timbal dapat merusak sistem pencernaan, sistem saraf pusat, gangguan pada jaringan dan organ metabolisme tubuh. Merkuri adalah salah satu penyebab kerusakan sistem keseimbangan, gangguan paru-paru hingga gagal ginjal. krom dapat  menyebabkan kerusakan hati, kanker paru-paru sementara kadmium bisa merusak pembuluh darah, menggumpal di dalam ginjal, mengakibatkan gagal jantung dan kerusakan ginjal.

Beberapa tahun sebelumnya, di Agustus 2007, perusahaan mainan raksasa Amerika Serikat, Mattel Incorporated,pernah menarik sekitar sembilan juta produknya yang dirakit di Cina. Produk-produk itu berlapis cat yang mengandung timah beracun dan magnet kecil yang mudah tertelan sehingga berbahaya bagi anak-anak. Mainan yang ditarik di antaranya adalah boneka kecil Polly Pocket, Batman, dan mobil karakter animasi Cars.Pekan sebelumnya, sebanyak 1,5 juta produk Mattel buatan Cina juga telah dilarang beredar di Amerika Serikat karena mengandung cat timah.

Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua agar tidak kecolongan dalam memilihkan mainan untuk anak mereka?

Pemerintah Indonesia mensyaratkan adanya sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) pada setiap produk yang beredar di pasaran. Mainan yang sudah bersertifikat SNI artinya sudah memenuhi ketentuan mainan aman.

Untuk itu, ada baiknya saat membeli mainan, orang tua lebih dulu memperhatikan label SNI untuk mainan buatan Indonesia. Untuk mainan impor, perhatikan kelengkapan informasi yang tercantum, misalnya nama dan alamat importir, spesifikasi barang, keterangan untuk penggunaan dan pemeliharaan dan negara pembuat.

Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan warna dan bau mainan yang dibeli. Warna yang telalu mencolok bisa jadi mengandung bahan yang berbahaya bagi anak-anak. Sementara bau yang menyengat, misalnya pada produk mainan plastisin, menandakan umur mainan itu sudah melebihi masa pakai alias kadaluwarsa.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peruntukan mainan itu, apakah untuk anak bayi, balita, atau di atasnya. Beberapa jenis mainan memiliki tekstur yang tidak diperuntukkan untuk anak usia sangat muda. Misalnya, bertekstur kasar, berujung lancip, atau licin.

Harga juga bisa menjadi pertimbangan. Meskipun mainan mahal tidak selalu paling baik, mainan dari merek ternama biasanya sudah menjalani sejumlah uji keamanan dan mendapat berbagai sertifikat keselamatan produk. Orang tua patut berhati-hati membelikan mainan “aspal” yang tidak terjamin. Biasanya, produsen “asli tapi palsu” hanya meniru tampilan produk asli tanpa memperhatikan unsur keselamatan produknya.

Leave a Reply
Aquila Klasik