Modest Style

Konsumsi Yoghurt Dapat Menurunkan Resiko Diabetes

,
Mereka yang menyantap produk susu fermentasi rendah lemak ini berpeluang 24 persen lebih rendah terserang diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak makan produk ini.©Lilyana Vynogradova/Polyvore
Mereka yang menyantap produk susu fermentasi rendah lemak ini berpeluang 24 persen lebih rendah terserang diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak makan produk ini.©Lilyana Vynogradova/Polyvore

Mengkonsumsi yoghurt dan keju rendah lemak dapat mengurangi resiko terkena diabetes sekitar 25 persen dibandingkan mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsinya, menurut studi terhadap 3.500 warga Inggris yang dipublikasikan pada hari Rabu.

Fakta itu berasal dari survey kesehatan jangka panjang terhadap laki-laki dan perempuan yang tinggal di daerah timur Norfolk, dimana kebiasaan makan dan minum mereka diperinci pada awal penelitian.

Dalam studi selama 11 tahun, 753 orang berada dalam kelompok penderita adult-onset diabetes, juga dikenal sebagai diabetes mellitus tipe 2.

Mereka yang makan produk susu fermentasi rendah lemak — termasuk yoghurt, fromage frais, dan cottage cheese rendah lemak — memiliki kemungkinan terkena penyakit ini 24 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Saat diperiksa secara terpisah dari produk susu rendah lemak lainnya, yoghurt sendiri diperkirakan bisa mengurangi resiko terkena diabetes hingga 28 persen.

Orang-orang dalam kategori ini mengkonsumsi rata-rata empat setengah kali pot yoghurt berukuran standar 125 gram atau sekitar 562,5 gram  yoghurt per minggu.

Mereka yang mengkonsumsi yoghurt sebagai cemilan dan bukan sebungkus keripik,  mengalami 47 persen pengurangan kemungkinan terkena diabetes.

Hanya produk susu fermentasi rendah lemak yang dapat mengurangi resiko. Konsumsi produk fermentasi tinggi lemak, dan susu, tidak ada pengaruhnya.

Penelitian itu, yang dipublikasikan pada jurnal Diabetologia, tidak didesain untuk mengetahui mengapa mengkonsumsi produk susu fermentasi rendah lemak tampaknya begitu bermanfaat.

Sebuah pertanyaan potensial adalah  apakah dampak itu berasal dari bakteri probiotik dan bentuk khusus dari Vitamin K yang dikandungnya, berdasarkan laporan penelitian yang dipimpin oleh Nita Forouhi, seorang ahli epidemiologi di University of Cambridge.

“Pada suatu masa di mana kita memiliki banyak bukti lain bahwa mengkonsumsi makanan tertentu dalam jumlah banyak, seperti penambahan gula dan minuman bergula, tidak baik untuk kesehatan, sangat menenangkan memiliki pesan mengenai makanan lain seperti yoghurt dan produk susu fermentasi rendah lemak yang baik untuk kesehatan kita,” ujar Forouhi.

Penelitian ini memperhitungkan faktor-faktor seperti obesitas dan riwayat keluarga mengenai diabetes yang berpotensi mengubah hasil.

Namun, penulisnya mengakui, penelitian itu juga memiliki keterbatasan

Kebiasaan makan relawan dicatat dengan sangat rinci pada awal penelitian tetapi informasi ini tidak diperbarui selama 11 tahun berikutnya. Jadi tidak diketahui jika atau bagaimana mereka mengubah diet mereka sepanjang waktu ini.

Leave a Reply
<Modest Style