Modest Style

Gadis kecil ini membuat gelang untuk menyumbang Palestina

,

Usaha seorang ibu menumbuhkan cinta kasih pada diri anaknya membuahkan hasil. Oleh Yasmeen Syed.

2404-WP-Bracelet-by-Yasmeen-sm

“Salma, makannya dihabiskan dong!” Saya berseru pada putri saya yang berusia tujuh tahun. Seperti biasa, “Saya kenyang,” ujarnya. “Tidak bisa makan lagi.”

Agar tidak kehilangan kesabaran saat sedang berpuasa, saya menghentikan pekerjaan saya dan mengingat ucapan seorang teman yang berpofesi sebagai guru: “Melibatkan anak dalam pembelajaran dan dialog merupakan cara terbaik untuk melawan tingkah laku negatif.”

Saya duduk di samping Salma dan mulai bercerita tentang anak-anak di sekeliling dunia yang kelaparan, mungkin tidak memiliki tempat berteduh, dan tinggal di negara-negara yang hancur oleh perang. Iya, saya tahu ini ceramah basi “orang-orang kelaparan, habiskan sayuranmu” yang banyak digunakan oleh para orangtua, namun kali ini reaksi Salma mengagetkan saya. Bukannya menggerutu seperti biasanya, matanya justru membulat.

“Ada orang di dunia ini yang tidak punya cukup makanan?” tanyanya. Saya juga sama terkejutnya – tidak biasanya nasihat saya memancing reaksi semacam ini.

“Mm.. ya,” ujar saya. Kemudian saya melanjutkan cerita dengan penekanan terhadap nilai makanan, kebutuhan untuk berhemat, dan pentingnya berbagi. Saya berdoa semoga saya tidak berusaha berlebihan dengan menyampaikan soal berbagi, karena  ia terbiasa menyembunyikan berbagai hal di kamarnya untuk menghindari berbagi dengan adik lelakinya.

Salma mengejutkan saya lagi. “Bagaimana kita dapat membantu?” tanyanya.

Saat saya sedang memikirkan berbagai gagasan, mata Salma jatuh pada Rainbow Loom – mainan membuat gelang yang terkenal di kalangan anak-anak sekolah dasar.

“Saya akan mengirimkan gelang agar mereka senang,” ujarnya dengan penuh percaya diri. Kasih dan inisiatifnya begitu membahagiakan.

Karena lahir dan besar di Kanada, Salma tidak pernah mengenal kelaparan. Saya selalu merasakan keharusan untuk memberikan penghargaan pada anak-anak sekaligus membesarkan warga dunia yang penuh kasih dan rasa syukur.

Setelah berdiskusi, kami putuskan ia akan membuat gelang dan gantungan kunci yang akan dijual ke teman dan keluarga untuk menyebarkan pengetahuan tentang penderitaan dan kehancuran di Palestina.

bracelet01-smKami pergi ke toko prakarya dan membeli manik-manik dalam warna dan huruf berbeda, dan beberapa gulung benang untuk mengikatnya. Salma ingin memasukkan warna-warna bendera Palestina dan manik-manik dengan gambar hati untuk menunjukkan kepedulian kami. Seluruh uang yang terkumpul dari penjualan gelang dan gantungan kunci Salma akan disumbangkan ke Islamic Relief, sebuah badan amal Kanada. Hingga hari ini, ia telah menjual 60 buah, dan menghasilkan $300 untuk para saudara kita di Palestina.

Keesokan harinya, Salma kembali memain-mainkan makanannya. Saya sudah bersiap untuk menasihatinya kembali saat ia tersenyum pada saya. “Bu, bisa kita pergi membeli manik-manik dan perlengkapan untuk gelang lagi hari ini? Saya ingin membantu anak-anak itu.”

Makannya boleh saja lambat, namun jika putri saya dapat tumbuh menjadi seseorang yang peduli pada orang lain dan memiliki hati yang baik, rasanya saya bisa belajar menerima kebiasaan makannya.

Leave a Reply
<Modest Style