Studi: Belajar musik meningkatkan kemampuan manajemen

,
musical
Studi yang mengindikasikan manfaat musik ada banyak, namun peneliti di Boston menambah panjang daftar manfaatnya, dengan peningkatan kemampuan mengelola hidup. ©xavier gallego morell/shutterstock.com

Peneliti di Rumah Sakit Anak Boston menggunakan mesin citra resonansi magnetis (MRI) dan menyimpulkan bahwa pelatihan musik pada usia dini meningkatkan wilayah otak yang bertanggung jawab atas fungsi eksekutif.

“Fungsi eksekutif”, juga dikenal sebagai sistem kontrol kognitif atau pengawasan perhatian, sebagaimana diperlihatkan oleh namanya, mengacu pada manajemen otak.

Fungsi ini merupakan hirarki tertinggi dalam hal organisasi otak, karena fungsi eksekutif memungkinkan pengolahan dan penyimpanan informasi, mengatur kebiasaan, dan bertanggung jawab atas — antara lain — pemecahan masalah dan perencanaan.

Singkatnya, fungsi ini merupakan kunci penting kesuksesan hidup.

Dalam studi tersebut, peneliti menganggap anak yang terlatih bermusik adalah mereka yang mendapat setidaknya dua tahun pelatihan musik secara privat.

Peneliti memilih 15 anak di antara kelompok ini yang berusia antara 9 hingga 12 tahun, dan statistik kelompok meningkat melebihi lama waktu pelatihan yang awalnya dicari para peneliti: anak-anak tersebut telah bermain musik selama 5,2 tahun dan berlatih 3,7 jam sepekan, sejak usia 5,9 tahun.

Peneliti membandingkan mereka dengan sebuah kelompok kontrol yang terdiri dari 12 anak berusia sama tanpa pelatihan musik.

Kemudian, dua kelompok orang dewasa dengan struktur sama dibentuk, meski kelompok musikal hanya terdiri dari musisi profesional yang aktif.

Uji kognitif menunjukkan musisi di kedua kelompok umur lebih maju.

Tes MRI menunjukkan anak-anak ini memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi pada korteks prefrontal yang mengindikasikan bahwa mereka lebih mampu mengerjakan berbagai hal bersamaan daripada anggota di kelompok non-musikal.

Berbagai manfaat pelatihan musik pada otak telah banyak diketahui dan menjadi topik beragam studi akademik.

Tahun lalu saja, Society for Neuroscience mempresentasikan tiga studi di sebuah konferensi tahunan, yang semuanya sampai pada kesimpulan bahwa pelatihan musik tidak hanya mempengaruhi beberapa fungsi otak namun juga anatominya.

Meski begitu, studi Boston ini adalah satu dari sedikit studi yang menjelajahi fungsi eksekutif dan memberikan hasil yang berhubungan dengan status sosial ekonomi, faktor penting yang sebelumnya tidak mendapat perhatian dari studi-studi terdahulu.

“Karena fungsi eksekutif merupakan penentu penting pencapaian akademis, bahkan lebih daripada IQ, kami rasa penemuan kami berdampak besar bagi pendidikan,” ujar peneliti senior dalam studi Nadine Gaab, PhD, dari Laboratorium Ilmu Saraf Kognitif di RSA Boston. “Sementara banyak sekolah menghilangkan program musik dan meluangkan lebih banyak waktu pada persiapan ujian, penemuan kami menunjukkan bahwa pelatihan musik justru dapat membantu mempersiapkan anak mendapat pencapaian akademik lebih baik ke depannya.”

Gaab menyebutkan bahwa studi lebih lanjut dapat mencari tahu apakah anak dan orang dewasa yang memiliki kesulitan fungsi eksekutif – seperti anak yang ADHD atau lansia – bisa mendapat manfaat dari musik sebagai alat bantu terapi.

Peneliti menyatakan bahwa peningkatan fungsi eksekutif merupakan inti dari otak yang mendorong anak untuk berkomitmen dengan pelajaran musik mereka, yang menunjukkan bahwa pelatihan harus dimulai sejak usia dini.

Leave a Reply
Aquila Klasik