Modest Style

Cara Alami Jaga Stamina Saat Berpuasa

,

Manfaatkan alternatif makanan sehat yang akan membuat tubuh Anda lebih bertenaga saat berpuasa. Oleh Fatimah Jackson-Best.

Foto: SXC
Foto: SXC

Saya sangat menyukai secangkir kopi hitam yang enak. Dan saya akan menjadi orang yang pertana mengaku bahwa gula adalah kelemahan yang saya hadapi hampir setiap hari. Selama Ramadhan kita berpuasa mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari, tapi bagaimana dengan makanan, minuman dan kebiasaan kita yang tidak sehat? Ramadhan tidak akan serta-merta memecahkan masalah kecanduan kopi, gula maupun rokok. Tetapi, bulan yang suci ini memberi kita kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh dari ketiga hal tersebut sehingga bisa lebih fokus berpuasa dan meningkatkan stamina.

Langkah pertama adalah miliki niat untuk mengurangi konsumsi makanan, minuman dan kebiasaan yang tidak sehat. Langkah kedua adalah melakukannya. Di bawah ini beberapa hal paling umum yang biasa kita konsumsi sehari-hari, serta sejumlah alternatif yang mudah-mudahan membuat Anda lebih ringan dalam menjalani Ramadhan.

Kopi

Saya tidak percaya kopi mutlak tidak sehat. Walau begitu, apa yang kita bubuhkan ke dalamnya (gula, krim kental, dll) dan seberapa banyak yang kita minumlah yang menjadikannya tidak sehat. Apabila tubuh Anda telah membangun ketergantungan terhadap kopi dan Anda tidak bisa memulai hari tanpa meminumnya barang secangkir, Anda perlu menemukan pengganti kopi untuk sahur.

Di sinilah peran jus sayuran hijau (green smoothie) dapat sepenuhnya merevolusi gaya sarapan dan rutinitas pagi Anda. Komponen adiktif dalam kopi adalah kafein yang seketika memberi enenrgi dan membuat kita merasa seperti mendapat suntikan semangat di pagi hari. Tapi khasiatnya cepat hilang, dan di saat itulah Anda meminumnya dari cangkir kedua, dan ketiga.

Ketimbang meracik kopi arabika dari mesin french press, siapkan minuman smoothie dengan menggunakan buah-buahan dan sayuran berdaun hijau yang akan memberi Anda vitamin dan mineral yang perlu diserap tubuh. Masukkan segenggam kale, bayam atau timun yang telah dicuci bersih ke dalam blender. Tambahkan pisang dan beberapa potong mangga. Air kelapa menjadi pelengkap yang sempurna, dan elektrolit alaminya (senyawa kimia yang biasanya ditambahkan ke dalam produk minuman berenergi) akan membangkitkan stamina tubuh Anda.

Hasilnya akan menjadi penambah energi alami di pagi hari yang bakal menghapus ingatan akan secangkir kopi. Tubuh dan pikiran pun tidak dirugikan karena Anda tidak perlu menderita karena ‘menagih’ kafein. Inilah situasi yang sama-sama menguntungkan!

Gula

Kita tinggal dunia di mana akses terhadap gula terbilang cukup tinggi. Gula ada di nyaris semua yang kita makan: mulai dari kue kering hingga kecap. Selain gula biasa, ada juga yang namanya versi ‘Frankenstein’: sirup jagung berkadar fruktosa tinggi, atau glukosa/fruktosa. Keduanya merupakan kabar buruk bagi kesehatan dan luar biasa adiktif. Selama Ramadhan kita semestinya membatasi asupan gula dengan mengurangi konsumsinya sewaktu berbuka dan sahur. Jadi katakan ‘tidak’ pada sekotak sereal, donat dan muffin!

Alternatif yang lebih baik adalah menyantap makanan yang memiliki unsur gula alami seperti ciptaan Allah nan sempurna: buah-buahan. Betapa nikmat rasa kurma setelah seharian berpuasa? Kombinasi natural antara gula dan serat menjadikan buah sajian manis yang sempurna. Dan, siapa bilang Anda hanya bisa menyantapnya untuk buka puasa? Sediakan juga porsi kecil setelah makan besar untuk hidangan penutup yang simpel lagi praktis. Potong apel, semangka, stroberi dan jeruk untuk sajian berwarna-warni di piring yang dapat dinikmati semua orang saat berbuka dan sahur tanpa perasaan bersalah.

Jika Anda sangat suka memanggang kue seperti saya, kreatiflah dan gunakan bahan pengganti seperti madu, sirup maple atau nektar agave organik di resep Anda. Sajian penutup sesekali memang menyenangkan, namun perlu diingat bahwa gula bisa sama adiktifnya seperti kafein.

Rokok

Saya tidak pernah membiasakan diri mengisap rokok, tapi saya punya beberapa teman dan anggota keluarga yang terbiasa merokok, jadi saya tahu bahwa Ramadhan bisa sangat berat karena merokok berarti membatalkan puasa. Masalah ini tidak memiliki jawaban yang mudah. Sederhana saja: jadikan Ramadhan tahun ini saat di mana Anda berhenti merokok. Saya yakin Anda telah mendengar ribuan petuah tentang betapa buruknya rokok terhadap kesehatan, gigi dan paru-paru.

Semua nasihat di atas benar adanya. Bila Anda tidak merokok dari terbit sampai terbenamnya matahari selagi berpuasa, paksakan diri lebih lama dan basmi sekalian saja kebiasaan itu. Lagi pula, perjuangan Anda sudah lebih dari separuh! Ketimbang menunggu waktu berbuka untuk sekedar membatalkan puasa dengan merokok, sibukkan diri Anda dengan salat, berdoa atau berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman.

Jika cara ini tidak berhasil, saya dengar beberapa laporan dan pengakuan pribadi tentang betapa efektifnya rokok elektronik atau nicotine patch (lembaran yang ditempel di kulit untuk memberikan pengaruh nikotin tanpa merokok). Singkirkan rokok, dan tingkatkan peluang Anda untuk hidup lebih sehat Ramadhan tahun ini — dan sesudahnya.

Leave a Reply
<Modest Style