Modest Style

Berinvestasi dalam Seni Islami

,

Seni yang mencakup filosofi dan hukum-hukum tentang Islam dapat menjadi sebuah koleksi yang bernilai. Oleh Elsa Febiola Aryanti.

WP-Investing-in-islamic-arts-sm

Mengoleksi benda seni telah menjadi hal yang umum dilakukan dan bagi mereka yang menaruh minat, pengetahuan dan akses kepada seni, hal ini menjadi bentuk populer dari sebuah investasi. Tak diragukan lagi, kemampuan finansial yang cukup dibutuhkan untuk menyokong minat dalam mengoleksi benda seni.

Kesenian Islam secara luas didefinisikan sebagai benda-benda seni dari beragam zaman dan dalam beragam bentuk tampilannya yang terinspirasi dari semangat dan nilai ke-Islam-an dalam pemikiran sang seniman.

Mengoleksi benda seni Islami, terutama bagi umat muslim, bukan hanya berfungsi sebagai alternatif investasi, namun juga menambah nilai dalam keimanan kita. Kesenian Islam menjamin bahwa bentuk karya seni yang kita kumpulkan sesuai panduan Islam, dan kelebihan utamanya adalah bahwa kita tidak akan menyimpang dari ajaran Islam bahkan dalam memenuhi hasrat berkesenian.

Kehidupan seorang muslim seharusnya mengarah kepada pencapaian ridha Allah. Dan ini meliputi semua aktivitas yang kita lakukan, termasuk (bila kita memilihnya) mengoleksi benda seni. Kesenian Islam  diciptakan dari nilai-nilai, sejarah dan budaya Islam yang berasal dari Al Quran dan Hadits. Kesenian Islam dilahirkan dari hasrat untuk mengagungkan Allah dalam bentuk karya seni. Oleh karenanya mempelajari, menikmati, dan mengoleksi benda seni Islam juga adalah bentuk mempertahankan nilai-nilai dan sejarah Islami agar tetap hidup. Salah satu perbedaan yang signifikan dan luar biasa dari mengoleksi barang seni lain dibanding benda seni Islami adalah bahwa yang disebut terakhir akan mengingatkan kita pada keimanan.

Niat dari amal sangat penting dalam Islam. Oleh karenanya, jika kita memilih untuk mengoleksi dan berinvestasi dengan benda-benda seni Islam, sebaiknya tidak diniatkan untuk berbelanja dengan royal atau mengarah kepada kehidupan mewah, namun sebaiknya dimulai dengan niat untuk melestarikan, melindungi dan mempelajari manifestasi dari keimanan kita dalam bentuk seni, sehingga kita bisa mengagungkan Allah dan memiliki kedalaman pemahaman perihal keimanan kita. Jangan sampai amal baik tidak disertai dengan niat yang ditujukan hanya untuk Allah, termasuk berinvestasi dalam kesenian Islami.

Untuk berinvestasi dalam kesenian berarti kita harus memiliki kemampuan finansial untuk membiayai minat tersebut. Dan untuk menjaga nilai-nilai dan tindakan Islami dalam pengelolaan keuangan pribadi, prioritas kita harus ditetapkan dengan tegas. Kita semata-mata hanya pemelihara dari kekayaan yang Allah titipkan, jadi menetapkan prioritas dan memahami kewajiban dalam hal keuangan penting untuk dicermati, sebelum kita memutuskan membelanjakan uang untuk mengoleksi karya seni Islami. Mengoleksi karya seni berada dalam skala prioritas lebih rendah dibandingkan dengan, misalnya, memanfaatkan uang kita untuk membantu mereka yang membutuhkan di sekitar kita. Jadi jika kita memiliki keinginan untuk mengoleksi karya seni, pastikan terlebih dulu apalah alokasi dana untuk kebutuhan yang lebih diprioritaskan sudah diselesaikan dengan baik.

Sebagaimana laiknya aktivitas investasi apa pun, mengoleksi karya seni membutuhkan pemahaman mengenai nilai dari investasi kita. Bekali diri dengan pengetahuan dan temukan para pakar yang memahami tentang kesenian Islam untuk membantu mengumpulkan portofolio yang dibutuhkan mengenai pernik benda seni. Mengeluarkan dana ekstra untuk memvalidasi dan memahami opini seorang pakar tentang sebuah karya seni yang hendak kita beli akan menjamin penilaian dan pemahaman yang lebih baik perihal kualitas nilai dari koleksi benda seni kita. Ingatlah bahwa kita juga mempunyai pilihan untuk mengoleksi karya seni bersejarah atau kontemporer yang dicipta oleh para seniman muslim. Memahami dunia yang akan kita masuki adalah kunci dari bisnis koleksi dan investasi karya seni.

Investasi dalam kesenian Islami bisa juga berarti mendapat lebih banyak paparan tentang dunia seni Islam secara utuh. Bagi seniman-seniman muslim, hal ini bisa mendorong perkembangan kesenian Islam menjadi lebih pesat. Berinvestasi dalam karya seni bukan hanya berarti mengoleksi benda-benda dari era lampau, tapi juga dari masa kini. Selain itu, karena seni adalah universal, makin banyak kesenian Islam diperkenalkan dan dinikmati oleh masyarakat, maka makin dikenal pula prinsip-prinsip, filosofi, semangat, nilai dan sejarah Islam oleh masyarakat luas, termasuk pula di dalamnya kesenian Islam. Seni Islami dapat disebut sebagai wajah Islam dalam dunia seni, dan semangat keislaman dalam sebuah bahasa yang universal.

Artikel ini pertama kali muncul dalam Aquila Style edisi Mei 2012. 

Leave a Reply
<Modest Style