Modest Style

Alternatif Hiburan Murah Meriah di Dubai

,

Jelajahi Dubai tanpa merogoh kocek terlalu dalam bersama pemandu Anda, Ameera Al Hakawati.

[Not a valid template]

Kita semua tahu Dubai terkenal atas segala kemewahannya. Tetapi, bertentangan dengan kepercayaan umum, Anda tidak perlu kaya untuk menjelajahi kota ini karena sebenarnya terdapat pilihan murah lagi meriah bagi para pelancong hemat. Berikut ini 12 hal yang dapat Anda lakukan di Dubai tanpa harus merampok bank.

1. Menikmati barbekyu di udara terbuka

Sementara sebagian besar penduduk negara lain sedang menggigil di bawah luruhnya kepingan salju, musim dingin di Dubai berarti satu hal: barbekyu. Pergilah ke supermarket mana saja, beli seperangkat peralatan barbekyu sekali pakai dan berangkatlah menuju pantai, taman atau gurun pasir untuk menikmati sore bersama lembutnya daging panggang barbekyu di bawah langit yang biru jernih.

Jika tidak mempunyai mobil jelajah atau khawatir akan butiran pasir di steik Anda, Taman Safa mungkin merupakan pilihan terbaik. Harga tiket masuk taman ini hanya AED 3 (Rp 10.000) dan ada banyak pangkalan barbekyu dan meja piknik yang tersebar di sana. Meski begitu, khusus di hari Jumat, taman ini akan benar-benar penuh sesak dengan para keluarga dan teman-teman yang asyik bertamasya, menikmati barbekyu, bermain Frisbee dan memetik gitar sampai-sampai cukup sulit untuk mendapatkan tempat di sana.

2. Menyaksikan parade burung merak

Ya, burung merak. Berkeliaran di tengah jalan tanpa peduli pada dunia. Meski demikian, mereka tidak berparade di sembarang jalan, melainkan pada akses jalan pribadi di taman Za’abeel yang menuju istana His Highness (HH) Syekh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum. Tapi jangan khawatir, siapa pun boleh berjalan atau mengendarai mobil menelusuri jalan ini sambil menyaksikan kecantikan burung-burung merak yang dengan santainya melenggang-lenggok di jalan.

3. Berjemur di pantai

Hanya ada sedikit pantai umum gratis di Dubai. Meskipun indah dan cukup memadai sebagai tempat berjemur, barangkali Anda akan menjadi mangsa sejumlah pandangan kurang ajar, genit dan menggoda dari para pekerja migran dan sejenisnya yang sering datang ke sana pada hari Jumat.

Jika ingin menikmati sedikit keistimewaan tanpa membayar terlalu mahal untuk menggunakan pantai hotel, pergilah ke Taman Pantai Jumeirah. Untuk sekitar AED 5 (Rp 16.000) per orang atau AED 20 (Rp 65.000) per mobil, Anda dapat menikmati taman, pantai, restoran, kamar kecil, ruang shalat serta penyewaan kursi santai dan penghalang matahari. Bagian terbaiknya, Senin dan Rabu adalah hari khusus perempuan di mana laki-laki berusia di atas empat tahun dilarang memasuki kawasan tersebut.

4. Menghabiskan hari di gurun pasir

Apabila Anda ternyata mengenal seseorang yang memiliki mobil jelajah saat berkunjung ke Dubai, gunakan kesempatan itu untuk menghabiskan satu hari di gurun pasir. Tak ada yang bisa menandingi sensasi dikelilingi hamparan luas bukit pasir yang keemasan saat menyaksikan matahari terbenam dalam semburat warna oranye dan merah. Oya, menemukan tempat ini lebih mudah dari dugaan Anda: menyetirlah ke arah Jalan Hatta atau Jalan Al Ain dan berbelok ke gurun pasir di kedua sisinya kapan pun Anda siap. Tetapi, jangan melakukan off road di gurun pasir kecuali pengemudinya benar-benar tahu apa yang sedang dilakukannya!

5. Mengembara ke masa lalu di Bastakiya

Sebagai distrik tertua di Dubai, jalan desa berkerikil Bastakiya tidak hanya damai sentosa dan cantik jelita, tetapi juga menawarkan banyak sekali kejutan—mulai dari kedai kopi dan restoran ala Arab yang menyajikan daging unta sampai pada butik perhiasan dan galeri seni mungil dengan fasilitas masuk gratis.

6. Bergabung dengan gelombang kesenian Dubai

Jalan Raya Al Serkal adalah semacam permata terpendam di jantung Al Quoz, wilayah industri Dubai tempat dipamerkannya karya-karya seni terindah dan terkini yang baru lahir dari daerah itu. Selalu ada pembukaan dan pameran gratis yang diadakan di sejumlah gedung nan sibuk di seluruh jalan raya tersebut. Benar-benar tempat yang sempurna untuk bertemu dengan para seniman dari penjuru dunia.

7. Naik abra di Anak Sungai Dubai

Tidak hanya turis yang gemar naik abra (taksi air) untuk berwisata singkat dari satu sisi Anak Sungai Dubai (Dubai Creek) ke sisi lainnya. Para komuter pun senang melakukannya, karena mereka menganggap kendaraan ini sebagai alternatif yang cepat, efisien dan bebas macet di saat jam sibuk. Lagipula, abra dulu pernah menjadi jenis transportasi utama di Dubai. Hanya dengan AED 1 (Rp 3.000), tidak ada cara yang lebih baik untuk menyelami sebagian sejarah Dubai.

8. Bergoyang bersama air terjun menari

Setiap setengah jam dari pukul enam sore hingga sepuluh malam, pesona air mancur menari di Mal Dubai akan dihidupkan lewat meriahnya kombinasi atraksi lampu dan air. Mulai dari lagu Thriller karya Micheal Jackson dan I Will Always Love You dari Whitney Houston, sampai ke nomor klasik Arab seperti Shik Shak Shok dan tembang Bollywood yang ajaib, air mancur menari serbabisa ini menawarkan hiburan bagi semua orang. Terletak di luar menara Burj Khalifa, tinggi semprotan air mancurnya mencapai 150 meter dan sungguh pemandangan yang spektakuler untuk disaksikan. Hati-hati memilih tempat untuk menontonnya karena bisa-bisa airnya akan menciprati Anda.

9. Mengalami kehidupan laut di Akuarium Mal Dubai

Saat berada di komplek Burj Khalifa, pastikan untuk mengunjungi Akuarium Dubai—akuarium berukuran 51 x 20 x 11 meter yang memuat lebih dari 85 jenis ikan dan makhluk laut di dalam 10 juta liter air. Meskipun Anda harus membeli tiket untuk berjalan di terowongan kacanya, Anda dapat melihat-lihat kehidupan laut secara cuma-cuma dari lantai dasar dan lantai satu Mal Dubai dari jarak sekitar dua meter.

10. Memuaskan diri menyantap shawarma di pinggir jalan

Dubai tidak selalu berisikan masakan lezat nan mahal (walaupun memang ada banyak di sana). Untuk makanan cepat, enak dan memuaskan yang harganya tidak lebih dari air minum kemasan botol (Rp 10.000), mampirlah ke salah satu dari begitu banyak kafetaria pinggir jalan di Dubai untuk menyantap roti isi tradisional Arab, shawarma.

Kafe Al Ijaza di Jalan Jumeirah terbilang favorit di antara warga lokal dan ekspatriat, bukan semata karena pernah ditampilkan di film panjang pertama Uni Emirat Arab, City of Life, atau karena Anda cukup menepikan kendaraan dan memencet klakson untuk memperoleh pelayanan, tetapi karena potongan daging berbumbu ringannya yang berlapis saus yoghurt bawang putih dan terbungkus roti tipis yang baru dipanggang.

11. Mengelilingi Masjid Jumeirah

Sebagai satu-satunya masjid di Dubai yang membuka pintunya untuk non-Muslim, Masjid Jumeirah yang teduh dan dibangun dalam gaya arsitektur tradisional Teluk itu mengadakan tur tambahan enam hari seminggu yang diselenggarakan oleh pusat kebudayaan Sheikh Mohammed Center for Cultural Understanding. Dengan kunjungan yang berlangsung lebih dari satu jam, para tamu dipersilakan mengajukan pertanyaan tentang Islam dan kebudayaan Emirat selama tur. Penggunaan kamera pun diperbolehkan.

Karena banyak ekspatriat dan turis yang tidak punya kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk setempat, inilah kesempatan besar untuk lebih mempelajari kebiasaan dan tradisi lokal, sehingga tur tidak hanya sekadar kegiatan melihat-lihat. Perhatikan apa yang Anda kenakan—busana yang sopan adalah keharusan.

12. Menjelajahi dunia di Global Village

Berada di persimpangan Timur dan Barat, Dubai menjadi rumah dari begitu banyak kebudayaan, agama dan kebangsaan. Tak ada tempat yang lebih baik untuk memperoleh semua pengalaman tersebut daripada Global Village. Ongkos sekitar AED 10 (Rp 33.000) terbilang kecil untuk membayar apa yang Anda dapatkan saat memasuki festival yang berlangsung selama musim dingin itu.

Terdapat sejumlah anjungan dari seluruh dunia, yang digunakan para pedagang untuk menjual produk asli mereka dengan harga menarik yang akan membuat Anda bersuka cita mengeluarkannya. Puaskan diri dengan madu murni Yaman, belilah gerabah dari Maroko, lentera hias dari Turki, perhiasan berdetail rumit warna turkois dan perak dari Iran, ornamen kayu buatan tangan dari sub-Sahara Afrika dan tekstil katun aneka warna dari Pakistan—semuanya hanya di satu malam. Pastikan pula untuk pergi ke sana dalam keadaan lapar. Anda akan ingin mencicipi segala jenis makanan yang tersedia.

Leave a Reply
<Modest Style