Modest Style

Tantangan spiritual di era internet

,

Dengan banyaknya orang yang memutuskan hubungan dengan dunia maya saat Ramadhan, Najwa Abdullah bertanya-tanya apakah keimanan dapat diperkaya melalui layar komputer.

1603-WP-Internet-by-Najwa-iStock-sm

Banyak umat Muslim kini mengkhawatirkan internet dapat mengganggu ibadah. Beberapa orang menganggap teknologi internet membuat interaksi, pekerjaan, dan pergaulan menjadi kurang manusiawi. Lainnya mempertanyakan apakah internet membawa ancaman merusak perjalanan keagamaan dan spiritual kita.

Dalam bulan suci ini, beberapa di antara kita memilih untuk memutuskan hubungan dengan dunia maya untuk memperbaiki pelaksanaan ibadah dan menghindari “dosa internet”. Dosa ini antara lain dorongan untuk pamer, membuat komentar negatif karena perbedaan pendapat yang sepele, atau sekadar bergosip tentang teman-teman sambil melihat-lihat foto mereka.

Beberapa di antara kita mungkin mengkhawatirkan dampak keberadaan internet terhadap citra Islam dan Muslim, saat dipergunakan untuk menyampaikan kebencian dan fitnah. Jumlah Islamofobia bisa saja berkembang pesat dengan adanya penggambaran Islam secara negatif di berbagai media sosial.

Internet juga bisa jadi terlalu berlebihan hingga beberapa orang menganggapnya membahayakan iman dan jiwa kita. Pada akhirnya, jika kita ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan Yang Maha Kuasa, meninggalkan internet menjadi cara yang kita pilih. Namun haruskah begitu? Tidak bisakah internet meningkatkan spiritualitas kita?

Terlepas dari perubahan besar yang dibawa internet ke dalam kehidupan kita, ingatlah bahwa pada dasarnya seluruh teknologi itu netral – kitalah yang secara moral bertanggung jawab menggunakannya untuk tujuan yang baik atau buruk.

Kelebihan internet adalah kemampuannya memancing dialog dan saya percaya dialog merupakan bagian dari keimanan. Di balik perang internet, terdapat kebebasan ekspresi keagamaan di dunia maya dan banyak sumber daya yang berguna dalam merawat spiritualitas kita.

Saya yakin saya tidak berlebihan jika berpikir bahwa internet merupakan salah satu penyebab berkembangnya jumlah umat Muslim yang lebih terdidik di seluruh dunia. Melalui berbagai blog, situs, majalah digital, aplikasi yang bertanggung jawab, mempergunakan internet untuk kesenangan duniawi sebenarnya sama mudahnya dengan menggunakannya untuk perbaikan spiritual.

Menjauhkan diri dari peralatan elektronik atau aplikasi ponsel tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Hal-hal ini telah menjadi bagian penting dalam hidup kita. Berhenti beraktivitas secara total di dunia maya yang katanya mengancam jiwa justru akan membuat kita tersisih. Sebaliknya, sebagai bagian dari masyarakat global, saya rasa umat Muslim memiliki tanggung jawab sosial dan intelektual untuk selalu mengetahui perkembangan dan informasi terbaru tentang dunia luar.

Untuk memastikan bahwa internet tidak menganggu upaya kita meningkatkan spiritualitas, kita dapat mendasarkan aktivitas online kita dari keyakinan dan kehidupan nyata kita. Sebagai contoh, kita dapat mengatur linimasa Facebook agar sesuai dengan semangat Ramadhanmenetapkan batasan antara dunia maya dengan dunia nyata, atau sekadar melatih kedewasaan emosi dan ego kita dengan menjaga kepantasan kata yang kita gunakan dalam komentar dan status yang kita buat.

Karena kita tahu internet telah mengubah hidup kita, marilah juga mengubah adab online kita untuk menjadi Muslim yang lebih baik.

Leave a Reply
<Modest Style