Modest Style

Bagaimana cara Muslim di ujung utara dunia berpuasa?

,

Matahari yang muncul hampir seharian membuat tidak makan dan minum dari subuh hingga petang hampir tidak mungkin. Oleh Lina Lewis.

sunset
Matahari malam memancarkan gemerlap cahayanya di atas batu di Harstad, utara Norwegia. (Gambar: iStock)

Di tempat-tempat seperti Kiruna, kota paling utara Swedia, matahari tidak banyak terbenam tahun ini. Hal ini menyulitkan dalam pelaksanaan puasa Ramadhan dengan cara biasa – berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam.

Pekan ini di Kiruna, matahari terbenam sekitar tengah malam dan muncul kembali kurang lebih dua jam kemudian. Negara-negara seperti Kanada, Rusia, Finlandia, dan Swedia memiliki wilayah yang terbentang di bagian Lingkar Arktik. Orang-orang yang tinggal di wilayah ini mendapat lebih dari 20 jam sinar matahari pada musim panas.

Imam Mahmoud Khalfi, presiden Asosiasi Islam Swedia, mengatakan pada layanan kawat Swedia TT News Agency: “Saat kita tidak memiliki banyak umat di Swedia, ini bukan masalah besar. Namun, di tahun-tahun belakangan, hal ini menjadi masalah. Banyak masukan perihal bagaimana cara melakukannya. Haruskah Anda mengikuti Mekah atau haruskah Anda berpuasa sepanjang matahari masih bersinar di pagi dan malam hari?”

Menurut situs berita Swedia The Local, Majelis Fatwa dan Riset Eropa telah mengeluarkan paduan untuk membantu Muslim di Kiruna menjalani puasa Ramadhan.

Tidak ada panduan pasti, namun Muslim di Kiruna diperbolehkan mengikuti waktu berpuasa Stockholm atau Malmö. Mereka juga boleh mendasarkan waktu puasa mereka pada waktu matahari bersinar tanggal 1 Mei – saat terakhir petang benar-benar gelap di Kiruna.

Di situs Tanya Jawab Islam, dinyatakan bahwa Majelis Ulama Senior di Kerajaan Arab Saudi menyarankan umat Muslim di negara-negara di mana siang hari sangat panjang untuk memperkirakan waktu berpuasa mereka berdasarkan negara terdekat yang malam harinya dapat dengan mudah dibedakan dari siang hari.

Di Norwegia, pegawai Pusat Islam Norwegia Utara Hasan Ahmed tahun lalu mengatakan pada The Atlantic bahwa umat Muslim Tromsø juga dapat memilih untuk berpuasa mengikuti waktu Mekah.

Dan di kebanyakan negara, Ramadhan tahun ini jatuh di saat terpanas musim panas. Suhu di Arab Saudi dan Pakistan sedang terik-teriknya, hingga melebihi 45 derajat Celsius. Times of Oman melaporkan bahwa departemen meteorologi menyarankan masyarakat untuk menghindari paparan panas ekstrim.

Amina Sheik Mohamed dari Badan Layanan Kesehatan dan Masyarakat San Diego memberikan saran berikut untuk umat Muslim yang berpuasa Ramadhan ini: “Meminum cukup air itu baik. Namun, baik juga memakan buah dan sayuran seperti melon, jeruk, jeruk bali, timun, dan seledri – yang termasuk makanan yang baik dalam membantu mencegah dehidrasi.”

 

Leave a Reply
<Modest Style