Modest Style

Ramadhan keliling dunia: Singapura

,

Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa bagi Islam, saat ruh, hati, dan pikiran umat Muslim bersatu, menyinari segala sesuatu di sekeliling mereka.

Ramadhan menjadi bulan yang suci karena Allah menjanjikan bulan ini sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan. Pada prakteknya, tidak makan dan minum serta menjauhkan diri dari kebiasaan dan perbuatan buruk membuat tubuh, pikiran, dan jiwa kita menyatu – seperti halnya mengosongkan cangkir yang penuh membuatnya dapat diisi kembali. Selain mempergunakan waktu untuk beribadah, umat Muslim juga mendapatkan manfaat Ramadhan dengan meluangkan waktu bersama orang-orang terkasih. Kisah yang terdiri dari beberapa bagian ini menceritakan pengalaman dan tradisi umat Muslim di berbagai negara selama Ramadhan.

SINGAPURA

Anna Martina Abdollah (31) Mantan pramugari penerbangan Emirates

pic-01_Anna-posing-with-a-green-packet-_-a-little-envelope-of-money-typically-given-out-to-children-on-Eid-sm
Anna berpose dengan amplop hijau – berisi uang yang biasanya dibagikan ke anak-anak pada hari Idul Fitri.

MAKNA RAMADHAN BAGI SAYA

Saya telah “mencapai langit menggunakan tabung baja” selama bertahun-tahun, namun akhirnya saya “berdiam di darat” saat Ramadhan. Hal ini sangat berarti bagi saya. Pengalaman menetap di Dubai dalam waktu lama membuka mata saya untuk melihat berbagai hal dari sisi berbeda.

Dulu, Ramadhan saya habiskan dengan menunggu penerbangan pulang untuk menemui orang-orang terkasih dan meluangkan sesingkat apapun waktu yang kami miliki sebelum penerbangan selanjutnya. Menyenangkan rasanya kembali ke rumah untuk selamanya karena bagi saya Ramadhan juga bermakna mempererat hubungan dengan keluarga dan teman.

IFTAR

Saat berada di Dubai, saya sibuk mencoba-coba sajian Asia setempat untuk berbuka dengan teman-teman di apartemen kami. Jadwal penerbangan yang tidak teratur, jetlag, dan beradaptasi dengan zona waktu berbeda hanya memberi kami waktu untuk memasak sajian sederhana yang biasa kami santap seperti nasi lemak, mi goreng, dan sambal goreng. Sajian ini mendekatkan kami dengan rumah, membuat kami agak lebih bersemangat menanti waktu berbuka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Anna dan keluarga

TRADISI IED

Idul Fitri adalah hari untuk baju baru dan mempererat hubungan keluarga saat orang-orang berkumpul di rumah-rumah orang tua. Bertukar kabar dengan anggota keluarga saat perayaan Idul Fitri penting bagi saya setelah lama hidup terpisah. Acara tersebut mengingatkan kembali betapa pentingnya keluarga dalam hidup saya. Tradisi Idul Fitri pribadi saya adalah dengan menikmati keberadaan saya di Singapura dan menggunakan kesempatan yang saya miliki untuk sepuasnya memakan sambal goreng pengantin ibu saya yang terkenal. Resep yang ia gunakan telah menjadi rahasia keluarga.

KESALAHPAHAMAN TENTANG ISLAM YANG INGIN SAYA LURUSKAN

Sebelum tinggal di negara Arab, semua orang yang saya kenal awalnya hany menganggap Islam sebagai sebuah agama dan bukan jalan hidup. Ini tentunya tidak benar, dan saya telah menyaksikan banyak orang yang menjalani hidupnya berdasarkan ajaran Islam. Memiliki keyakinan itu satu hal, sementara tidak tergoda daya tarik duniawi itu lain lagi.

Saya juga memiliki banyak teman Arab – dari Lebanon, Maroko, Mesir, Tunisia, dan Suriah – dan mereka semua berhubungan dengan sangat baik, meski mengikuti mazhab yang berbeda. Busana Arab tradisional – dish dash (jubah semata kaki) untuk pria, dan abaya hitam untuk wanita – dikenakan untuk melindungi kesantunan mereka. Busana ini tidak memaknai penggunanya, maupun umat Muslim secara umum.

Nurulhuda Bte Soiman (31) Anggota perawat senior

pic-03_Nurulhuda-with-her-family-sm
Nurulhuda dan keluarga.

MAKNA RAMADHAN BAGI SAYA

Bekerja dalam lingkungan jasa kesehatan berarti harus membagi waktu keluarga dengan pekerjaan dengan pembagian waktu, dan saya akui Ramadhan menjadi tantangan positif tersendiri bagi saya dan keluarga.

Ramadhan membuat saya dapat melakukan refleksi terhadap diri sendiri, memohon ampunan untuk dosa-dosa yang telah dilakukan dan melakukan perbuatan baik. Saya percaya bulan suci ini memberi umat Muslim kesempatan untuk “menyucikan” diri, secara fisik dan spiritual. Sudah banyak yang tahu bahwa berpuasa memiliki berbagai manfaat kesehatan. Merasakan lapar dan haus dari subuh hingga petang mengajarkan kesabaran dan disiplin.

IFTAR

Sebagaimana banyak Muslim lainnya yang berbuka puasa, kurma itu wajib bagi saya. Semampu saya, saya berusaha memastikan semua anggota keluarga dapat berbuka puasa bersama. Saya yakin ini adalah saat yang baik untuk mempererat hubungan keluarga. Satu hari di akhir pekan secara khusus dipergunakan untuk mengundang teman, Muslim maupun non-Muslim, untuk datang ke rumah dapat berbuka bersama.

Setiap pekan, ibu mertua saya memasak bubur asyura, sebuah sajian lokal. Bungkusan bubur kemudian akan disumbangkan ke masjid, atau dibagikan langsung kepada yang membutuhkan dan di panti werdha untuk para lansia.

TRADISI IED

Memohon maaf kepada para orang tua, mengunjungi rumah kerabat, dan, tentunya, menyambut kerabat yang berkunjung ke rumah adalah tradisi Idul Fitri keluarga kami. Anak-anak paling senang saat didekati oleh tamu – siapa yang dapat melupakan “kantung hijau berisi kebahagiaan” (amplop hijau berisi uang)?

KESALAHPAHAMAN TENTANG ISLAM YANG INGIN SAYA LURUSKAN

Mereka yang tidak cukup tahu mungkin menganggap Islam sebagai agama sulit dengan banyak pantangan. Menurut saya kesalahpahaman semacam itu muncul saat orang benar-benar memahami ajarannya. Islam sebenarnya agama yang sederhana – Islam mendorong kita melakukan kebaikan dan melarang kita berbuat kejahatan.

Syqin Edwards (30) Asisten manajer hubungan masyarakat

Syqin bersama suami dan keponakan.

MAKNA RAMADHAN BAGI SAYA

Bagi saya, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Saya percaya bahwa tidak makan dan minum dari subuh hingga petang juga membantu kita menahan diri dari “godaan duniawi” lainnya.

IFTAR

Biasanya saya berbuka puasa dengan minuman malt dingin dan kurma sebelum makan malam dengan suami dan ibu saya, karena nenek saya biasanya memasak menu andalannya saat Ramadhan. Sajian yang saya nanti-nantikan setiap berbuka adalah masakan ikan pari asam pedas, gulai ayam, dan sambal cumi.

TRADISI IED

Sekembalinya suami dari sholat Ied, kami akan sarapan lontong, sambal goreng pengantin, dan berbagai sajian lain yang dilarang oleh ahli diet manapun. Kami memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk menikmati makanan-makanan ini di waktu-waktu perayaan. Selanjutnya, memohon maaf adalah kewajiban di antara anggota keluarga sebelum mengunjungi para ipar. Makan-makan pun berlanjut di setiap rumah yang kami kunjungi.

KESALAHPAHAMAN TENTANG ISLAM YANG INGIN SAYA LURUSKAN

Ada kesalahpahaman bahwa Islam adalah agama yang penuh larangan. Bagi saya, agama ini tidak melarang; Islam mendorong umat Muslim untuk memperbaiki diri dan hidup. Selalu ada alasan di Qur’an mengapa suatu hal diharamkkan. Kita hanya perlu memahaminya untuk meluruskan kesalahpahaman tentang Islam.

Seluruh liputan dari Singapura disampaikan pada Sham Latiff

Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Style edisi Juli 2012

Leave a Reply
<Modest Style