Modest Style

Ramadhan keliling dunia: Indonesia

,

Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa bagi Islam, saat ruh, hati, dan pikiran umat Muslim bersatu, menyinari segala sesuatu di sekeliling mereka. Artikel kedua dari liputan khusus ini memperlihatkan bagaimana umat Muslim di Indonesia beribadah di bulan suci ini.

Bontang

Siriz Tentani (32) Ibu rumah tangga dan rekanan pemilik si.se.sa

@siriztentani

siriz
Siriz dan keluarga saat Idul Fitri

MAKNA RAMADHAN BAGI SAYA

Bagi saya, Ramadhan adalah bulan yang dipenuhi rahmat Allah. Momen favorit saya adalah saat sahur dengan suami dan anak-anak, dan saat beri’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan suci. Saya biasanya membiarkan anak-anak bermain di sekeliling masjid atau tidur di atas sajadah ketika saya dan suami membaca Qur’an. Dengan cara ini saya ingin membiasakan anak-anak mencintai masjid.

IFTAR

Buka puasa kami biasanya diawali dengan kurma, air atau teh manis, diikuti dengan kolak dan cemilan seperti bakwan, risoles, atau kue. Kami makan malam setelah sholat maghrib. Terkadang saya memasak terlalu banyak karena ingin setiap orang mendapatkan sajian favoritnya. Itulah cara saya menghadiahi anak-anak karena telah berpuasa meski masih kecil.

MAKNA IED BAGI SAYA

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah memohon ampunan dan mendapat rahmat-Nya. Umat Muslim umumnya melaksanakan i’tikaf di masa 10 hari terakhir Ramadhan mengejar Lailatul Qadr untuk mendapatkan pahala berlipat yang Allah janjikan.

Idul Fitri adalah hari yang membahagiakan bagi keluarga saya. Tahun ini, kami berencana menghabiskan Idul Fitri di Jakarta dan juga Sukabumi. Anak-anak sangat senang dan bersemangat karena kami biasanya merayakan Idul Fitri di Bontang sini. Yang unik dari merayakan Idul Fitri di Bontang adalah, seperti kita, kebanyakan tetangga dan teman tidak berasal dari wilayah sini. Biasanya setiap rumah menyajikan makanan khas daerah asal mereka. Lucunya setiap orang juga menyediakan makanan penutup asing seperti kue black forest, cheesecake, kue spons vanili, dan es krim.

TRADISI IED

Setelah bangun pagi-pagi sekali, kami melaksanakan shalat subuh, mandi, dan mengenakan busana yang telah saya siapkan. Selanjutnya kami akan sarapan ringan – sesuai contoh Rasulullah SAW – sebelum menuju masjid. Setelah shalat Ied, kami akan langsung menghubungi orangtua dan mertua di rumah untuk memohon maaf. Selanjutnya kami saling bermaafan. Kemudian, waktunya makan-makan Idul Fitri kami yang terdiri dari ketupat, kari ayam, sambel goreng kentang-ati-pete, rendang, sayur santan labu siam, dan kerupuk udang.

KESALAHPAHAMAN TENTANG ISLAM YANG INGIN SAYA LURUSKAN

Kesalahpahaman terbesar tentang Islam adalah bahwa Islam menindas wanita karena kami diwajibkan menutupi aurat dan mematuhi suami. Kebalikannya: Saya yakin Islam sebenarnya menghormati dan melindungi wanita melalui kewajiban tersebut. Islam juga mewajibkan pria untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan wanita. Jika seorang wanita bekerja atau memiliki usaha, seperti saya dan kakak saya, tujuannya lebih untuk ibadah kita sendiri dan rasa pencapaian, dan bukannya uang. Jadi, Islam sebenarnya memberdayakan dan membebaskan wanita.

Jakarta

Lastri Sulastri (22) Sarjana baru

lastri
Lastri (berbalut hijab putih, berdiri paling kanan) dengan teman-teman kuliah.

MAKNA RAMADHAN BAGI SAYA

Menjalani Ramadhan sebagai seorang mahasiswi di kota besar Jakarta meninggalkan kenangan tersendiri. Kampus saya selalu mengadakan buka bersama dengan pembacaan Qur’an dan ceramah dari ustadz terkenal. Kami juga mengadakan acara amal bernama “Sahur on the Road” di mana kami membagikan makanan kepada orang-orang miskin dan bersantap sahur di sebuah panti asuhan. Melalui kegiatan ini, saya menyaksikan kerasnya kehidupan malam Jakarta. Saya sangat bersyukur memiliki tempat tidur yang nyaman dan makanan yang cukup.

IFTAR

Sajian berbuka favorit saya adalah kolak buatan ibu. Saya lebih menyukai kolak dengan tambahan es batu di atasnya. Untuk makanan pembuka, favorit saya adalah tempe mendoan, tahu berontak, dan pisang goreng. Saya biasanya akan makan malam setelah shalat tarawih. Karena sekarang saya tinggal di Jakarta, dan tidak bersama keluarga di Jawa Tengah, saya menyiapkan menu buka puasa sendiri, yang biasanya adalah es buah.

MAKNA IED BAGI SAYA

Ied selalu istimewa. Nenek saya dulu selalu menyewa bis besar untuk perjalanan keluarga besar kami. Kami mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Kebun Binatang Gembira Loka. Kami belum pernah lagi berwisata Idul Fitri sejak saya SMP. Namun Idul Fitri tetap istimewa bagi saya karena saya dapat bertemu anggota keluarga yang biasanya tidak pernah saya temui.

TRADISI IDUL FITRI

Sajian Idul Fitri khas keluarga saya adalah opor ayam dan soto ayam. Saya dan ibu akan mulai menyiapkan sajian ini setelah takbir mulai berkumandang, setelah berbuka di hari terakhir Ramadhan.

Setelah sholat Ied, kami pulang dan saling meminta maaf. Kemudian, kami akan makan bersama sebelum mengunjungi rumah kakek nenek saya. Mungkin tahun ini akan berbeda karena kakek saya baru-baru ini meninggal dunia. Setelah mengunjungi keluarga besar, saya dan saudari akan mengunjungi tetangga dan saling meminta maaf. Itulah indahnya Idul Fitri.

KESALAHPAHAMAN TENTANG ISLAM YANG INGIN SAYA LURUSKAN

Bahwa Islam bukan agama kedamaian. Saya percaya Islam mendorong kedamaian. Namun, di Indonesia beberapa organisasi yang membawa-bawa nama Islam menggunakan kekerasan dan anarki untuk memperjuangkan hal-hal yang mereka anggap baik. Mengutip K.H. Ali Mustafa Yaqub (imam Masjid Istiqlal), “Kita tidak boleh menggunakan kejahatan untuk melawan kejahatan, dan kita tidak boleh menyebarkan kekerasan atas nama kedamaian.” Inilah yang seharusnya dipahami organisasi-organisasi “Islam” tersebut.

Seluruh liputan dari Indonesia disampaikan pada Afia R Fitriati.

Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Style edisi Juli 2012

Leave a Reply
<Modest Style