Modest Style

Musa, hafiz cilik dari Bangka

,

Hafiz berusia enam tahun ini meraih nilai hampir sempurna di kompetisi hafiz internasional. Oleh Miranti Cahyaningtyas.

1501 WP Musa Laode

Di sela panasnya debat capres-cawapres jelang pemilu, hebohnya Piala Dunia, serta riuhnya petasan di malam Ramadhan, tidakkah Anda rindu melihat dan mendengar kabar gembira yang bukan iklan produk herbal?

Saya pribadi sih iya.

Untungnya, ada beberapa kabar baik yang saya terima belakangan ini. Salah satunya berkaitan dengan acara televisi. Baru-baru ini, datang kabar gembira dari dunia pertelevisian mengenai dihentikannya siaran sebuah acara komedi (kalau memang bisa disebut demikian) yang dipenuhi konten pembodohan dan penghinaan massal. Tanpa mengecilkan jerih payah orang-orang di balik acara tersebut, saya benar-benar merasa lega dengan putusan penghentian dari Komisi Penyiaran Indonesia yang disertai janji tidak akan ada versi “rombakan” acara [i].

Kabar menggembirakan sekaligus mengharukan lainnya juga datang dari dunia pertelevisian, melalui salah satu acara keluarga yang saat ini sedang cukup marak: Hafiz Indonesia. Dengan Irfan Hakim sebagai pemandu acara dan Syekh Ali Jaber, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Amir Faishol Fath, dan Ustadzah Lulu Susanti duduk di dewan juri, acara ini menampilkan para hafiz atau penghafal Qur’an yang berusia sangat muda – bahkan beberapa di antaranya berusia di bawah lima tahun!

Salah satu peserta dari Bangka, Musa Laode Abu Hanafi, baru berusia enam tahun dan sudah hapal 29 juz. Sejak Musa berada di dalam kandungan, ayah dan ibunya sudah bertekad untuk membimbingnya menjadi seorang hafiz. Karena yakin pendidikan berawal di rumah, orang tua Musa sering membacakan Qur’an kepada Musa yang masih berada di dalam kandungan. Pendidikan ini kemudian dilanjutkan dengan menempel huruf-huruf hijaiyah di dinding rumah untuk diakrabi Musa kecil.

Selain tampil di acara Hafiz Indonesia, pada tanggal 1-5 Juli yang lalu Musa juga mengikuti lomba tahfiz internasional yang diadakan di Jeddah, Saudi Arabia. Di ajang ini, Musa yang merupakan peserta termuda berhasil meraih skor 90.83 dari 100 dan predikat mumtaz (istimewa),. Berikut ini penampilan Musa di ajang tersebut:

Semoga prestasi Musa menjadi pemicu semangat para orang tua untuk memupuk bakat putra-putri mereka sejak dini dengan kasih sayang, serta menumbuhkan cinta Al-Qur’an di lingkungan keluarga.

________________________________________

[i] “YKS” Trans TV dihentikan Komisi Penyiaran Indonesia, Joko Susilo, Antara News, 26 Juni 2014, tersedia di sini

Leave a Reply
<Modest Style