Modest Style

Mantan Playboy Bunny menjadi mualaf

,

Mantan model dan “duyung sewaan” ini merayakan hari lahir ke-28 sebagai seorang Muslimah. Oleh Lina Lewis.

Felixia-Yeap.-Photo-from-YouTube-and-Neng-Geulis
Muslimah baru Felixia Yeap menjadi mualaf di hari lahirnya, 3 Juli. Foto: YouTube / Neng Geulis

Terlahir kembali

Begitulah figur publik Malaysia Felixia Yeap menggambarkan perjalanannya kepada Islam pada 3 Juli 2014.

Felixia berbagi dalam blognya tentang tantangan yang dihadapinya saat dalam perjalanan menjadi seorang Muslim. Namun terlepas dari segala halangan dan rintangan yang dialaminya, ia telah secara resmi menjadi mualaf pada hari kelima Ramadhan 2014.

Perjalanan menuju Islam jelas penuh tantangan bagi Felixia, yang lahir dan dibesarkan di Malaysia, tanpa didikan agama tertentu, di dalam keluarga etnis Tionghoa. Penduduk negara multi ras tersebut memang mayoritas Muslim, namun memiliki minoritas Tionghoa berjumlah besar.

Pada Mei 2011 ia menjadi pusat perhatian saat menjadi Playboy Bunny pertama dan satu-satunya dari Malaysia, setelah berhasil mendapat pekerjaan sebagai pramusaji di Playboy Club Macao yang mewah di Macau.

Belakangan pada bulan Agustus tahun lalu, muncul berita bahwa Felixia menawarkan jasa “duyung”, dengan berenang-renang menggunakan ekor duyung di acara-acara. Ia mengatakan pada tabloid Singapura The New Paper: “Sejak kecil, saya selalu terpesona pada putri duyung. Saya suka menonton film kartun The Little Mermaid.”

Felixia, yang meninggalkan rumah keluarganya di negara bagian Malaysia, Perak, untuk pergi ke ibu kota Kuala Lumpur dalam upaya mengejar karir dalam bidang permodelan, tahun lalu terpilih menjadi gadis ring di Kejuaraan Tarung ONE, organisasi bela diri campuran terbesar di Asia.

Namun berbagai pesta-pesta glamor dan dunia permodelan dengan cepat dikalahkan oleh keinginan untuk hidup sebagai seorang Muslim. Tidak lama setelah kemunculan berita soal penawaran jasa putri duyung, Felixian menjadi sorotan regional saat mulai mengenakan hijab. Ia belum menjadi mualaf saat itu, namun ingin memenuhi kerinduannya untuk mengenakan hijab dan menutupi aurat.

Dalam sebuah posting blog pada bulan Agustus 2013, Felixia menyebutkan keinginannya untuk mengenakan hijab, namun pekerjaan mengharuskannya memperlihatkan aurat dan ia membutuhkan pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat mulai mengenakan hijab, ia mendapat banyak komentar – mulai dari yang mendukung hingga terang-terangan menghina. Ia dituduh tidak serius berislam dan hanya mencari perhatian. Di tengah serangan kritik dan omongan merendahkan, ia tetap bertahan.

Situs berita Malaysia Sinar Harian mengutipnya berkata: “Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi saya. Rasanya seakan saya terlahir kembali. Saya bahkan lebih gembira lagi saat mengetahui bahwa hari lahir saya tahun ini bertepatan dengan tanggal 5 Ramadhan dan hari Kamis – hari kesukaan Nabi Muhammad.”

Dan kini ia seorang Muslimah, dengan dukungan penuh sang ibu. Tak lama setelah pengucapan syahadat, Felixia berbagi di laman Facebooknya – yang memiliki hampir 800.000 pengikut – tentang sang ibu yang memberinya angpao sebagai bentuk ucapan “selamat dan sukses untukmu dan hidup barumu”.

Sebagaimana yang Felixia tuliskan di blognya pada tanggal 3 Juli 2014: “Hari ini, akhirnya saya tiba di rumah yang telah saya cari-cari selama 28 tahun.”

 

Kunjungi Pojok Mualaf untuk membaca lebih banyak cerita tentang mualaf dan aneka permasalahan yang mereka hadapi.

Leave a Reply
<Modest Style