Modest Style

Agar mualaf tidak terlalu kesepian saat Ramadhan

,

Meski mualaf mungkin menjalani bulan puasa sendirian, hal ini tidak selalu buruk. Oleh Theresa Corbin.

2602-WP-Lonely-by-Theresa-iStock-sm
Gambar: iStock

Bagi mualaf, Ramadhan bisa jadi saat-saat yang penuh suka duka. Muslim baru, seperti halnya orang-orang yang lahir sebagai Muslim, menantikan datangnya bulan yang menyuntikkan semangat spiritual ini. Namun bagi mualaf, bulan suci ini juga bisa menjadi masa-masa penuh kesepian.

Bagi yang baru berislam, sebagai mualaf kemungkinan besar Anda tidak memiliki keluarga Muslim. Ketiadaan kerabat Muslim ini dapat membuat Anda merasa seakan menjadi anak yatim, terutama saat Ramadhan tiba.

Tiffany Jenkins, seorang mualaf muda dari Atlanta berkata, “Saya biasanya merasa agak kesepian dan terasing saat Ramadhan. Setiap orang yang berasal dari keluarga Muslim tampak bahagia. [Sedangkan keluarga saya] akan merasa terganggu jika saya bangun lebih pagi dan mulai memasak.”

Tidak berhenti sampai di situ, para mualaf biasanya terisolasi dari masyarakat Muslim, entah karena wilayah maupun budaya. Tiffany mengatakan, “Saya tidak kenal dengan Muslim di sini, meski saya tidak jauh dari masjid. Namun mereka tampak menutup diri bersama kelompok budaya masing-masing.”

Dan kisah Tiffany hanya satu di antara kisah mualaf yang semakin banyak di seluruh dunia.

Meski begitu, Ramadhan bagi mualaf tidak perlu menjadi masa yang suram. Ada beberapa hal yang dapat mereka lakukan untuk menghindarkan diri dari rasa terisolasi dan kesepian.

1. Beritahu orang-orang tentang Ramadhan

Berpuasa adalah rahasia yang bisa jadi sulit dijaga. Selalu meminta maaf karena tidak dapat menghadiri undangan makan siang atau ikut mencicipi cemilan bisa membuat Anda merasa menjadi tikus tanah perusak suasana. Jadi biarkan orang-orang tahu tentang puasa Anda. Semakin banyak orang yang tahu apa yang Anda lakukan, semakin banyak dukungan yang Anda dapatkan.

Membagikan selebaran tentang Ramadhan seperti yang dilakukan oleh Ramadan Awareness Campaign ini pada teman dan keluarga adalah ide bagus. Tidak hanya ini akan membantu orang-orang terdekat memahami apa yang Anda lakukan, namun juga ini adalah cara yang baik untuk syiar Islam.

2. Ajak non-Muslim berpuasa

Mengapa berpuasa sendiri? Mengapa tidak mengajak non-Muslim di sekitar Anda untuk mencoba berpuasa? Anda dapat mengajak orang-orang yang pernah menunjukkan ketertarikan pada Ramadhan sebelumnya. Bisa jadi Anda akan dikagetkan dengan banyaknya orang yang memutuskan ingin mencoba berpuasa.

Anda dapat terus berhubungan dengan mereka pada hari percobaan puasa untuk menanyakan kabar. Anda bahkan dapat menyelenggarakan acara buka bersama untuk rekan puasa Anda, di mana Anda dapat saling berbagi cerita puasa dan menceritakan pada mereka tentang keputusan Anda menjadi Muslim.

3. Temukan dukungan online

Dukungan dari orang-orang yang pernah mengalami apa yang Anda alami dapat membuat perbedaan besar. Namun Anda harus tahu cara menemukan mereka. Meski tidak ada seorang pun di sekitar Anda yang dapat memahami perjalanan yang telah Anda lakukan, Anda selalu dapat mencari dukungan online.

Ifoundislam.net merupakan sumber dukungan yang baik bagi mualaf. Situs ini memiliki sangat banyak informasi dan memungkinkan Anda membentuk hubungan dekat dengan anggotanya. Anda dapat menemukan mualaf yang dapat menyemangati Anda dan menjaga hubungan baik selama bulan suci dan seterusnya.

Anda juga dapat bergabung dengan kelompok dukungan mualaf di Facebook. Atau silakan tonton sebuah video karya mualaf yang mengalami hal yang sama dengan Anda seperti Conver(t)sations: the Unheard Stories of Muslim Converts karya Muslim Amerika. Terdapat banyak dukungan dan penyemangat online bagi mualaf agar Anda tidak lagi perlu merasa terasing.

4. Makan malam dengan keluarga

Jika Anda tinggal di wilayah dengan komunitas Muslim aktif yang menyelenggarakan buka bersama, penting bagi Anda untuk berpartisipasi dalam acara-acara semacam ini untuk merasa terhubung. Usahakan hadir sesekali. Kemungkinan, semakin sering Anda terlibat, semakin dalam Anda merasa menjadi bagian komunitas tersebut.

Namun jika Anda tinggal di wilayah yang minim komunitas bahkan masjid, tanyakan pada keluarga Anda apakah mereka tidak keberatan menunggu hingga waktu berbuka sebelum memulai makan malam. Jika Anda tidak tinggal bersama atau dekat dengan keluarga Anda, luangkan waktu berbuka bersama teman-teman non-Muslim Anda. Berbagi buka puasa akan memberikan efek luar biasa dalam menghilangkan rasa kesepian.

5. Nikmati kesunyian

Berada di dalam keluarga Muslim berarti Anda akan selalu memiliki teman sahur. Namun menjadi bagian dari keluarga yang berpuasa dan mencoba membangunkan semua orang dan makan tepat waktu bisa jadi pengalaman yang heboh. Sebagai seorang mualaf, Anda dapat bangun dan meluangkan waktu yang Anda miliki, memakan apa yang Anda suka, dan menikmati kesunyian sebelum orang lain terjaga.

Shalat malam di saat bulan Ramadhan dapat dijadikan waktu yang tepat untuk berefleksi saat tidak ada seorang pun yang dapat mengganggu konsentrasi Anda. Ada dapat shalat sepagi atau selarut yang Anda inginkan. Anda dapat shalat sepanjang yang Anda inginkan, berdoa sebanyak yang Anda inginkan, dan bersujud selama yang Anda inginkan. Ketiadaan orang juga mempermudah Anda mengingat bahwa Allah bersama Anda.

Shalat tarawih dan sahur sendiri bisa menjadi pengalaman yang menenangkan. Intinya adalah lebih memfokuskan diri pada hal yang positif dari kesendirian Anda.

Sangat penting bagi mualaf baru untuk mengalami kekuatan Ramadhan. Namun seringkali, mualaf justru merasa terasing dari kemeriahan bulan suci. Tentu sangat disayangkan karena tidak seharusnya hal tersebut terjadi.

Komunitas – baik online dan langsung – harus menyediakan dukungan, perlindungan, dan penerimaan terhadap pada mualaf, terutama di masa-masa Ramadhan ini. Dan jika Anda seorang mualaf yang merasa kesepian atau terasing, sila coba saran-saran di atas untuk meningkatkan pengalaman Ramadhan Anda.

Leave a Reply
<Modest Style