Modest Style

5 tips tetap sehat saat puasa

,
shutterstock_88.cd461095942.original
Saat Ramadhan, makan sahur tidak boleh terlewat, karena sahur memberikan tenaga yang dibutuhkan untuk berpuasa sepanjang hari. ©MaraZe/shutterstock.com

Saat Ramadhan, umat Muslim mengubah pola makan secara drastis. Saat ditanyai oleh Relaxnews, ahli nutrisi Charlotte Debeugny memberikan masukan untuk pelaku puasa keagamaan agar mendapatkan yang terbaik dari saat yang dinanti-nanti ini.

Perbanyak serat dan protein saat sahur

Sahur dan berbuka, dua asupan makanan saat Ramadhan, dilakukan sebelum subuh dan setelah petang, secara berurutan. Sahur ini krusial, karena merupakan asupan terakhir bagi mereka yang berpuasa sebelum menjalani hari. Jadi, penting untuk dipastikan bahwa santapan sebelum subuh ini mengandung protein (yang didapat dari telur, keju, yogurt, kacang-kacangan, dsb.) dan serat (buah, sayur, bijian utuh, dsb.), keduanya membantu menahan lapar dalam waktu lama.

Hindari terlalu banyak makan setelah petang

Setelah seharian kekurangan asupan, muncul godaan untuk makan berlebih saat berbuka. Untuk menahan rasa lapar sebelum memakan makanan kaya kalori, cobalah makan semangkuk sup dingin atau salad. Santapan malam juga harus mengandung protein, bijian utuh, dan sayur. Utamanya saat bulan Ramadhan, penting untuk menghindari kalori kosong dan makanan sampah, makan setidaknya lima porsi buah dan sayur perhari, dan memastikan dalam setiap santapan terdapat produk protein dan susu.

Makan kacang badam dan kurma

Meski menjadi saat yang dinanti-nanti, Ramadhan berpotensi mempengaruhi kesehatan seseorang dengan negatif. Makan di malam hari dan bukannya di siang hari mempengaruhi metabolisme tubuh, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Berpuasa juga menimbulkan keinginan untuk makan makanan tinggi gula dan lemak, yang juga dapat mempengaruhi ukuran pinggang Anda. Charlotte Debeugny menyarankan untuk makan beberapa butir kurma atau kacang badam dan menghindari kue-kue sangat tinggi kalori yang disajikan saat Ramadhan, seperti baklava atau halva.

Hindari matahari dan tetap terhidrasi

Untuk menjaga kesehatan saat puasa, Anda juga sebaiknya menjauhi matahari, habiskan waktu di tempat-tempat dingin dan hindari olahraga berat. Memakan buah saat sahur juga baik, karena kandungan airnya membantu hidrasi tubuh di siang hari. Jangan minum terlalu banyak air sekaligus. Kopi dan teh sebaiknya dihindari, karena dapat menimbulkan haus dan dehidrasi berlebih. Untuk tenaga tambahan, coba minum smoothie atau sari buah ditambah air.

Sesuaikan puasa dengan kondisi fisik

Sebelum memulai puasa, penting untuk berkonsultasi dengan dokter, terutama bagi lansia, penderita diabetes yang sedang dalam pengobatan untuk mengendalikan kadar insulin, wanita hamil, dan anak pra-remaja. Bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan namun ingin berpuasa Ramadhan harus berkonsultasi dengan dokter untuk membuat perencanaan puasa yang sesuai denga kondisi mereka. Saat muncul gejala pertama penurunan kesehatan, penting bagi Anda untuk membatalkan puasa.

Leave a Reply
<Modest Style