Modest Style

Pria ini meneriakkan adzan di pesawat, mengganggu penumpang lain

,

Seorang penumpang pesawat menyerukan panggilan shalat yang tidak biasa saat penerbangan, sehingga menyebabkan penumpang lain merasa terganggu. Oleh Shea Rasol.

Telinga Anda terasa pecah di ketinggian 9.000 meter? (Gambar: iStock)

Saya tidak sengaja menemukan video yang direkam oleh pengguna Reddit biff2204 ini kemarin. Video ini tentang seorang pria yang menyerukan adzan di tengah penerbangan dari Abu Dhabi ke Manila di atas Maskapai Etihad. Tontonan tidak biasa ini diperparah dengan lantangnya suara si pria, yang tentunya mengganggu orang-orang di pesawat.

Tindakannya sangat bertentangan dengan budaya Islami. Nabi kita Muhammad SAW terkasih secara pribadi mengangkat salah satu sahabatnya, Bilal bin Rabah, sebagai muadzin pertama.

Mengapa Bilal dipilih? Selain atas dasar cintanya untuk Islam dan keyakinannya pada keesaan Tuhan, juga karena suaranya yang indah dan berirama tentunya.

Biasanya, muadzin – setidaknya yang di darat atau laut – melakukan panggilan shalat dengan irama yang sejuk dan menenangkan; suara yang melunakkan hati pendengarnya untuk melaksanakan shalat, dan bukannya merasa tergangggu karenanya.

Bahkan jika pesawat tersebut hanya terdiri dari penumpang dan awak Muslim, muadzin tetap harus melantunkan adzan dengan cara yang lebih lembut – terutama mengingat bahwa penumpang lain berada di dalam ruang tertutup yang bergerak kencang pada ketinggian 9.000 meter di atas tanah.

Dan karena khususnya pesawat ini membawa penumpang non-Muslim, mengejutkan mereka dengan meneriakkan adzan tentunya tidak meninggalkan kesan baik tentang Islam. Bayangkan reaksi non-Muslim yang seumur hidup tidak pernah mendengar adzan, harus terbangun karena teriakan adzan yang satu ini.

Islam adalah agama yang menekankan pada pentingnya kasih dan penghormatan kepada satu sama lain, terutama orang tua dan tetangg. Jadi kejadian ini kontradiktif dengan apa yang telah diajarkan pada kita sejak kecil. Definisi Muslim yang sebenarnya bukan sekadar beribadah namun harus dipraktekkan dalam tindakan. Seorang Muslim harusnya bersikap rendah hati dan lembut dalam ucapan dan menghormati orang lain.

Saya jadi teringat dengan dua hadits berikut:

“Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” – Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dalam kitab Abu Daud, dapat dilihat di sini

“Tidak ada kebijaksanaan seperti refleksi, dan tidak ada kehormatan seperti akhlak mulia.” – Diriwayatkan oleh Abu Dzar, dalam kitab Ibnu Majah, dapat dilihat di sini

Pelancong Muslim yang mencari solusi bijak wisata dapat mencoba wisata halal dan sehat.

Bagaimana pendapat Anda tentang perilaku penumpang ini? Apakah ia bersikap berlebihan?

Leave a Reply
<Modest Style