Modest Style

Enam tips segar saat mudik meski berpuasa

,

Berencana untuk mudik ketika sedang berpuasa? Perhatikan beberapa hal berikut. Oleh Beta Nisa.

INDONESIA-RELIGION-MUSLIM-EID-EXODUS
Pengemudi menunggu untuk naik feri menuju Pulau Jawa dari pelabuhan Gilimanuk di Jembrana di Bali pada 27 Agustus 2011. Jutaan orang Indonesia, buruh migran sebagian besar, sudah mulai menuju ke kampung halaman mereka untuk merayakan Idul -Fitri, yang menandai akhir bulan suci Ramadhan ketika Muslim menjauhkan diri dari makan, minum, merokok dan kegiatan seksual dari fajar sampai senja. AFP PHOTO / SONNY Tumbelaka

Memasuki minggu terakhir bulan suci Ramadhan dan semakin mendekatnya hari raya Idul Fitri, berbagai pusat transportasi umum sudah mulai dipadati oleh para pemudik yang ingin merayakan hari kemenangan di kampung halaman masing-masing. Berbeda dengan perjalanan antar kota di bulan-bulan lainnya, melakukan perjalanan antar kota di bulan suci Ramadhan memerlukan persiapan khusus karena tubuh sedang berpuasa. Simak beberapa tips berikut ini.

1. Jaga hidrasi tubuh

Meski tidak banyak bergerak selama perjalanan mudik, namun bukan berarti tubuh tidak mengeluarkan energi sama sekali. Saat istirahat, tubuh tetap membakar kalori dan mengeluarkan energi, sehingga hidrasi tubuh tetap harus dijaga.

Sebelum melakukan perjalanan mudik, baik saat sahur atau saat berbuka, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air cukup tinggi seperti semangka dan mentimun. Tambahkan pula porsi air putih ketika mempersiapkan diri untuk mudik.

2. Atur barang bawaan

Berpuasa sekaligus melakukan perjalanan mudik tentu memakan energi yang cukup banyak. Untuk memperlancar puasa dan memperingan perjalanan mudik, kelolalah barang bawaan sehingga tidak menjadi beban yang dalam perjalanan Anda. Membawa barang bawaan yang cukup banyak dan berat, khususnya bagi mereka yang mudik menggunakan transportasi umum, akan membakar energi yang cukup tinggi yang dapat mengurangi hidrasi tubuh, sehingga Anda merasa cepat lelah.

3. Gerakkan tubuh

Meski ruang bergerak terbatas ketika dalam perjalanan mudik, namun tubuh harus tetap digerakkan untuk memperlancar peredaran darah, khususnya saat sedang berpuasa dan asupan cairan terbatas. Ketika tubuh terlalu banyak duduk saat mudik, maka peredaran darah dalam tubuh akan terhambat dan dapat menyebabkan kaki membengkak. Bagi yang menyetir menuju kota kelahiran, menggerakkan tubuh juga dapat mengurangi ketegangan selama menyetir.

Lakukan beberapa gerakan ringan saat berada di dalam kendaraan dan dalam ruang terbatas, seperti meregangkan tangan dan kaki. Ketika sedang beristirahat di tempat peristirahatan, Anda dapat melakukan gerak badan dengan lebih leluasa agar tubuh kembali segar ketika melanjutkan perjalanan.

4. Atur tempat pemberhentian

Makanan yang sehat dan bergizi merupakan salah satu kunci kelancaran berpuasa.

Saat singgah untuk berbuka atau sahur, batasi pilihan Anda pada tempat makan yang menawarkan menu sehat. Hindari tempat pemberhentian yang menjajakan makanan cepat saji, karena makanan instan tidak memberikan nutrisi yang diperlukan dan tidak memberi rasa kenyang yang cukup lama.

5. Istirahat secukupnya

Ketika melakukan perjalanan yang cukup lama dan jauh, istirahat secukupnya sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, terlebih ketika tengah berpuasa di mana pasokan energi terbatas.

Bagi yang menyetir kendaraan pribadi saat mudik, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup agar dapat menjaga konsentrasi ketika berada di jalan. Bagi yang menggunakan transportasi umum, istirahat juga diperlukan, namun secukupnya saja. Meski perjalanan mudik seringkali memakan waktu yang lama, namun bukan berarti tubuh harus dipaksa untuk tidur sepanjang jalan. Tidur berlebihan justru dapat menimbulkan keluhan-keluhan seperti sakit kepala dan tubuh pegal.

6. Kenakan pakaian yang nyaman

Untuk memperlancar mudik ketika sedang berpuasa, pastikan Anda memilih pakaian yang nyaman untuk dikenakan. Apabila Anda mudik pada siang hari dan rute mudik Anda memiliki kemungkinan macet, pilihlah pakaian yang nyaman dan ringan agar tubuh tidak dehidrasi ketika sedang berpuasa dan berada di bawah sinar matahari yang terik.

Leave a Reply
<Modest Style