Modest Style

Berkah Ramadhan untuk anak-anak

,

Tidak ada batasan umur tertentu untuk meraih pahala di bulan suci. Oleh Isra Hashmi.

1501-WP-Kids-by-Isra-iStock-sm
Gambar: iStock

Meski Ramadhan seringkali dikaitkan erat dengan membaca Qur’an, buka bersama, dan shalat malam, seluruh ibadah Anda juga bermanfaat bagi anak Anda. Berikut enam hal yang dapat Anda lakukan agar Ramadhan membentuk anak menjadi lebih dewasa dan bertakwa.

1. Berbuka bersama

Ramadhan merupakan salah satu saat di mana keluarga berusaha makan bersama di waktu tertentu setiap harinya. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara makan malam bersama keluarga dengan anak-anak yang mendapat nilai lebih tinggi, penyalahgunaan obat-obatan yang lebih rendah, depresi yang lebih rendah, dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.[i] Memastikan selalu berbuka bersama meningkatkan hubungan keluarga yang lebih baik.

2. Makan sehat

Karena kita makan dalam jumlah terbatas bulan ini, kita akan memastikan makanan yang kita makan bernutrisi. Kita tidak ingin makanan berkalori kosong, maka kita memilih buah, biji-bijian, dan daging yang akan membantu kita menjalankan puasa. Karena anak-anak akan melakukan apa yang kita lakukan (bukan apa yang kita katakan!), mereka akan dengan sendirinya memilih makanan menyehatkan jika melihat kita makan dengan sehat. Bahkan anak paling pemilih pun akan penasaran ingin mencicipi jika melihat Anda dengan semangat memakan kurma, nasi, dan sayuran.

3. Memperpendek waktu main

Agar lebih fokus berdoa dan beribadah, kita seringkali mengurangi penggunaan TV, komputer, dan tablet di siang hari – terkadang bahkan sama sekali tidak bersentuhan dengan itu semua selama sebulan. Waktu bermain yang lebih pendek bagi kita sama dengan waktu yang lebih pendek untuk si kecil juga. Saya menghapus berbagai aplikasi dari ponsel untuk menghindari gangguan selama bulan ini, dan saya menantang putra saya untuk melakukan hal yang sama. Ia berjanji tidak akan bermain Minecraft – obsesi terbarunya – selama Ramadhan. Dan ini merupakan hal baik; studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak tidur lebih panjang, mendapat nilai lebih baik, dan berperilaku lebih baik saat memiliki waktu bermain terbatas.[ii]

4. Meningkatkan kesabaran

Islam merupakan ujian kesabaran bagi orang beriman – sebuah proses yang berlangsung seumur hidup. Meski anak-anak tampak tidak memiliki kesabaran sedikit pun, mereka dapat belajar dan berlatih meningkatkan toleransi mereka. Jika anak belum cukup umur untuk berpuasa, saya sarankan untuk memberi mereka cemilan istimewa pada waktu buka. Dengan begitu, mereka tahu akan mendapat sesuatu setiap hari, tepat pada waktu berbuka.

Putri saya yang paling kecil, usia tiga tahun, awalnya selalu menanyakan apakah sudah waktunya untuk cemilan begitu bangun tidur. Setelah dua pekan, ia mengerti bahwa cemilan akan datang pada waktu makan malam. Ini merupakan cara yang baik agar anak-anak merasakan kegembiraan menyambut waktu berbuka, dan meningkatkan kesabaran dalam menanti datangnya waktu tersebut.

5. Menumbuhkan kasih sayang

Kemurahan hati dan kasih sayang adalah dua hal terpenting yang dapat kita tanamkan dalam sifat anak kita. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Yang Maha Pengasih memberi ampunan pada orang-orang pemaaf. Jika kau memaafkan orang-orang di dunia, Ia yang berada di surga akan memberi ampunan padamu.”

Ajari anak perihal berzakat atau cara-cara untuk membantu orang lain yang tidak melibatkan uang, seperti menyumbangkan mainan atau baju lamanya. Saat Anda memberi sumbangan di masjid, biarkan anak yang memasukkan uang ke kotak amal. Atau bahkan tindakan sesederhana tersenyum kepada orang lain – sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Senyummu pada saudaramu adalah amal.”[iii]

6. Belajar mencintai Qur’an

Yang terpenting dalam bulan Ramadhan adalah meningkatkan takwa. Sebagaimana disebutkan di Qur’an: “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (2:183). Membangun cinta Islam pada anak-anak kita harus dimulai dengan kecintaan pada Allah. Karena bulan Ramadhan adalah tentang turunnya Qur’an, gunakan momen ini sebagai saat untuk mulai membangun cinta pada Allah.

Sebagai ganti buku cerita, bacakan Qur’an sebagai pengantar tidur. Buat permainan di mana mereka harus mengulang bunyi dan huruf yang mereka dengar. Aktivitas ini akan memulai ikatan seumur hidup mereka dengan Qur’an dan Allah.

Ramadhan adalah saat perbaruan. Buatlah komitmne untuk menjadikan bulan ini istimewa bagi anak-anak Anda, dan mereka akan mulai menanti-nantikan datangnya bulan ini setiap tahun – begitu pula dengan Anda.

Isra Hashmi adalah seorang ibu yang tinggal di Boston dan seorang Penasehat Pendidikan. Ia mendambakan anak-anaknya tumbuh besar dengan kecintaan pada Tuhan, dan bukan barang. Temui ia di Facebook di laman Simple Muslim Family

________________________________________

[i] Jeanie Lerche Davis, ‘Family dinners are important’, WebMD, dapat dilihat di sini
[ii] Douglas A Gentile, Rachel A Reimer, Amy I Nathanson, David A Walsh, Joey C Eisenmann, ‘Protective Effects of Parental Monitoring of Children’s Media Use: A Prospective Study’, JAMA Pediatrics, dapat dilihat di sini
[iii] Diriwayatkan oleh Abu Dzar, in Tirmizi, dapat dilihat di sini

Leave a Reply
<Modest Style