Modest Style

4 buku fiksi kaya makna untuk bacaan Ramadhan

,

Tidak ada salahnya menyelingi tadarus Qur’an dengan bacaan fiksi yang tidak hanya menghibur, namun juga penuh hikmah. Dipilihkan oleh Miranti Cahyaningtyas.

Gambar: iStock
Gambar: iStock

Apakah membaca lebih banyak buku adalah salah satu resolusi Anda di awal tahun ini? Jika ya, mengapa tidak membaca buku saja di sela-sela ibadah Ramadhan? Berikut ini empat buku fiksi yang menghibur sekaligus kaya akan pesan:

1. Does My Head Look Big in This?oleh Randa Abdel-Fattah (Pan Australia, 2005)

doesmyhead

Novel fiksi ini berkisah tentang dunia seorang remaja Muslim keturunan Australia dan Palestina bernama Amal Abdel-Hakim. Sehari-hari, seperti umumnya remaja perempuan, Amal tergila-gila pada cowok, cokelat, dan Cosmo – majalah. Namun di samping itu, ia juga sedang berjuang menemukan jati dirinya. Ia berusaha menunjukkan kecintaannya pada agama dan keyakinannya dengan memutuskan mengenakan penutup kepala. Bagaimana kira-kira reaksi teman-teman dekat dan orang-orang di sekolahnya atas keputusannya ini?

2. Sang Penerjemah oleh Leila Aboulela (Gramedia, 2011)

sangpenerjemah

Buku ini berkisah tentang seorang janda Muslim berkebangsaan Sudan bernama Sammar yang bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab di sebuah universitas di Skotlandia. Hidup Sammar sejak kematian suaminya dipenuhi duka dan sepi, hingga akhirnya ia bertemu dengan Rae, seorang cendekia ilmu Islam berkebangsaan Skotlandia yang memberinya semangat untuk kembali menjalani hidup yang utuh. Cinta bersemi di antara mereka, namun satu hal menjadi ganjalan bagi Sammar: meski Rae begitu tertarik dan memahami Islam, ia bukan seorang Muslim, sementara Sammar sangat menjaga keyakinannya. Ke mana takdir akan membawa mereka?

3. Ketika Mas Gagah Pergi… dan Kembali oleh Helvy Tiana Rosa (Asma Nadia Publishing House, 2011)

ketikamasgagah

Jika Anda kebetulan seangkatan dengan saya, kemungkinan Anda sudah mengenal cerita Ketika Mas Gagah Pergi baik melalui kolom cerita bersambung majalah Annida maupun bundel novelnya.

Saya mengingat novel ini sebagai salah satu novel dengan sampul terombeng yang beredar di sekolah – saking banyaknya yang meminjam buku ini! Kisah yang ditutup dengan kepergian sosok Mas Gagah yang bersosok pria idaman dan Gita yang kecewa serta memendam banyak pertanyaan untuk kakaknya ini membuat kita yang membaca ikut penasaran dan bersimbah air mata – karena berharap novel berakhir dengan cara lain: kemunculan Mas Gagah yang tiba-tiba, misalnya.

Helvy Tiana Rosa tidak ingin membuat penggemarnya kecewa. Maka, pada 2011 hadirlah buku yang berisi satu novelet dan 14 cerpen ini sebagai resolusi kisah yang terdahulu.

4. Ramadhan Ala Muslim Show oleh Noredine Allam dan Greg Blondin (DAR Mizan, 2014)

ramadhanala

Siapa yang tidak kenal rangkaian komik Islami asal Perancis The Muslim Show yang menghibur namun penuh makna dan ajakan berkaca ini? Setelah rajin mengikuti komik unggahan mereka di laman Facebook The Muslim Show, pembaca setia akhirnya dihadiahi bundel komik yang mengisahkan suka duka beriman –dan menghadapi orang yang merasa jauh lebih beriman dengan cara penyampaian yang lucu. Menebalkan iman tidak selalu harus dengan menebalkan kerut dahi, bukan?

Menyambut Ramadhan, Februari lalu mereka menerbitkan komik dengan tema Ramadhan dalam bahasa Indonesia. Tunggu apa lagi?

Adakah buku favorit Anda di antara keempat buku di atas? Sila bagikan pendapat dan saran Anda untuk pembaca lainnya di kolom komentar di bawah. Selamat terhibur dan tercerahkan!

Tip merawat koleksi buku agar awet dan selalu rapi dapat dilihat di sini. Berbagai pilihan rak buku dapat ditemukan di sini dan di sini. Jangan lupa, ajak pula si kecil untuk ikut rajin membaca dengan koleksi buku-buku yang khusus kami pilihkan di sini.

Leave a Reply
<Modest Style