Modest Style

Pola makan food combining untuk Ramadhan

,

Bagaimana menyesuaikan pola makan food combining dengan ritme Ramadhan? Oleh Faizah Abdullah.

0802 WP food combining (iStock)
Gambar: iStock

Tren pola makan sehat saat ini sedang banyak digemari. Salah satu pola makan yang saat ini sedang berkembang adalah food combining. Pola makan ini telah diakui oleh banyak pakar kesehatan di dunia, salah satunya seorang dokter berkebangsaan Amerika Serikat bernama Dr. Howard Hay, sejak tahun 1920-an.

Food combining adalah pola makan yang menyesuaikan asupan makanan berdasarkan ritme biologis tubuh. Ritme biologis tubuh yang dikenal dengan istilah circadian rhythm terdiri dari tiga siklus berdasarkan pada tiga fungsi tubuh, yaitu :

1. Siklus pembuangan dimulai pukul 04.00-12.00. Pada jam-jam ini, energi tubuh diprioritaskan untuk proses pembuangan sampah-sampah dari dalam tubuh. Sebaiknya pada periode ini Anda tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat untuk dicerna seperti nasi dan daging. Makanan yang paling tepat dikonsumsi pada siklus ini adalah buah dan sayuran.

2. Siklus pencernaan berjalan antara pukul 12.00-20.00. Pada siklus ini, energi lebih dipusatkan ke fungsi pencernaan. Makanan padat sangat tepat untuk mengisi lambung pada periode ini; kombinasi karbohidrat-sayuran serta protein-sayuran merupakan kombinasi terbaik.

Jika Anda makan siang dengan menu kombinasi karbohidrat dan sayuran, maka sebaiknya menu untuk makan malam adalah kombinasi protein dan sayuran, atau kebalikannya. Karbohidrat dan protein merupakan kebutuhan harian tubuh namun kombinasi keduanya perlu dihindari karena membutuhkan waktu pengolahan yang lama di dalam tubuh.

3. Siklus penyerapan intensif dari pukul 20.00-04.00. Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan dan pendistribusian zat makanan ke seluruh tubuh. Tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan sehingga dapat menghambat serta mengacaukan siklus lainnya.

Lalu, bagaimana menerapkan food combining dalam bulan Ramadhan ?

Bersantap sahur

Pada umumnya kita melaksankan sahur antara pukul 03.30 dan 04.00 saat tubuh baru saja menyelesaikan siklus serap dan memulai proses pembuangan. Agar tidak mengganggu proses tersebut, mulailah sahur dengan minum segelas air putih hangat yang diberi perasan jeruk nipis. Tidak usah merasa khawatir karena air jeruk nipis walaupun terasa asam sebenarnya bersifat basa.

Lalu, konsumsilah buah segar 20-30 menit sebelum menyantap makanan padat. Setelahnya, santaplah menu sahur kombinasi karbohidrat, protein nabati, serta sayuran. Walapun protein hewani boleh-boleh saja disantap, sebaiknya porsinya dikurangi karena umumnya jenis protein ini sulit dicerna tubuh.

Berbuka puasa

Dari sisi kesehatan, puasa adalah usaha melaparkan diri dan tubuh yang secara efektif akan membersihkan organ sistem cerna. Mengonsumsi makanan berat dan minuman manis dapat mengacaukan proses detoksifikasi yang sedang berlangsung.

Sama halnya dengan saat sahur, berbukalah dengan buah-buahan segar atau kurma dan segelas air putih berhawa sejuk. Beri waktu kurang lebih 20 menit sebelum mengonsumsi hidangan berikutnya. Sederhanakanlah menu makan malam dengan sayuran dan biji-bijian agar tidak menyulitkan sistem cerna maupun tubuh secara keseluruhan. Anda pun dapat menjalani aktifitas berikutnya, seperti shalat tarawih dan tadarus, dengan tubuh ringan. Gerakan shalat banyak melibatkan aktifitas otot perut, sehingga jika menu makan Anda terlalu berat, shalat maupun waktu istirahat Anda akan terganggu.

Faizah Abdullah adalah seorang fisioterapis dan dosen di Universitas Indonesia.

Leave a Reply
<Modest Style