Modest Style

Jika yang tercinta cedera

,

Lima cara penanganan yang harus dipelajari seandainya anggota keluarga Anda cedera. Dibagi oleh Faizah Abdullah.

WP cedera (Fotolia)
Gambar: Fotolia

Cedera dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik dalam dunia olahraga maupun dalam aktifitas sehari-hari. Lalu, bagaimana cara tepat menanganinya?

 1. Lindungi bagian yang cedera

Anda sedang berjalan terburu-buru dengan sepatu hak tinggi favorit menuju ruang rapat, lalu tiba-tiba Anda telah terduduk dilantai dengan pergelangan kaki terkilir.

Tenangkan diri Anda dan berhentilah sejenak untuk mengistirahatkan tubuh hingga rasa sakit berkurang. Memaksakan diri untuk terus berjalan dengan membebani bagian tubuh yang cedera hanya akan memperburuk kerusakan jaringan tubuh yang telah terjadi. Bila mungkin, gunakan tongkat atau mintalah bantuan orang lain untuk memapah Anda ke tempat yang lebih nyaman.

2. Kompres panas atau dingin?

“Kalau cedera sebaiknya kompres hangat atau dingin sih?”

Pertanyaan ini pasti pernah anda dengar atau tanyakan sendiri. Saat terjadi cedera, Anda tentu menyadari bahwa jaringan tubuh sedang mengalami kerusakan dan pendarahan, sehingga langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghentikan proses tersebut, bukan begitu?

Mari kita analogikan dengan kejadian sehari-hari. Anda membeli dua ekor ayam potong di pasar. Satu ekor ayam Anda simpan di kulkas, sedangkan yang lainnya dibiarkan di meja dapur. Ayam manakah yang lebih awet? Tentu saja yang dimasukkan ke dalam kulkas. Hal ini dikarenakan suhu dingin mencegah terjadinya kerusakan jaringan lebih luas.

 

Prinsip inilah yang kita terapkan saat tubuh mengalami cedera akut, yaitu saat cedera baru saja terjadi. Kompreslah bagian yang cedera menggunakan kompres dingin atau es selama 10-15 menit setiap dua jam sekali dalam kurun waktu 2×24 jam menggunakan ice pack atau es batu yang dibungkus handuk. Setelah lewat masa akut atau setelah tanda peradangan seperti bengkak berkurang, maka mengompres dengan air hangat dapat dilakukan untuk memberikan efek rileksasi pada jaringan yang cedera.

3. Membalut lalu meninggikan bagian yang cedera

Bengkak merupakan salah satu tanda terjadinya radang di bagian tubuh yang mengalami cedera. Untuk mengurangi bengkak, lakukanlah pembalutan dengan perban elastis lalu tinggikan bagian yang cedera melebihi posisi jantung.

 4. Bolehkah bergerak setelah cedera?

Saat terjadi cedera, istirahat merupakan pilihan terbaik. Namun, bukan berarti seharian penuh Anda tidak boleh melakukan aktifitas apapun. Anda tetap boleh beraktivitas dan menggerakan bagian tubuh yang cedera sebatas gerakan tersebut tidak menimbulkan nyeri. Bergerak justru dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah kekakuan pada bagian yang cedera.

 5. Perlukah dipijat?

“Wah, keseleo ya? Saya antar ke tukang pijat langganan saya saja ya biar cepat sembuh.”

Kalimat ini mungkin sering terdengar jika seseorang mengalami cedera. Sayangnya, bentuk perhatian tersebut bukanlah bentuk perhatian yang tepat bagi mereka yang mengalami cedera.

Saat cedera, jaringan tertentu dalam tubuh sedang mengalami kerusakan. Pijatan hanya akan membuat kerusakan tersebut semakin parah. Jika tidak ada perbaikan dalam waktu 2×24 jam pada cedera tersebut, langkah yang terbaik dilakukan adalah segera memeriksakan diri ke dokter atau fisioterapi.

Leave a Reply
<Modest Style