Modest Style

Cara deteksi dini kanker payudara di rumah

,

Deteksi dini kanker payudara amat penting untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan ini. Faizah Abdullah berbagi caranya.

woman with pink cancer ribbon
Gambar: Fotolia

Perkembangan zaman menyebabkan terjadinya perubahan pada gaya hidup sebagian besar masyarakat di kota-kota besar. Kesibukan menjadi salah satu alasan untuk kecenderungan memilih makanan siap saji dan jarang berolahraga. Hal ini berdampak pada perkembangan penyakit tidak menular, kanker salah satunya. Kanker adalah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan 100 penyakit berbeda dengan karakteristik yang sama berupa pertumbuhan sel ganas yang tidak terkontrol. Kanker payudara adalah salah satu kondisi yang dicemaskan wanita dan mungkin beberapa dari kita memiliki teman atau kerabat dengan diagnosis tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami faktor risiko kanker – terutama jika Anda merokok, jarang berolahraga, mengalami obesitas, berusia diatas 50 tahun, mulai menstruasi di usia yang sangat dini atau terlambat menopause, melahirkan anak pertama di usia pada usia lanjut, tidak pernah melahirkan dan memiliki kerabat dengan riwayat kanker.

Yang terpenting dari pengobatan kanker payudara adalah deteksi dini. Dengan melakukan deteksi dini dan perawatan modern, banyak wanita sembuh dari penyakit ini. Kenali tanda-tanda klasik dari kanker payudara seperti adanya benjolan; perubahan tampilan kulit payudara menjadi bergelombang atau kisut seperti kulit jeruk, terutama di bagian bawah payudara dan di sekitar putting; perubahan puting terbenam ke dalam dan adanya ruam seperti berkerak serta keluarnya cairan dari payudara.

Perkembangan dunia kesehatan modern memberikan dampak positif dalam proses deteksi dini. Berbagai alat modern seperti Mamogram, USG , MRI Payudara serta biopsi dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Namun, Anda dapat melakukan deteksi dini sendiri di rumah tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Ketahuilah bagaimana payudara Anda terlihat, terasa, dan berubah selama siklus menstruasi. Semakin Anda mengetahui apa yang normal bagi Anda, semakin baik Anda mengenali bila terjadi ketidaknormalan. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan dalam mendeteksi kanker payudara.

1. Berdiri di depan cermin

Berdirilah tegak di depan cermin dengan lengan di pinggul, kemudian di atas kepala. Perhatikan apakah bentuk dan ukuran payudara tetap sama, kemudian cek kulit payudara untuk mencari perubahan seperti permukaan bergelombang, terbenam, mengkerut atau menonjol. Apakah ada rasa nyeri, kemerahan, penebalan atau bengkak? Apakah puting tidak mencuat melainkan terbenam? Apakah keluar cairan spontan hanya dari satu payudara? Apakah cairan tersebut berdarah atau jernih? Apakah cairan keluar bila puting ditarik?

2. Palpasi saat berdiri

Angkat satu tangan di atas kepala dan raba payudara dengan tekanan yang lembut menggunakan tangan yang lain. Geser bantalan jari-jari Anda di atas payudara. Gerakkan jari Anda dari bagian atas payudara ke lipatan di bawahnya, bergerak dari dada menuju ketiak. Gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri dan sebaliknya. Berikan perhatian khusus pada daerah puting,rasakan setiap perubahan, seperti bila ada benjolan menyerupai kacang atau kelereng.

3. Palpasi saat berbaring

Lipat handuk dan letakkan di bawah bahu kanan Anda. Gunakan telapak tangan kiri untuk memeriksa payudara Anda dengan gerakan memutar dari ketiak ke seluruh area payudara. Berikan tekanan lembut pada puting untuk memeriksa ada tidaknya cairan. Ulangi pada payudara kiri.

Selain mendeteksi dini, menurut American Cancer Society , dengan melakukan aktifitas fisik yang cukup, menjaga berat badan dan mengkonsumsi makanan yang sehat, risiko kanker dapat diturunkan – bahkan dapat meningkatkan kemungkinan keberlangsungan hidup bebas kanker.

 

Faizah Abdullah adalah seorang fisioterapis dan dosen di Universitas Indonesia.

Leave a Reply
<Modest Style