Modest Style

Sambutan Meriah untuk Amenakin di Singapura

,

Wanita di balik Pearl Daisy baru-baru ini hadir di kota ini untuk acara meet and greet pertamanya — dan pengunjungnya sangat ramai.

[Not a valid template]

Acaranya secara resmi mulai pukul setengah tiga sore pada tanggal 11 Januari, namun para penggemar berat Amenakin, ahli fesyen dan gaya hidup Muslimah yang gemilang, mulai bermunculan satu jam sebelum acara dimulai. Pengunjung yang datang satu demi satu dengan cepat berubah menjadi lautan manusia yang gemerlapan dengan busana cantiknya, kerudung warna-warni, serta aksesoris kepala yang berkilauan, serta senyum yang cerah.

Dengan cepat, pengunjung pun membludak, bahkan lebih dari 30 menit sebelum acara berlangsung. Dengan cara Singapura, antrian pun terbentuk. Bagi yang belum tahu, kecenderungan kami untuk mengantre sudah dianggap sebagai ciri khas bangsa ini, tapi kami jarang melakukannya dengan alasan yang cukup baik – tidak seperti saat ini. Memang, ini adalah pertama kalinya Amenakin menemui penggemarnya di negara kecil ini. Ukuran negara ini sepertinya tidak mencerminkan jumlah pengunjung yang datang. Jika Anda datang, mungkin Anda akan melihat bahwa ruangannya pun tidak cukup menampung banyaknya pengunjung.

Itulah efek Amenakin. Dia membuat orang senang.

Jam setengah tiga, acara dibuka dan para tamu dijamu dengan hidangan teh prasmanan. Kami senang sekali. Pengunjung yang datang jauh lebih banyak dari yang kami duga. Untunglah, partner acara kami Anggun Serina, Doll Me Up, Haney handbags, Lulu Alhadad, My Happy Prayer Place dan Peachy Pixx Productions dengan sedia membantu memeriahkan acara untuk para pengunjung yang begitu bersabar.

Pada jam tiga lewat lima belas menit, ada sedikit hiruk pikuk di tengah-tengah ruangan dan tiba-tiba saja (dari tengah keramaian itu) Amenakin muncul dengan gaun warna salem yang cerah dengan lengan baju asimetris, dan senyum pun merekah di seluruh ruangan. Itulah efek Amenakin. Dia membuat orang senang.

[Not a valid template]

Setelah keramaian terhenti, Amenakin menunjukkan dua cara mengenakan hoojab – syal penutup kepala, ikon Amenakin dan produk eksklusif Pearl Daisy. Dengan gaya tulus dan hangatnya, pembawa acara juga berbagi pengalamannya dalam mengatur waktu antara keluarga dan bisnis kepada para penggemar. Banyak cinta terpancar dalam ruangan itu sebelum sesi foto dimulai. Ada acara lain yang berlangsung di tempat tersebut, jadi sesi foto harus dipindahkan dua kali supaya semua kebagian. Amenakin hadir satu jam lebih lama dari yang dijadwalkan. Bagaimana bisa tidak menyukai wanita ini?

Dalam ucapan terima kasihnya, Amenakin berkata dalam bahasa melayu, “Saya sayang Singapura”.

Dan para tamu pun membalas dengan, “Kami sayang Pearl Daisy”

Sampai bertemu lagi!

Leave a Reply
<Modest Style