Modest Style

Mengenal Muslimah produser Piala Dunia

,

Aysha Ridzuan mendapatkan pekerjaan idamannya di ESPN Star Sports Singapura saat baru berusia 21 tahun dan lulus kuliah. Dalam beberapa tahun saja, dimulai dengan menulis dan reportase berita, ia dipercaya memproduksi acara olahraga televisi di Astro SuperSport Malaysia. Di sela kesibukannya meliput Piala Dunia FIFA, ia berbincang dengan Meaghan Seymour tentang kecintaannya pada sepakbola, karir, dan impiannya.

[Not a valid template]

Bagaimana awalnya Anda menulis tentang olahraga?
Saya memulai karir sebagai penulis berita olahraga langsung setelah kelulusan pada tahun 2011. Saya melamar pekerjaan di ESPN Star Sports yang berbasis di Singapura, dan diterima pada hari saya diwawancara. Pada saat itu, saya memang mengerjakan banyak penulisan dan reportase sepakbola, jadi [ini] adalah mimpi yang jadi kenyataan. Saya baru berusia 21 tahun.

Apakah Anda juga bermain sepakbola?
Sayangnya tidak. Saya takut cedera!

Kapan pertama kali Anda tahu inilah karir idaman Anda?
Hari-hari saat ESPN mengirim saya ke stadion-stadion dan dalam perjalanan ke luar negeri untuk meliput pertandingan sepakbola, adalah hari-hari saya yakin bahwa inilah yang ingin saya lakukan. Saya menikmati pekerjaan saya setiap harinya.

Dapatkah Anda jelaskan pekerjaan yang terjadi di balik hasil akhir yang diterima para penonton?
Tergantung dengan jenis wawancara yang Anda lakukan. Jika Anda melakukan wawancara eksklusif pribadi, biasanya wawancara akan direkam dan Anda akan mendengarkan ulang dan menuliskannya. Jika berasal dari konferensi pers, saya biasanya buru-buru menuliskannya, yang terkadang bisa jadi masalah saat saya tisak dapat membaca tulisan saya sendiri! Yang terpenting adalah Anda menyampaikan ucapan narasumber dengan tepat, persis sebagaimana mereka mengatakannya. Anda akan dapat masalah jika tidak.

Meski bidang pekerjaan Anda menarik, adakah tantangan yang rutin Anda hadapi?
Saat saya meliput, tekanannya adalah untuk mendapat berita segar – menjadi yang pertama menyampaikan hal tertentu. Dan saya selalu ingin berbeda. Itu adalah tantangan. Namun saya berusaha tenang dan berkata pada diri sendiri bahwa tidak masalah tidak mengetahui segalanya atau selalu jadi yang pertama tahu.

Kenangan karir favorit Anda sejauh ini?
Momen terbaik adalah saat saya mendapat kesempatan untuk mewawancara legenda Manchester United Gary Neville saat baru beberapa bulan bekerja di tempat kerja pertama. Saya sangat gugup tetapi saya rasa wawancara berjalan baik.

Wanita di media olahraga seringkali digambarkan dan diperlakukan sebagai “hiburan mata” untuk penggemar pria. Terlepas dari pengalaman profesional dan minat Anda, pernahkah Anda mengalami diskriminasi serupa? Jika ya, bagaimana Anda menghadapinya?
Yah, saya rasa hal ini terjadi di seluruh dunia, dan mungkin di seluruh bidang. Terkadang menyedihkan, mengingat ini sudah tahun 2014. Saya memang terkadang diperlakukan diskriminatif. Seperti yang Anda tahu saya cukup aktif di Twitter dan terkadang saat saya bercuit tentang sepakbola saya mendapat balasan dari pria yang menyuruh saya pergi ke dapur dan membuat roti isi! Biasanya, saya hanya akan mengabaikannya karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya untuk mereka.

Apakah wartawan olahraga memiliki kewajiban untuk menyuarakan isu-isu seperti ketidakadilan sosial di Brazil saat Piala Dunia, pelanggaran hak azasi manusia terkait pembangunan stadion Piala Dunia di Qatar, atau bahkan larangan hijab FIFA yang ramai dibicarakan?
Ya, tentunya. Bagi saya, saat mengerjakan sesuatu yang Anda cintai – pekerjaannya, olahraganya – Anda akan merasakan kepedulian dan kebutuhan bersuara untuk melindungi hal tersebut. Kita akan menginginkan yang terbaik untuk hal tersebut. Sebagai wartawan olahraga, merupakan suatu kewajiban untuk berbicara mewakili orang-orang yang terlibat.

Profesi Anda merupakan karir impian bagi banyak penggila olahraga. Apa yang dibutuhkan untuk bertahan dalam bidang ini?
Yang terpenting adalah Anda harus merasakan ketertarikan yang besar pada olahraganya dan Anda harus mencintai pekerjaan Anda. Ini adalah pekerjaan yang tidak terasa seperti pekerjaan. Anda juga harus jujur pada diri sendiri dan bekerja dengan pintar.

Sebagian besar pelaksanaan Piala Dunia bertepatan dengan Ramadhan tahun ini. Apa pendapat Anda?
Piala Dunia yang bertepatan dengan Ramadhan tahun ini adalah berkah – setidaknya untuk warga Malaysia dan Singapura. Pertandingan diadakan pada pukul 3 atau 6 pagi, yang pas sekali dengan waktu sahur.

Sedang sibuk apa sekarang?
Saya bermimpi untuk berusaha lebih dalam industri media olahraga ini dan mengetahui kemampuan saya. Saya tidak ingin hanya melakukan satu hal dalam hidup saya. Saya sudah pernah meliput, menulis, dan kini memproduksi untuk TV. Siapa tahu – mungkin suatu saat saya dapat mengurus tim sepakbola!

 

Leave a Reply
<Modest Style